Sep 16, 2026
Nasional

New Delhi — PM Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo di KTT BRICS

Suasana megah Bharat Mandapam di New Delhi, India, menjadi saksi bisu momen bersejarah diplomasi internasional ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo

New Delhi — PM Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo di KTT BRICS

Suasana megah Bharat Mandapam di New Delhi, India, menjadi saksi bisu momen bersejarah diplomasi internasional ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melangkahkan kaki di arena Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS. Sambutan hangat nan penuh keakraban ditunjukkan langsung oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang berdiri menanti di pintu utama kompleks konvensi termegah tersebut. Dengan senyum lebar dan jabat tangan yang erat, kedua pemimpin dunia itu menunjukkan kehangatan hubungan bilateral yang kian solid antara Indonesia dan India di tengah dinamika geopolitik global yang penuh tantangan.

Kedatangan Presiden Prabowo di ibu kota India tersebut tidak hanya sekadar menghadiri agenda rutin tahunan, melainkan membawa misi strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung multilateral. Sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, partisipasi aktif Indonesia dalam KTT BRICS kali ini mencerminkan komitmen mendalam terhadap solidaritas negara-negara berkembang (Global South) dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih seimbang.

Menguatkan Poros Diplomatik dan Ekonomi Global

Pertemuan antara Prabowo dan Modi di Bharat Mandapam membawa pesan kuat mengenai pentingnya kolaborasi antarnegara berkembang. Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin sempat bertukar sapa dan melangsungkan pembicaraan singkat sebelum memasuki ruang sidang utama. KTT ke-18 BRICS tahun ini mengusung agenda penting terkait reformasi arsitektur keuangan global, perdagangan inklusif, serta penguatan rantai pasok energi dan pangan dunia.

"Kehadiran Indonesia di forum strategis ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk memperjuangkan keadilan ekonomi bagi negara-negara berkembang. Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia dirasakan secara merata tanpa diskriminasi," ujar Presiden Prabowo Subianto di sela-sela agenda KTT.

Para pengamat hubungan internasional menilai bahwa diplomasi ketahanan pangan dan transisi energi yang diusung delegasi Indonesia sangat relevan dengan fokus utama BRICS. "Pendekatan pragmatis dan politik luar negeri bebas-aktif Indonesia menjadi modal penting dalam menjembatani kepentingan ekonomi antar kawasan," tutur seorang pakar geopolitik Asia Selatan.

Sektor Kerja Sama Fokus Utama Indonesia-BRICS Target Capaian Strategis
Ketahanan Pangan Rantai pasok pupuk dan komoditas pertanian Stabilitas harga pasar dan ketersediaan stok domestik
Transisi Energi Investasi energi terbarukan & hilirisasi mineral Mendukung pertumbuhan ekonomi hijau nasional
Ekonomi Digital Integrasi sistem pembayaran lintas negara Efisiensi transaksi perdagangan bilateral

Kehadiran Strategis Indonesia di Panggung Multilateral

Partisipasi Presiden Prabowo pada KTT BRICS ke-18 ini menegaskan konsistensi prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Di tengah persaingan persaingan blok-blok ekonomi dunia, Indonesia memilih untuk merangkul semua mitra internasional demi kesejahteraan nasional dan stabilitas kawasan. Kerja sama konkret di bidang hilirisasi industri, modernisasi pertanian, serta penguatan teknologi informasi menjadi isu kunci yang terus didorong oleh pemerintah Indonesia.

Momentum penyambutan hangat oleh PM Narendra Modi di New Delhi ini memancarkan optimisme baru bagi hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin sejak lama. Di akhir rangkaian acara pembukaan, para kepala negara dan pemerintahan melanjutkan agenda ke sesi foto bersama dan diskusi tertutup untuk merumuskan deklarasi bersama yang diharapkan mampu membawa angin segar bagi pemulihan perekonomian dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User