NEW DELHI — Kunjungan Modi ke RI Dikawal Jet Tempur, Disebut Luar Biasa
Langit di atas Jakarta bergetar oleh deru mesin jet tempur saat pesawat kepresidenan India, Air India One, mulai turun menjelang mendarat di Bandara Halim
Langit di atas Jakarta bergetar oleh deru mesin jet tempur saat pesawat kepresidenan India, Air India One, mulai turun menjelang mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa pagi. Dua jet tempur TNI Angkatan Udara—masing-masing F-16 Fighting Falcon—mengapit badan pesawat berwarna putih-biru itu dalam formasi pengawalan ketat. Momen itu bukan hanya prosedur keamanan, melainkan simbol penghormatan tertinggi yang diberikan Indonesia kepada Perdana Menteri Narendra Modi dalam kunjungan bersejarahnya ke Republik Indonesia.
Pengawalan Udara: Lebih dari Sekadar Protokol
Menurut keterangan resmi Mabes TNI AU, dua pesawat tempur F-16 dari Skuadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, telah dikerahkan begitu Air India One memasuki wilayah identifikasi pertahanan udara Indonesia. Pengawalan berlangsung selama 22 menit sebelum akhirnya melepas pesawat tamu di ambang runway Halim. “Ini adalah bentuk sapaan sahabat sekaligus jaminan penuh keamanan bagi seorang pemimpin negara sahabat,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU dalam keterangannya.
“Kami tidak hanya mengawal, tapi juga memberikan penghormatan udara. Formasi wingtip-to-wingtip yang kami terbangkan mencerminkan kedekatan hubungan kedua negara yang kini memasuki era baru,” kata Marsma TNI Andi Kusuma, Komandan Lanud Halim, saat ditemui Apaberita di sela acara penyambutan.
Pemandangan itu sontak menjadi bahan perbincangan di media sosial kedua negara. Tagar #ModiInIndonesia dan #IndiaIndonesiaFriendship bertengger di jajaran trending topic.
India: Kunjungan Ini ‘Sangat Luar Biasa’
Dalam keterangan pers seusai pertemuan bilateral, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Arindam Bagchi, tak kuasa menyembunyikan antusiasmenya. Ia menyebut kunjungan ini sebagai “truly exceptional”—sebuah frasa yang sangat jarang digunakan New Delhi untuk menggambarkan lawatan kenegaraan.
“Dari pengawalan udara yang mengesankan hingga pembahasan substantif yang hangat, kami menilai kunjungan PM Modi ke Indonesia kali ini sangat luar biasa. Ini bukan sekadar perjalanan diplomatik, ini perayaan persaudaraan dua peradaban besar,” ujar Bagchi.
Pemerintah India menyoroti tiga elemen kunci yang membuat lawatan 48 jam ini istimewa. Pertama, sambutan kenegaraan di Istana Bogor yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran menteri penuh. Kedua, penandatanganan enam nota kesepahaman (MoU) di bidang pertahanan, maritim, dan transformasi digital. Ketiga, konfirmasi dimulainya latihan militer bersama Garuda-Shakti edisi pertama di perairan Sabang pada November mendatang.
Agenda Padat dan Hasil Konkret
Selama di Jakarta, Modi dan delegasi 70 orang—termasuk Menteri Pertahanan Rajnath Singh dan Menteri Perdagangan Piyush Goyal—menggelar rangkaian pertemuan maraton. Dalam forum CEO India-Indonesia, komitmen investasi baru senilai USD 4,2 miliar diresmikan, mencakup sektor energi hijau dan semikonduktor. PM Modi juga menyempatkan diri berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan bertemu diaspora India di Balai Kartini.
“Kunjungan ini menegaskan kembali bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra utama dalam Strategi Act East dan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” tulis Modi dalam akun X pribadinya yang langsung disukai lebih dari 1,2 juta pengguna dalam satu jam pertama.
Sementara itu, pengamanan di Jakarta dan Bogor ditingkatkan ke level tertinggi. Sedikitnya 4.500 personel gabungan dikerahkan, termasuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Special Protection Group (SPG) India yang bertugas melindungi PM secara langsung. Setiap pergerakan konvoi dijaga oleh unit penjinak bom siaga dan tim penembak runduk di sepanjang rute.
Keseluruhan rangkaian acara berlangsung lancar dan tanpa insiden berarti. Momen paling emosional terekam saat Presiden Prabowo melepas Modi di Bandara Halim dengan pelukan persaudaraan dan seruan “Jai Hind!” yang dibalas “Merdeka!”. Bagi kedua negara, kunjungan ini bukan sekadar catatan protokoler, melainkan tugu baru dalam persahabatan yang kian strategis.
Comments (0)