Veda Ega Pratama Melejit dari P26 ke P2 di Practice Moto3 Hungaria
Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia yang membela tim Honda Team Asia di kejuaraan dunia Moto3 2026, menorehkan peningkatan performa drastis pada rangkaian
Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia yang membela tim Honda Team Asia di kejuaraan dunia Moto3 2026, menorehkan peningkatan performa drastis pada rangkaian sesi latihan Grand Prix Hungaria. Mengawali akhir pekan di Sirkuit Hungaroring, Budapest, Veda hanya mampu mencatatkan posisi ke-26 pada sesi latihan bebas pertama (FP1). Namun, dalam waktu kurang dari enam jam, pembalap berusia 19 tahun itu berhasil membalikkan keadaan dengan menempati posisi kedua pada sesi practice yang berlangsung Jumat sore. Data resmi Honda Team Asia mengonfirmasi lompatan posisi sebanyak 24 peringkat dalam satu hari, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di kelas Moto3 yang dikenal sangat kompetitif.
Sesi FP1 yang digelar pada Jumat pagi diwarnai kondisi aspal yang masih "hijau" dan suhu lintasan yang relatif rendah, sekitar 22 derajat Celsius. Veda kesulitan menemukan ritme di lintasan sepanjang 4,38 km itu, mencatatkan waktu terbaiknya di posisi ke-26 dari 28 pembalap. Meski demikian, tim Honda segera mengevaluasi data telemetri dan memutuskan untuk melakukan sejumlah penyesuaian pada setelan elektronik dan suspensi motor NSF250RW yang digunakannya. Ketika sesi practice digelar pada sore hari dengan suhu lintasan meningkat hingga 34 derajat Celsius, Veda langsung menunjukkan adaptasi luar biasa. Dengan memanfaatkan ban belakang kompon lunak dan strategi slipstream yang tepat, ia berhasil meraih waktu lap 1 menit 43,812 detik, hanya terpaut 0,147 detik dari pembalap tercepat, sekaligus mengamankan tiket langsung ke kualifikasi dua (Q2).
Bagi Veda yang baru menjalani musim penuh perdananya di Moto3 setelah promosi dari CEV Moto3 Junior World Championship, pencapaian ini menjadi sinyal kuat akan kemampuannya beradaptasi dengan trek baru. Hungaroring, yang kembali masuk kalender Moto3 setelah absen selama lebih dari tiga dekade, memang dikenal sebagai sirkuit teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat yang menuntut keseimbangan motor sempurna. Data dari sesi practice menunjukkan bahwa sektor dua dan sektor tiga, yang terdiri dari chicane dan tikungan medium-speed, menjadi titik balik performa Veda; ia mencatatkan keunggulan waktu hingga 0,3 detik dibandingkan rata-rata pembalap lain di sektor tersebut.
Peningkatan ini juga mengukuhkan posisi Veda sebagai calon kandidat peraih poin pada balapan Minggu nanti. Dalam dua seri sebelumnya musim 2026, ia telah mengantongi total 11 poin, dan hasil practice ini menempatkannya di grup depan yang akan memulai kualifikasi dengan peluang start dari dua baris terdepan.
Analisis Faktor Peningkatan Signifikan
Lompatan 24 posisi dalam dua sesi berbeda bukan sekadar kebetulan. Beberapa faktor kunci dapat diidentifikasi dari analisis data sesi dan komentar teknisi. Pertama, perubahan setup motor yang agresif antara FP1 dan practice terbukti efektif. Mekanik Honda mengurangi preload suspensi depan sebesar 1,5 mm dan mengatur ulang pemetaan bahan bakar untuk meningkatkan traksi keluar tikungan, sebuah kompromi yang tepat untuk tata letak Hungaroring yang banyak membutuhkan akselerasi cepat dari kecepatan rendah.
Kedua, Veda menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknik pengereman lambat dan penguasaan trail-braking di tikungan pertama dan terakhir, dua titik overtaking utama di sirkuit ini. "Veda mampu membawa kecepatan mid-corner yang lebih tinggi tanpa kehilangan grip belakang. Itu hasil dari adaptasi gaya balapnya yang sangat cepat," ujar seorang pengamat teknis Moto3 yang enggan disebutkan identitasnya.
Ketiga, strategi penggunaan slipstream di trek lurus sepanjang 700 meter sangat membantu. Pada practice, Veda beberapa kali menempel ketat pembalap lain untuk mendapat keuntungan top speed, yang berkontribusi pada perolehan waktu hingga 0,2 detik di sektor pertama.
| Sesi | Posisi | Kenaikan Posisi | Catatan | |------|--------|----------------|---------| | Latihan Bebas 1 (FP1) | 26 (dari 28) | - | Suhu lintasan rendah, setup awal standar | | Practice (PR) | 2 | +24 | Setup diubah, suhu lintasan lebih tinggi, adaptasi pembalap meningkat |Catatan dari tabel di atas memperlihatkan lompatan spektakuler yang jarang terjadi dalam satu hari latihan. Biasanya, pembalap hanya mampu memperbaiki 5–10 posisi setelah evaluasi FP1. Performa Veda menjadi indikasi kuat bahwa dirinya dan tim Honda Asia mampu membaca kondisi lintasan dengan cermat.
Ke depan, Veda akan menghadapi sesi kualifikasi pada Sabtu (esok hari) dengan bekal mental positif. Posisi kedua di practice memberinya keuntungan psikologis dan data yang kaya untuk simulasi kualifikasi. Meski demikian, konsistensi masih menjadi tantangan, mengingat di sesi FP1 ia sempat mengalami dua kali momen hampir kehilangan kendali di tikungan ke-7. Tim diharapkan menyempurnakan stabilitas pengereman untuk menjaga momentum menuju balapan utama. Dengan modal ini, publik Indonesia berharap Veda mampu mengulangi atau bahkan melampaui prestasi terbaiknya musim ini, yakni finis di posisi kedelapan pada seri sebelumnya di Jerez.
Comments (0)