Mentrans Mau Libatkan Dunia Usaha-Kampus, Sebut Transmigrasi Sudah Mendunia
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmennya untuk merevolusi program transmigrasi nasional dengan mengintegrasikan peran dunia usaha dan institusi pendidikan t
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmennya untuk merevolusi program transmigrasi nasional dengan mengintegrasikan peran dunia usaha dan institusi pendidikan tinggi. Keinginan tersebut disampaikan dalam sebuah media gathering yang digelar Kementerian Transmigrasi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (26/6/2026).
Dalam laporan Apaberita.com, Iftitah menjelaskan bahwa model kolaborasi triple helix—yang melibatkan pemerintah, dunia kampus, dan dunia usaha—akan menjadi fondasi baru pelaksanaan transmigrasi di era modern. Menurutnya, pendekatan ini akan membawa kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar lokasi pemindahan penduduk.
Triple Helix: Memadukan Pemerintah, Usaha, dan Kampus
"Kami sedang memadukan antara dunia usaha dengan dunia kampus. Inilah yang disebut dengan triple helix. Pemerintah, dunia kampus, dan dunia usaha. Kita ingin hadir, tiga-tiganya ke kawasan transmigrasi, bukan lagi sekadar orang dipindah. Tapi ada keterlibatan dunia usaha dan dunia kampus," ujar Iftitah.
Iftitah memaparkan bahwa ke depan, kawasan transmigrasi akan dipersiapkan sebagai daerah yang memiliki ekosistem lengkap. Dunia usaha diharapkan membuka lapangan kerja dan investasi, sementara perguruan tinggi akan berperan dalam riset, pendampingan, dan pengembangan SDM. Pemerintah berfungsi sebagai fasilitator yang memastikan kebijakan dan infrastruktur dasar tersedia. Dengan sinergi ini, transmigrasi tidak hanya memindahkan warga, tetapi juga memindahkan ilmu pengetahuan, modal, dan teknologi.
Lebih lanjut, Mentrans menekankan bahwa konsep triple helix ini sejalan dengan visi global tentang pembangunan daerah terpadu. "Transmigrasi sudah mendunia," sebutnya, merujuk pada fakta bahwa banyak negara kini mengadopsi model serupa untuk mengatasi kesenjangan wilayah. Pihaknya berharap keterlibatan kampus dan pelaku usaha akan memutus ketergantungan kawasan transmigrasi pada bantuan pemerintah semata, dan menciptakan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam kesempatan berbeda, Mentrans juga sempat mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait inisiatif 'Transmigrasi Patriot'. Meski tidak dirinci lebih detail dalam pertemuan media kemarin, konsep tersebut diyakini akan menjadi bagian dari transformasi besar yang tengah disiapkan kementerian. Arahan Presiden disebut-sebut menekankan pada pembangunan karakter dan semangat kewirausahaan bagi generasi muda transmigran.
Kementerian Transmigrasi menargetkan agar pada tahun-tahun mendatang, sejumlah kawasan transmigrasi percontohan dapat menjadi model bagi daerah lain. Dengan melibatkan dunia usaha, diharapkan terbentuk sentra-sentra industri berbasis pertanian, perikanan, atau pariwisata yang dikelola secara profesional. Sementara itu, peran kampus akan memastikan inovasi dan praktik baik terus mengalir ke masyarakat transmigran.
Acara media gathering tersebut menjadi wadah bagi Kementrans untuk memaparkan peta jalan baru transmigrasi Indonesia yang lebih inklusif dan progresif. Iftitah menegaskan bahwa masa depan program ini bukan hanya tentang menambah jumlah penduduk di luar Jawa, melainkan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan yang berdaya saing tinggi. "Kita ingin kehadiran tiga pilar ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga di kawasan transmigrasi," pungkasnya.
Comments (0)