Sep 16, 2026
Hukum

Merapi Luncurkan 7 Kali Guguran Lava, Status Siaga Tetap Bertahan

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dilaporkan masih bergejolak. Balai Penyelidikan dan

Merapi Luncurkan 7 Kali Guguran Lava, Status Siaga Tetap Bertahan

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dilaporkan masih bergejolak. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat gunung api aktif tersebut meluncurkan guguran lava pijar sebanyak tujuh kali dalam periode pengamatan terbaru. Menanggapi dinamika vulkanik yang persisten ini, otoritas kebencanaan tetap mempertahankan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

Luncuran material vulkanik tersebut didominasi ke arah barat daya, melintasi hulu sungai-sungai utama seperti Kali Bebeng dan Kali Krasak. Berdasarkan data instrumental, aktivitas kegempaan internal maupun guguran permukaan di tubuh Merapi menunjukkan bahwa pasokan magma dari kedalaman masih terus berlangsung, memicu pertumbuhan serta ketidakstabilan kubah lava di sektor barat daya maupun di bagian tengah kawah puncak.

Dinamika Kubah Lava dan Rekaman Seismik

Selain visual guguran lava, BPPTKG merekam puluhan kali gempa guguran, gempa fase banyak (hybrid), serta gempa vulkanik dangkal. Fenomena ini mengindikasikan tekanan fluida dan pergerakan magma yang belum sepenuhnya mereda di dalam kantung pipa magma Merapi. Kondisi morfologi kubah lava yang terus mengalami akumulasi volume turut memperbesar potensi runtuhnya material bersuhu tinggi sewaktu-waktu.

"Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi masih berlangsung. Kami mengimbau masyarakat dan para pelaku wisata untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius kawasan rawan bencana yang telah dipetakan," rilis tim pengamat BPPTKG dalam laporan resminya.

Para pengamat geologi menegaskan bahwa meskipun erupsi bersifat efusif—yakni pembentukan dan guguran kubah lava secara bertahap—ancaman awan panas guguran (APG) tetap membayangi lereng Merapi. Kecepatan awan panas yang mampu mencapai ratusan kilometer per jam menjadikannya ancaman paling mematikan bagi kawasan permukiman yang berada terlalu dekat dengan alur sungai hulu.

Zona Bahaya dan Rekomendasi Keselamatan

Untuk mengantisipasi potensi eskalasi bencana, BPPTKG telah merilis panduan zona bahaya terukur yang wajib ditaati oleh warga setempat, penambang pasir, maupun wisatawan:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi alur Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak radius 7 kilometer dari puncak.
  • Sektor Tenggara: Meliputi alur Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga jarak aman 5 kilometer.
  • Lontaran Material Pijar: Jika terjadi letusan eksplosif freatik maupun magmatik, lontaran material padat dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat di lereng Merapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar hujan, terutama saat intensitas curah hujan tinggi mengguyur kawasan puncak. Endapan material guguran yang menumpuk di hulu sungai dapat dengan mudah tersapu arus air hujan dan berubah menjadi banjir lahar dingin yang merusak infrastruktur jembatan serta tanggul di bantaran sungai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User