Mohamed Ouahbi Tolak Maroko Cepat Berpuas Diri Jelang Lawan Prancis
APABERITA — Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, dengan tegas menolak segala bentuk euforia berlebihan yang mulai menyelimuti skuad asuhannya. Pernyataan
APABERITA — Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, dengan tegas menolak segala bentuk euforia berlebihan yang mulai menyelimuti skuad asuhannya. Pernyataan ini ia lontarkan menjelang laga krusial perempat final Piala Dunia 2026 melawan tim kuat Prancis.
Dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan yang digelar pada Jumat waktu setempat, Ouahbi menginstruksikan para pemainnya untuk tetap membumi dan tidak terbuai oleh pujian yang mengalir deras pasca keberhasilan mereka melaju ke babak delapan besar.
Fokus Penuh untuk Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Ouahbi menekankan bahwa perjalanan tim berjuluk The Atlas Lions ini masih panjang. Ia secara eksplisit menyatakan bahwa evaluasi terhadap performa dan pencapaian tim hanya akan dilakukan setelah turnamen empat tahunan ini benar-benar berakhir, bukan saat ini.
“Kami belum menginginkan siapapun di tim ini larut dalam pujian. Kami baru akan mengevaluasi sejauh mana perjalanan ini berjalan setelah turnamen berakhir. Target utama kami saat ini sangat jelas dan tidak bisa diganggu gugat: lolos ke babak semifinal,”
tegas Ouahbi kepada awak media.
Pelatih berkebangsaan Maroko itu menilai, terlalu cepat berpuas diri adalah jebakan paling berbahaya dalam sebuah turnamen sekompetitif Piala Dunia. Ia meminta anak asuhnya untuk tetap mempertahankan rasa lapar akan kemenangan yang telah menjadi ciri khas mereka sepanjang turnamen.
Larut dalam Pujian Dianggap Bisa Merugikan Tim
Lebih lanjut, Ouahbi membeberkan bahwa fokus seluruh elemen tim kini sepenuhnya tertuju pada strategi untuk meredam kekuatan Prancis. Ia menegaskan bahwa penghormatan terhadap lawan bukan berarti gentar, melainkan sebuah kewaspadaan teknis yang perlu dijaga selama 90 menit pertandingan nanti.
“Prancis adalah tim yang luar biasa dengan segudang pengalaman di fase knockout. Tapi kami datang ke sini bukan sekadar untuk berpartisipasi. Para pemain tahu apa yang dipertaruhkan, dan saya pastikan mereka tidak akan kehilangan fokus hanya karena validasi dari luar,”
tambahnya.
Diketahui, Maroko sukses mencuri perhatian publik sepak bola dunia setelah mendepak salah satu unggulan di babak 16 besar. Namun demikian, Ouahbi memilih untuk tidak mengungkit sejarah manis itu lebih lama dan langsung mengalihkan perhatian tim ke sesi pemulihan dan taktik. Keputusan tegas pelatih berusia 53 tahun ini diambil demi menjaga atmosfer internal tim tetap profesional dan rendah hati.
Tolak Anggap Remeh Sang Juara Bertahan
Laga melawan Prancis diprediksi akan berjalan sangat intens. Armada Ouahbi harus bekerja ekstra keras untuk menembus solidnya lini belakang lawan serta mewaspadai serangan balik cepat yang menjadi senjata utama Les Bleus. Kendati demikian, Ouahbi optimistis bahwa kedisiplinan adalah kunci untuk menaklukkan sang juara bertahan.
Ia menutup sesi konferensi pers dengan pesan tegas bahwa para pemain dilarang keras mengakses pemberitaan berlebihan mengenai mereka di media sosial hingga pertandingan usai. Menurutnya, “medsos” bisa menjadi racun bagi mentalitas tim jika tidak dikelola dengan baik, terutama menjelang duel sebesar perempat final Piala Dunia 2026 melawan Prancis.
Pertandingan antara Maroko dan Prancis dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia. Akankah The Atlas Lions melanjutkan dongeng mereka ke semifinal, ataukah tembok Prancis akan menjadi akhir dari perjalanan impresif wakil Afrika tersebut? Semua akan terjawab hanya dalam hitungan jam ke depan.
Comments (0)