Washington Cabut Izin Ekspor Minyak Iran Karena Serangan Selat Hormuz
Washington DC — Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mencabut izin ekspor minyak yang sebelumnya diberikan kepada Iran melalui mekanisme keringanan
Washington DC — Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mencabut izin ekspor minyak yang sebelumnya diberikan kepada Iran melalui mekanisme keringanan sanksi sementara. Keputusan ini diumumkan oleh Washington pada hari Rabu waktu setempat, sebagai respons langsung atas serangan terhadap kapal tanker internasional di perairan strategis Selat Hormuz.
Pencabutan izin ini menandai pembatalan sepihak terhadap nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada pertengahan Juni lalu. MoU tersebut merupakan kesepakatan awal yang membuka jalan bagi negosiasi lanjutan antara kedua negara untuk mencapai perjanjian akhir yang bertujuan mengakhiri perang secara permanen di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa serangan terhadap kapal tanker yang terjadi dalam 72 jam terakhir menunjukkan Teheran tidak memiliki itikad baik dalam proses perdamaian. "Kami tidak akan membiarkan Iran menggunakan hasil penjualan minyak untuk mendanai tindakan agresi yang mengancam jalur pelayaran internasional," tegas pernyataan resmi tersebut.
Kronologi Pencabutan Izin Ekspor
Hubungan antara pencabutan izin dan eskalasi di Selat Hormuz dapat dirunut melalui rangkaian peristiwa berikut:- 15 Juni 2025 — AS dan Iran menandatangani MoU yang memberikan keringanan sanksi sementara. Dalam kesepakatan ini, AS setuju mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sehingga Teheran diizinkan menjual produk minyak mereka ke pasar internasional.
- Awal Juli 2025 — Beberapa kapal tanker mulai kembali beroperasi di perairan Iran setelah blokade dicabut. Ekspor minyak Iran mengalami kenaikan bertahap hingga mencapai 1,2 juta barel per hari, naik dari level terendah sebelumnya yang hanya berkisar 300.000 barel per hari.
- 72 jam terakhir — Serangan terhadap tiga kapal tanker terjadi di dekat Selat Hormuz. Laporan intelijen AS dan sekutu mengidentifikasi penggunaan drone maritim dan ranjau laut yang memiliki karakteristik teknis identik dengan persenjataan yang digunakan oleh Garda Revolusi Iran.
- Rabu pagi waktu Washington — Presiden AS menandatangani perintah eksekutif yang mencabut seluruh keringanan sanksi berdasarkan MoU Juni. Kapal-kapal angkatan laut AS di sekitar Teluk Persia kembali diinstruksikan untuk memberlakukan blokade penuh terhadap pelabuhan ekspor minyak Iran, termasuk Pelabuhan Bandar Abbas dan Kharg Island.
Comments (0)