Menko Pangan Zulhas Tegaskan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga memasuki bulan Ramadhan ...
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Senin, 17 Februari 2025.
Dalam rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional tersebut, Zulhas menyatakan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 2,1 juta ton. Angka tersebut dinilai cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi pada periode Ramadan dan Lebaran.
"Berdasarkan data yang kami terima dari Bulog dan Badan Pangan Nasional, stok beras kita aman. Cadangan beras pemerintah mencapai 2,1 juta ton, dan ini akan terus bertambah seiring dengan masuknya hasil panen raya pada bulan Maret mendatang," ujar Zulhas dalam keterangan persnya setelah rapat.
Panen Raya Diprediksi Meningkatkan Pasokan
Menindaklanjuti data tersebut, Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun skema distribusi untuk memastikan ketersediaan beras di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil. Ia menambahkan bahwa panen raya yang diprediksi terjadi pada Maret 2025 akan menjadi penyangga utama pasokan beras nasional.
"Kita perkirakan panen raya akan menghasilkan sekitar 3,5 juta ton gabah kering giling. Ini akan menambah stok kita secara signifikan. Pemerintah juga telah menginstruksikan Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, agar petani tetap diuntungkan dan pasokan terus mengalir," tegasnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, diputuskan pula bahwa Bulog akan menambah kapasitas gudang penyimpanan di beberapa provinsi penghasil beras utama, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penumpukan hasil panen dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Stabilitas Harga Menjadi Prioritas Utama
Zulhas juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan operasi pasar dan menggelar pasar murah di berbagai daerah, terutama di titik-titik yang mengalami kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Berdasarkan pantauan kami, harga beras medium saat ini masih berada di kisaran Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per kilogram. Angka ini masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Namun, kami tidak akan lengah. Inspeksi mendadak akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada spekulan yang memanfaatkan momen Ramadhan untuk menaikkan harga secara tidak wajar," kata Zulhas.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan kepolisian untuk mengawasi distribusi dan perdagangan beras di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat.
Kebijakan Impor Dievaluasi Secara Berkala
Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan bahwa kebijakan impor beras akan terus dievaluasi secara berkala. Pemerintah, menurutnya, akan memprioritaskan penyerapan produksi dalam negeri sebelum memutuskan untuk melakukan impor. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Koordinasi yang membahas proyeksi produksi dan konsumsi nasional.
"Prinsip kita jelas, serap dulu produksi petani lokal. Impor hanya dilakukan jika memang diperlukan untuk menambah stok dan menstabilkan harga. Semua keputusan diambil berdasarkan data yang akurat dan kebutuhan riil di lapangan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengapresiasi kinerja para petani yang telah bekerja keras menjaga ketahanan pangan nasional. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk memastikan Indonesia tidak hanya swasembada beras, tetapi juga mampu menjadi lumbung pangan dunia.
"Kami optimis dengan langkah yang telah disusun. Dengan koordinasi yang baik dan pengawasan yang ketat, masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras selama Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok terpenuhi dengan harga yang terjangkau," pungkas Zulhas mengakhiri keterangannya.
Comments (0)