Nilai Tukar Rupiah Rabu 8 Juli 2026 Kembali Melemah ke Rp 17.987

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali memasuki zona merah pada pembukaan perdagangan Rabu (8/7/2026). Pelemahan ini men

Jul 08, 2026 - 10:04
0 0
Nilai Tukar Rupiah Rabu 8 Juli 2026 Kembali Melemah ke Rp 17.987

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali memasuki zona merah pada pembukaan perdagangan Rabu (8/7/2026). Pelemahan ini mengakhiri momentum penguatan tipis yang sempat terjadi pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah dibuka melemah 7 poin atau setara 0,04% ke level Rp 17.987 per dolar AS. Posisi ini membalikkan pencapaian hari Selasa (7/7/2026) di mana mata uang Garuda ditutup menguat 15 poin (0,08%) ke level Rp 17.980 per dolar AS.

Faktor Eskalasi Geopolitik Tekan Rupiah

Pelemahan rupiah pagi ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik global. Dikutip dari US News, dolar AS bertahan di level tertinggi minggu ini terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada awal perdagangan di Asia. Penguatan dolar dipicu oleh Amerika Serikat yang kembali melancarkan serangan terhadap Iran serta mencabut izin penjualan minyak negara tersebut.

"Permintaan untuk mata uang safe haven muncul setelah AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran dan mencabut izin yang memungkinkan negara tersebut untuk menjual minyak, setelah tiga kapal tanker diserang di Selat Hormuz," jelas laporan itu.

Sentimen risiko ini mendorong investor global beralih ke aset-aset aman, termasuk dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Pergerakan Mata Uang Global

Indeks dolar AS sempat menyentuh level 101,18, yang merupakan posisi tertinggi sejak 2 Juli 2026. Berikut pergerakan mata uang utama lainnya pada sesi perdagangan yang sama:

  • Euro melemah 0,1% ke US$ 1,1405 per dolar AS
  • Poundsterling Inggris turun 0,1% ke US$ 1,3353 per dolar AS
  • Dolar Australia stabil di US$ 0,6926
  • Dolar Selandia Baru menguat 0,1% ke US$ 0,5681 menjelang keputusan bank sentral yang diperkirakan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun
  • Yen Jepang menguat 0,1% ke 162,28 per dolar AS

Penguatan yen Jepang menunjukkan bahwa tidak semua mata uang Asia tertekan oleh dominasi dolar, mengindikasikan adanya faktor domestik yang turut memengaruhi pergerakan masing-masing mata uang.

Dengan masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan harga minyak yang berpotensi terus meningkat, pelaku pasar akan mencermati lebih lanjut perkembangan di Timur Tengah serta kebijakan bank sentral global untuk menentukan arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User