# New York — Walkot Zohran Mamdani Sebut Mesir "Dirampok" Usai Tumbang dari Argentina
Hening sejenak menyelimuti kerumunan warga New York yang menghadiri pengumuman program transportasi publik di Brooklyn, Kamis pagi (9/7/2026). Wali Kota Ne
Hening sejenak menyelimuti kerumunan warga New York yang menghadiri pengumuman program transportasi publik di Brooklyn, Kamis pagi (9/7/2026). Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang sedianya berdiri di podium untuk memaparkan ambisi mempercepat layanan bus kota, tiba-tiba mengalihkan perhatiannya ke topik yang membakar emosi jutaan penggemar sepak bola global: kekalahan dramatis Timnas Mesir dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dengan nada yang bergetar namun tegas, Mamdani—yang memiliki darah keturunan Mesir—melontarkan pernyataan pedas. Ia menyebut bahwa Mesir telah "dirampok" dalam pertandingan yang berlangsung sengit selama 120 menit tersebut. Ungkapan itu sontak memicu sorakan dan tepuk tangan dari sebagian hadirin yang masih menyimpan rasa kecewa atas hasil laga yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina.
Kronologi Laga: Gol Kontroversial dan Kartu Merah
Pertandingan Mesir versus Argentina yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat, berlangsung bagai thriller olahraga. Mesir unggul lebih dulu lewat gol Mohamed Salah pada menit ke-23, memanfaatkan umpan terobosan akurat dari lini tengah. Argentina menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Lionel Messi pada menit ke-41, setelah wasit asal Spanyol, Javier Montoya, menunjuk titik putih akibat handball yang dinilai kontroversial oleh bek Mesir, Ahmed Hegazi.
Babak kedua berlangsung dalam tensi tinggi. Mesir kembali memimpin melalui sundulan Omar Marmoush pada menit ke-67. Namun, insiden krusial terjadi pada menit ke-84, ketika penyerang Argentina, Julian Alvarez, mencetak gol penyama kedudukan yang menuai protes keras dari kubu Mesir. Tayangan ulang memperlihatkan adanya dugaan offside dalam proses build-up serangan, namun VAR memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut setelah peninjauan selama empat menit.
Malapetaka bagi Mesir memuncak di menit ke-108 pada babak perpanjangan waktu. Gelandang bertahan Mesir, Hamdi Fathi, menerima kartu merah langsung setelah dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Enzo Fernandez. Keputusan wasit Montoya—yang tidak meninjau ulang insiden melalui monitor VAR di tepi lapangan—kembali menuai kritik tajam dari para pengamat dan pendukung Mesir. Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak gol kemenangan melalui sundulan Cristian Romero pada menit ke-115.
"Saya bukan wasit, saya bukan komentator olahraga. Tapi sebagai seorang warga New York dan seseorang yang hatinya berdarah Mesir, saya katakan: Mesir dirampok tadi malam. Dirampok di depan mata dunia," ujar Mamdani dengan suara meninggi, disambut gemuruh hadirin.
Pidato Transportasi Terselip Amarah Sepak Bola
Ironisnya, pernyataan kontroversial Mamdani justru terlontar di tengah pemaparannya tentang program ambisius bertajuk "Next Stop: Better Buses, Faster Service"—sebuah inisiatif percepatan layanan bus senilai USD 2,1 miliar yang akan membangun jalur khusus bus sepanjang 240 kilometer di lima borough New York. Mamdani, yang sebelumnya merupakan anggota majelis negara bagian New York dan baru menjabat sebagai wali kota sejak Januari 2026, dikenal sebagai politisi progresif yang kerap menyelipkan komentar tajam dalam forum publik.
"Saya tahu ini bukan forumnya. Tapi izinkan saya bilang: layanan bus kita akan lebih cepat dari keputusan VAR yang mengesahkan gol offside itu," ujar Mamdani dengan senyum getir, mencoba menyambungkan kembali narasi transportasinya.
Respons Publik dan Federasi Sepak Bola Mesir
Pernyataan Mamdani langsung viral di media sosial. Tagar #EgyptWasRobbed dan #JusticeForEgypt menduduki trending topic global dengan lebih dari 4,7 juta mention dalam waktu kurang dari 12 jam. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) melalui juru bicaranya menyatakan telah mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit Montoya, dengan menyertakan bukti rekaman dari lima sudut kamera berbeda yang menunjukkan dugaan offside pada gol kedua Argentina.
Pihak FIFA hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi. Namun, seorang sumber internal komite wasit FIFA yang enggan disebutkan namanya mengindikasikan bahwa insiden tersebut akan dievaluasi dalam rapat tertutup evaluasi kinerja wasit pada pekan depan.
Comments (0)