New York — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengecam keras komentar rasis yang dilontarkan oleh seorang senator Paraguay, Celeste Amarilla, terhadap bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe. Organisasi internasional tersebut menilai tindakan yang menyerang latar belakang rasial sang atlet itu sebagai tindakan yang sangat tercela dan tidak dapat ditoleransi dalam peradaban modern. Kecaman keras ini menambah daftar panjang kontroversi di luar lapangan yang mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Pernyataan Resmi Dewan HAM PBB Melalui juru bicara Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR), Thameen Al-Kheetan, PBB menyampaikan keprihatinannya

Jul 08, 2026 - 01:43
0 0
New York  — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengecam keras komentar rasis yang dilontarkan oleh seorang senator Paraguay, Celeste Amarilla, terhadap bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe. Organisasi internasional tersebut menilai tindakan yang menyerang latar belakang rasial sang atlet itu sebagai tindakan yang sangat tercela dan tidak dapat ditoleransi dalam peradaban modern. Kecaman keras ini menambah daftar panjang kontroversi di luar lapangan yang mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Pernyataan Resmi Dewan HAM PBB

Melalui juru bicara Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR), Thameen Al-Kheetan, PBB menyampaikan keprihatinannya yang mendalam. Dalam keterangan pers yang dipantau oleh redaksi, Al-Kheetan secara eksplisit menyebut aksi politikus Amerika Selatan itu sebagai preseden buruk yang mencoreng nilai-nilai sportivitas dan kemanusiaan.

"Komentar rasis dan merendahkan martabat manusia terhadap pemain sepak bola Prancis Kylian Mbappe oleh senator Paraguay Celeste Amarilla adalah tindakan tercela dan, sayangnya, bukan insiden tunggal," ujar Thameen Al-Kheetan, Selasa (7/7/2026).

Al-Kheetan menambahkan bahwa serangan terhadap Mbappe ini bukanlah insiden rasial pertama yang mencuat selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Utara. Ia menyoroti perlunya mekanisme pencegahan yang lebih kuat dari otoritas sepak bola global untuk melindungi para pemain dari diskriminasi.

Kronologi Pernyataan Kontroversial

Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh kontributor Apaberita.com, pernyataan senator Amarilla muncul setelah Mbappe tampil gemilang membawa Timnas Prancis melaju di fase-fase krusial turnamen. Alih-alih mengomentari performa teknis di lapangan, sang senator justru melontarkan narasi yang menyinggung asal-usul ras dan identitas pribadi sang pemain. Serangan tersebut dengan cepat viral di media sosial dan memicu gelombang kemarahan dari warganet global, termasuk para penggemar sepak bola di Amerika Latin sendiri.

PBB tidak secara spesifik mengutip kalimat persis sang senator dalam rilisnya, namun Al-Kheetan menegaskan bahwa retorika semacam itu adalah cerminan buruk dari rasisme sistemik yang masih mengakar di berbagai belahan dunia, bahkan di tengah panggung sebesar Piala Dunia.

Masalah Sistemik di Piala Dunia 2026

Juru bicara OHCHR itu secara tegas menyoroti bahwa momen-momen sepak bola internasional seharusnya menjadi ajang pemersatu, bukan panggung bagi para tokoh publik untuk melontarkan kebencian. PBB menekankan bahwa para pejabat dan figur publik memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar. Alih-alih menunggu kecaman publik, mereka seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengutuk keras segala bentuk isu rasisme.

Sejak Piala Dunia 2026 bergulir, beberapa insiden serupa memang telah tercatat. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sebelumnya telah menerima protes dari beberapa tim peserta terkait pelecehan di media sosial yang menargetkan pemain berkulit hitam. PBB kini mendesak FIFA dan pemerintah tuan rumah untuk tidak hanya mengandalkan kampanye anti-rasisme, tetapi juga menindak tegas para pelaku, terutama ketika diskriminasi itu dilakukan oleh pejabat negara.

Pembelaan terhadap Mbappe dan Dampak Global

Kylian Mbappe sendiri belum merilis pernyataan resmi yang detail mengenai serangan ini. Namun, rekan satu timnya di Timnas Prancis serta berbagai pesepakbola elite dunia telah menunjukkan solidaritas di platform digital. PBB menutup pernyataannya dengan seruan agar insiden ini menjadi titik balik kesadaran global.

"Kami mendesak seluruh pemangku kepentingan di dunia olahraga untuk memanfaatkan kekuatan sepak bola dalam melawan kebencian. Ini tentang melindungi martabat manusia yang tidak bisa ditawar dengan alasan kompetisi ataupun perbedaan budaya politik," tutup Al-Kheetan.

Para pengamat menilai, sikap tegas PBB ini menjadi sinyal bahaya bagi para tokoh politik yang kerap mencampuradukkan dunia olahraga dengan retorika rasis. Dengan jutaan pasang mata tertuju pada Piala Dunia 2026, harapan untuk pemberantasan rasisme di sepak bola kini berada di bawah sorotan yang lebih tajam dari sebelumnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User