Sep 17, 2026
Hukum

Memoar Narges Mohammadi Bongkar Praktik Penyiksaan di Penjara Iran

Aktivis hak asasi manusia sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Narges Mohammadi, kembali mengejutkan publik internasional melalui peluncuran memoar pribadiny

Memoar Narges Mohammadi Bongkar Praktik Penyiksaan di Penjara Iran

Aktivis hak asasi manusia sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Narges Mohammadi, kembali mengejutkan publik internasional melalui peluncuran memoar pribadinya. Ditulis secara sembunyi-sembunyi dari balik jeruji besi Penjara Evin yang terkenal kejam di Teheran, catatan tersebut membeberkan secara terperinci tindak kekerasan fisik, intimidasi psikologis, serta pelanggaran hak fundamental yang dialami para tahanan politik di Iran.

Mohammadi yang kini berusia 54 tahun menegaskan dirinya sepenuhnya siap menghadapi konsekuensi hukum dan ancaman hukuman tambahan dari otoritas berwenang akibat keberaniannya mengungkap realitas kelam sistem peradilan Iran kepada dunia luar.

Kronologi Penyelundupan Naskah dari Penjara Evin

Proses penulisan dan pengeluaran naskah memoar ini membutuhkan keberanian luar biasa mengingat pengawasan ketat aparat keamanan Iran. Rangkaian penyelundupan dilakukan melalui tahapan yang sangat berisiko:

  1. Penulisan Fragmen Rahasia: Mohammadi mencatat kesaksiannya sedikit demi sedikit di atas lembaran kertas kecil pada waktu-waktu yang luput dari pantauan sipir penjara.
  2. Bantuan Jaringan Tahanan: Naskah-naskah kecil tersebut dititipkan kepada sesama narapidana dan pengunjung keluarga terpercaya yang memiliki akses berkala ke luar fasilitas tahanan.
  3. Penyusunan di Luar Negeri: Fragmen tulisan tangan tersebut kemudian dikumpulkan oleh tim advokasi di luar negeri hingga tersusun menjadi sebuah dokumen utuh yang siap dipublikasikan.
"Setiap kata yang diselundupkan keluar dari balik dinding penjara adalah bentuk perlawanan nyata terhadap kebungkaman yang dipaksakan rezim penguasa."

Dua Dekade Penindasan dan Perlawanan Tanpa Henti

Perjalanan hidup Narges Mohammadi diwarnai represi berkepanjangan akibat penentangannya terhadap penerapan hukuman mati dan kewajiban hukum jilbab yang diskriminatif. Sebagian besar dari dua dekade terakhir dihabiskannya di dalam sel isolasi, terpisah jauh dari anak-anaknya yang kini tinggal di pengasingan.

Kondisi kesehatan Mohammadi dilaporkan kian memburuk setelah mengalami pemukulan berulang kali dan pembatasan akses medis darurat. Kendati demikian, komitmen peraih Nobel Perdamaian tahun 2023 ini tidak surut. Di dalam memoarnya, ia memaparkan kesaksian dari puluhan perempuan lain yang menjadi korban penyiksaan selama penahanan terkait gelombang demonstrasi sipil.

Sorotan Internasional terhadap Fasilitas Penjara Teheran

Publikasi memoar ini memperkuat tekanan komunitas global terhadap catatan hak asasi manusia di Iran. Komite Nobel Internasional dan berbagai lembaga pemantau independen mendesak pembebasan tanpa syarat bagi Mohammadi dan aktivis pro-demokrasi lainnya.

  • Kondisi Penjara Evin: Penjara ini telah lama dituding oleh organisasi hak asasi manusia internasional sebagai pusat penahanan sewenang-wenang terhadap pembangkang politik dan jurnalis.
  • Tuntutan Reformasi: Memoar ini diharapkan menjadi bukti kunci yang mendorong penyelidikan internasional independen terhadap dugaan kejahatan kemanusiaan di fasilitas tahanan Iran.

Kendati ancaman isolasi total dan perpanjangan masa tahanan membayangi, Mohammadi menyatakan bahwa kebenaran mengenai kondisi para tahanan di Iran jauh lebih berharga daripada keselamatan pribadinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User