Sep 16, 2026
Hukum

Oxfam: Platform Jual Beli Baju Bekas Justru Perparah Jejak Karbon

Tren mengenakan pakaian bekas atau thrifting yang digadang-gadang sebagai solusi penyelamat bumi dari jerat polusi industri mode kini menuai kritik tajam.

Oxfam: Platform Jual Beli Baju Bekas Justru Perparah Jejak Karbon

Tren mengenakan pakaian bekas atau thrifting yang digadang-gadang sebagai solusi penyelamat bumi dari jerat polusi industri mode kini menuai kritik tajam. Lembaga swadaya masyarakat internasional, Oxfam France, merilis laporan mendalam yang mengungkap bahwa maraknya platform komersial penjualan pakaian bekas daring justru merusak dampak positif pelestarian lingkungan yang seharusnya dihasilkan dari konsep ekonomi sirkular tersebut.

Alih-alih mengurangi limbah tekstil, platform jual-beli daring berorientasi profit dinilai telah mengubah esensi pemakaian ulang pakaian menjadi siklus konsumerisme baru. Pertumbuhan pesat aplikasi komersial ini memicu lonjakan aktivitas logistik dan pengemasan individual yang menyumbang emisi karbon dalam jumlah signifikan.

Ilusi Keberlanjutan dan Emisi Tersembunyi

Laporan Oxfam menyoroti bagaimana platform digital komersial mendorong perilaku belanja impulsif. Konsumen kerap membeli pakaian bekas bukan karena kebutuhan mendesak, melainkan karena harganya yang murah dan kemudahan akses aplikasi di gawai mereka.

"Model bisnis platform pakaian bekas daring saat ini justru memperkuat pola konsumsi berlebih. Alih-alih memperpanjang masa pakai pakaian secara bermakna, ekosistem ini memfasilitasi rotasi pakaian yang cepat dan menghasilkan jejak karbon tinggi dari rantai pengiriman jarak jauh," tulis Oxfam dalam laporannya.

Beberapa faktor utama yang disorot dalam laporan tersebut antara lain:

  • Lonjakan Jejak Karbon Logistik: Pengiriman paket satuan dari penjual individu ke pembeli lintas kota hingga lintas negara memicu peningkatan emisi transportasi secara drastis.
  • Limbah Kemasan Plastik: Setiap transaksi daring menghasilkan sampah kemasan baru yang sebagian besar sulit terurai.
  • Efek Rebound (Pola Belanja Ulang): Uang yang diperoleh pengguna dari hasil menjual pakaian bekas kerap digunakan kembali untuk membeli pakaian baru dari label fast fashion.

Menggerus Peran Ekonomi Sosial dan Solidaritas

Dampak negatif lain yang menjadi perhatian serius Oxfam adalah terpinggirkannya lembaga amal dan pelaku ekonomi sosial. Selama beberapa dekade, sektor nirlaba dan toko sosial telah mengelola perputaran baju bekas untuk mendanai berbagai program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat rentan.

Kini, persaingan tidak seimbang terjadi ketika platform digital raksasa memonopoli pasokan pakaian bekas berkualitas baik. Barang-barang yang memiliki nilai jual tinggi dialihkan ke platform komersial, sementara lembaga sosial hanya menerima sisa pakaian berkualitas rendah atau bahkan sampah tekstil yang memerlukan biaya pembuangan mahal.

Mendorong Regulasi dan Kebiasaan Konsumsi Berkelanjutan

Oxfam menegaskan bahwa esensi sejati dari gaya hidup berkelanjutan bukan sekadar beralih membeli pakaian bekas secara berlebihan, melainkan mengurangi volume konsumsi pakaian secara keseluruhan dan memperpanjang masa pakai barang yang sudah dimiliki.

Organisasi tersebut mendesak pemerintah untuk memperketat regulasi terhadap platform perdagangan komersial, membatasi praktik pemasaran agresif dari industri ultra fast fashion, serta memberikan perlindungan fiskal bagi organisasi sosial yang bergerak di sektor daur ulang pakaian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User