Netanyahu Jagokan Argentina, Azerbaijan Bantu Israel Perangi Iran
Di tengah hiruk-pikuk persiapan Piala Dunia 2026, sebuah prediksi dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengejutkan publik sepak bola global. Neta
Di tengah hiruk-pikuk persiapan Piala Dunia 2026, sebuah prediksi dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengejutkan publik sepak bola global. Netanyahu secara terbuka menjagokan timnas Argentina sebagai juara. Uniknya, ia menegaskan bahwa dukungannya bukan karena Lionel Messi—bintang berjuluk La Pulga yang telah melegenda—melainkan karena alasan yang jauh lebih dalam: politik dan keamanan regional. Hampir bersamaan, sebuah laporan intelijen mengungkap bahwa Azerbaijan, negara berpenduduk mayoritas Muslim Syiah, diam-diam menjadi garda terdepan bantuan untuk Israel dalam perang melawan Iran. Dua fakta ini mungkin tampak tak terkait, namun sesungguhnya mencerminkan strategi besar Israel membangun koalisi anti-Iran yang melampaui batas geografis dan sekat keagamaan.
Dukungan Netanyahu: Bukan Messi, tapi Aliansi Anti-Iran
Sikap Netanyahu yang terang-terangan memihak Argentina bisa dipahami dari sudut pandang sejarah dan geopolitik. Argentina dan Israel memiliki kedekatan emosional yang berakar pada tragedi pengeboman AMIA tahun 1994 di Buenos Aires, yang menewaskan 85 orang. Argentina menuding Iran dan Hizbullah sebagai dalang di balik serangan terhadap pusat komunitas Yahudi tersebut. Selama lebih dari tiga dekade, hubungan Argentina-Iran membeku karena tuntutan keadilan yang tak kunjung terpenuhi.
Dalam konferensi pers baru-baru ini, Netanyahu menyampaikan,
“Saya melihat Argentina sebagai negara yang teguh melawan teror. Itulah alasan saya mendukung mereka, bukan sekadar kemampuan Messi di lapangan.”Pernyataan itu sekaligus menjadi kode diplomatik: Israel mengapresiasi sikap tegas Argentina terhadap Teheran. Bagi Netanyahu, Piala Dunia bukan hanya tentang sepak bola, melainkan panggung untuk memperkuat aliansi simbolis.
Dukungan ini juga menguntungkan Argentina secara politik. Presiden Argentina saat ini, yang dikenal pro-Barat, dapat menggunakan momen ini untuk semakin mendekatkan diri ke Washington dan Tel Aviv. Tim Tango kini tak hanya membawa harapan trofi, tetapi juga membawa pesan solidaritas melawan apa yang sering disebut Netanyahu sebagai “poros kejahatan Iran.”
Azerbaijan: Negara Syiah yang Diam-diam Membantu Israel
Di sisi lain Kaspia, Azerbaijan menjalankan peran yang lebih nyata namun tetap senyap. Negara bekas Uni Soviet itu, yang 97 persen penduduknya Muslim Syiah, menjadi sekunder dekat Israel dalam perang melawan Iran. Berdasarkan laporan intelijen, Azerbaijan mengizinkan Israel menggunakan pangkalan udaranya untuk operasi pengintaian dan logistik. Bahkan, drone-drone canggih buatan Israel dikabarkan lepas landas dari wilayah Azerbaijan untuk memantau aktivitas nuklir dan militer Iran.
Mengapa Azerbaijan mau menempuh langkah berisiko itu? Selain faktor ekonomi dan teknologi militer, ada motif keamanan domestik. Iran adalah rumah bagi jutaan etnis Azeri, dan Teheran kerap menuduh Baku membangkitkan sentimen separatisme. Bagi Presiden Ilham Aliyev, Israel adalah mitra strategis untuk menahan ambisi regional Iran. Pasukan Azerbaijan telah dibekali sistem pertahanan udara Iron Dome dan rudal LORA, menjadikannya salah satu militer terkuat di Kaukasus.
Seorang pejabat pertahanan yang enggan disebutkan namanya menjelaskan,
“Kerja sama ini bersifat defensif sekaligus ofensif. Kami tidak bisa hanya diam ketika ancaman dari selatan terus meningkat.”Fakta ini membalikkan stereotip bahwa solidaritas Islam selalu seragam; kepentingan nasional terbukti lebih kuat daripada ikatan sektarian.
Strategi Israel: Membangun Koalisi dari Buenos Aires hingga Baku
Keterkaitan dua berita ini menjadi jelas ketika kita melihat peta koalisi anti-Iran yang dibangun Israel. Netanyahu memanfaatkan setiap kanal—mulai dari diplomasi olahraga hingga kerja sama militer rahasia—untuk mengisolasi Teheran. Argentina mewakili front diplomatik berbasis empati sejarah, sementara Azerbaijan adalah ujung tombak operasi di perbatasan utara Iran.
Dalam konteks yang lebih luas, Israel juga merangkul negara-negara Suni seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Namun, keterlibatan negara Syiah seperti Azerbaijan menjadi bukti bahwa kalkulasi geopolitik mengalahkan dogma keagamaan. Total bantuan militer Israel ke Azerbaijan diperkirakan mencapai 5 miliar dolar AS selama satu dekade terakhir, menjadikan negara itu sebagai sekunder terpenting di lingkaran lingkar Iran.
Pertandingan sesungguhnya bukan di lapangan hijau, melainkan di papan catur Timur Tengah.
[SOCIAL_TWEET]: Prediksi Netanyahu: Juara Piala Dunia 2026 adalah Argentina, tapi bukan karena Messi. Ini kode politik untuk solidaritas anti-Iran. Sementara itu, Azerbaijan si Syiah diam-diam bantu Israel perangi Iran. Geopolitik lebih liar dari drama sepak bola! #Netanyahu #Argentina #Azerbaijan #IsraelIran[SOCIAL_TG]: ⚽️ Netanyahu: Argentina juara Piala Dunia 2026, tapi bukan karena Messi. Ada motif politik anti-Iran di baliknya. 🇦🇷🤝🇮🇱 🔍 Sementara itu, Azerbaijan (negara Syiah!) diam-diam bantu Israel dalam perang melawan Iran. Peta koalisi makin rumit!
Comments (0)