NEW YORK — Harga Emas Dunia Turun Beruntun Dipicu Eskalasi Konflik AS-Iran
NEW YORK, investor.id — Harga emas dunia melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (9/7/2026), mencatat penurunan selama empat hari berturut-turut dan s
NEW YORK, investor.id — Harga emas dunia melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (9/7/2026), mencatat penurunan selama empat hari berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah dalam sepekan pada sesi sebelumnya. Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran baru terhadap prospek inflasi dan suku bunga tinggi yang berkepanjangan.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot pada Kamis sore tercatat turun 0,36% ke posisi US$ 4.062,41 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,26% menjadi US$ 4.071,65 per ons troi. Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung sejak awal pekan.
Pemicu Pelemahan: Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak
Dikutip dari Reuters, tekanan jual pada emas meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran telah "berakhir." Tak lama setelah pernyataan tersebut, militer AS mengumumkan peluncuran serangan baru terhadap Iran dengan tujuan menjaga Selat Hormut tetap terbuka bagi lalu lintas kapal internasional.
Eskalasi terbaru di Timur Tengah ini mendorong harga minyak melanjutkan reli kenaikan, setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 5%. Pada saat yang sama, dolar AS dan pasar saham global justru bergerak melemah. Pelaku pasar semakin khawatir bahwa konflik yang kembali memanas dapat memicu lonjakan harga energi dan memperburuk tekanan inflasi global secara signifikan.
Sikap Hawkish The Fed Tekan Daya Tarik Emas
Di sisi lain, risalah rapat Federal Reserve bulan sebelumnya mengungkap meningkatnya kekhawatiran para pejabat bank sentral terhadap inflasi yang masih tinggi dan berpotensi meluas. Sejumlah pejabat bahkan menilai bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih diperlukan untuk mengendalikan tekanan harga. Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, lingkungan suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Proyeksi Ekonomi dan Koreksi Target Harga
Sentimen pasar juga dibebani oleh proyeksi terbaru International Monetary Fund (IMF) yang kembali memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi hanya 3,0%. Sementara itu, Bank of America memangkas proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 sebesar 14% menjadi US$ 4.360 per ons troi, dengan alasan sikap The Fed yang lebih agresif (hawkish) dalam memerangi inflasi.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot tercatat jatuh 1% ke posisi US$ 57,71 per ons. Sebaliknya, platinum dan paladium justru menunjukkan penguatan. Platinum naik 0,3% menjadi US$ 1.591,53 per ons, sementara paladium menanjak 0,39% ke level US$ 1.223,72 per ons. Divergensi ini mencerminkan dinamika permintaan dan pasokan yang berbeda di antara logam-logam industri tersebut di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Comments (0)