Perusahaan ritel alkohol milik pemerintah Nova Scotia, Nova Scotia Liquor Corporation (NSLC), dilaporkan telah menghabiskan sekitar 90 persen dari stok minuman beralkohol asal Amerika Serikat yang sebelumnya ditarik dari peredaran. Dari total persediaan senilai sekitar $15 juta yang mencakup lebih dari 600.000 unit produk, kini hanya tersisa sekitar $1,5 juta atau setara Rp24 miliar yang masih tersimpan di gudang.
Penarikan produk alkohol Amerika dari rak-rak toko NSLC dilakukan pada tahun lalu sebagai respons terhadap kebijakan tarif yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap Kanada. Langkah tersebut sempat menimbulkan gejolak di kalangan pelaku usaha dan konsumen, mengingat sejumlah merek whisky dan bourbon Amerika menjadi produk paling laris di jaringan toko ritel provinsi tersebut. Kini, meskipun penjualan telah kembali dibuka, stok yang tersisa terus menyusut seiring berjalannya waktu.
Kronologi Penarikan dan Pemulihan Stok
- Februari 2025: NSLC secara resmi menarik seluruh produk alkohol Amerika dari rak display sebagai bentuk demonstrasi dagang. Sebuah papan bertuliskan "Buy Canadian Instead" dipasang di depan rak whisky Amerika di salah satu gerai BC Liquor Store sebagai simbol protes.
- Maret 2025: Total produk yang ditarik mencapai lebih dari 600.000 unit dengan nilai mencapai $15 juta. Sebagian besar berupa bourbon dan whisky merek ternama asal Kentucky dan Tennessee.
- Pertengahan 2025: Penjualan produk Amerika secara bertahap kembali dibuka setelah adanya negosiasi ulang terkait kebijakan tarif antara Ottawa dan Washington.
- Kini: Hanya tersisa sekitar $1,5 juta produk atau sekitar 10 persen dari total stok awal. Sisanya telah terjual habis atau dialihkan ke gudang penyimpanan lain.
Dampak Ekonomi dan Respons Pasar
Menurut data internal NSLC, penurunan stok ini menunjukkan bahwa konsumen Nova Scotia tetap memiliki minat terhadap produk alkohol Amerika meskipun sempat ada kampanye boikot. "Pasar menunjukkan bahwa permintaan tetap ada, namun pasokan yang terbatas membuat perputaran stok menjadi lebih cepat dari perkiraan," ujar seorang analis ritel minuman beralkohol di Halifax.
| Keterangan | Nilai Awal | Nilai Tersisa | Persentase |
|---|---|---|---|
| Total Nilai Stok | $15 juta | $1,5 juta | 10% |
| Jumlah Unit Produk | 600.000 unit | ±60.000 unit | 10% |
| Produk Terjual/Dialihkan | — | ±540.000 unit | 90% |
Proyeksi ke Depan
NSLC belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah akan melakukan restocking produk alkohol Amerika dalam waktu dekat. Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa keputusan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan hubungan dagang Kanada-Amerika Serikat serta kebijakan tarif yang berlaku.
"Jika ketegangan dagang mereda, bukan tidak mungkin NSLC akan kembali mengisi rak dengan produk Amerika. Namun jika tarif tetap tinggi, mereka cenderung memprioritaskan produk lokal dan impor dari negara lain," tambah analis tersebut.
Penurunan stok hingga 90 persen ini menjadi indikator nyata bahwa kebijakan dagang berdampak langsung pada ketersediaan produk di pasar ritel. NSLC kini berada di titik krusial untuk menentukan arah strategi pasokan berikutnya.
Comments (0)