JAKARTA — Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar untuk proyek pengecatan ulang serta perbaikan lapisan kedap air (waterproofing) kubah ikonik Gedung Nusantara, atau yang lebih dikenal sebagai Gedung Kura-Kura, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Langkah pemeliharaan infrastruktur ini dilakukan guna menjaga integritas fisik bangunan cagar budaya modern tersebut yang telah mengalami penurunan kualitas akibat paparan cuaca ekstrem. Kubah berdesain khas berwarna hijau tersebut menjadi pusat perhatian publik karena perannya sebagai ruang sidang paripurna tahunan MPR/DPR/DPD RI.
Kronologi dan Rangkaian Proyek Revitalisasi Kubah
Proses pemeliharaan struktur kubah Gedung Nusantara melalui sejumlah tahapan teknis sebelum pengerjaan fisik resmi dijalankan:
- Evaluasi dan Inspeksi Teknis Struktur: Tim pemeliharaan fasilitas mendapati adanya retakan halus, lapisan cat mengelupas, dan rembesan air hujan pada permukaan kubah beton.
- Pengajuan Anggaran dan Tender: Proyek perawatan dialokasikan melalui APBN dengan pagu paket pengerjaan pengecatan dan waterproofing senilai Rp 4,5 miliar melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
- Tahap Pengerjaan dan Sterilisasi Area: Pembersihan lumut, pelapisan ulang membran antibocor, serta pengecatan protektif dengan spesifikasi tahan cuaca tinggi.
Urgensi Pemeliharaan Struktur Ikonik Parlemen
Kubah Gedung Nusantara memiliki nilai historis dan arsitektur tinggi sejak dirancang oleh arsitek Soejoedi Wirjoatmodjo pada era 1960-an. Pemeliharaan berkala dinilai krusial mengingat kompleks Senayan kerap menjadi lokasi perhelatan diplomatik internasional serta agenda resmi kenegaraan, termasuk pidato nota keuangan kepresidenan setiap bulan Agustus.
"Perawatan kubah Gedung Nusantara difokuskan pada perlindungan material dasar kubah dari ancaman kebocoran yang berisiko merusak sistem kelistrikan serta interior ruang sidang utama di bawahnya," tulis laporan teknis pemeliharaan fasilitas DPR RI.
Adapun rincian komponen pemeliharaan dome Gedung Kura-Kura meliputi beberapa poin utama:
- Pembersihan Total Permukaan: Pengelupasan lapisan cat lama dan pembersihan jamur atau kerak polusi udara.
- Aplikasi Sealant Khusus: Penutupan celah mikro pada struktur beton kubah guna menahan laju infiltrasi air hujan.
- Pelapisan Cat Weather-Shield: Penggunaan cat pelindung berdaya tahan ultraviolet tinggi agar pigmen warna hijau ikonik tetap presisi.
- Pemeriksaan Struktur Rangka Penopang: Pengecekan stabilitas beban dan kelembapan di dalam rongga langit-langit gedung.
Respons Publik dan Transparansi Anggaran
Alokasi dana bernilai miliaran rupiah ini sempat menarik perhatian masyarakat luas. Kalangan pemerhati tata kelola anggaran publik mengingatkan agar seluruh proses tender dan eksekusi proyek dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari penggelembungan harga (mark-up).
Sekretariat Jenderal DPR RI memastikan seluruh proses pemeliharaan gedung wakil rakyat ini telah mengikuti prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah yang berlaku serta diawasi secara berkala guna menjamin kualitas hasil pengerjaan tepat waktu dan tepat mutu.
Comments (0)