Longsor di Gegerkalong Bandung Hancurkan Masjid dan Rumah Warga
Bencana tanah longsor menerjang permukiman di kawasan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (18/7/2026), mengakibatkan empat bangunan hancur total. Peristiwa yang dipic...
Bencana tanah longsor menerjang permukiman di kawasan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (18/7/2026), mengakibatkan empat bangunan hancur total. Peristiwa yang dipicu oleh hujan deras berkepanjangan itu menimbulkan kerusakan berat pada sebuah masjid, satu madrasah, dan dua unit rumah warga. Hingga malam hari, tim gabungan masih melakukan asesmen dan evakuasi di lokasi yang tertutup material tanah bercampur bebatuan.
Kronologi dan Faktor Pemicu
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung utara selama lebih dari empat jam tanpa henti. Tebing setinggi 15 meter yang berada tepat di belakang deretan bangunan tersebut ambles dan meluncurkan material tanah lempung berpasir yang sudah jenuh air. Kondisi lereng dengan kemiringan di atas 40 derajat mempercepat pergerakan tanah ke bawah, langsung menimpa bangunan yang berada pada jarak kurang dari lima meter dari kaki tebing. Warga setempat, yang sebelumnya sudah merasakan retakan kecil pada dinding bangunan, sempat menyelamatkan diri begitu mendengar suara gemuruh dan melihat pepohonan di atas tebing mulai miring.
Dampak Kerusakan dan Data Bangunan
Empat bangunan yang terdampak teridentifikasi sebagai Masjid Al-Barokah, Madrasah Diniyah Al-Barokah, serta dua rumah milik warga bernama Asep Suherman dan Endang Rahayu. Masjid yang baru direnovasi tiga bulan lalu itu kini rata dengan tanah, hanya tersisa puing kubah dan reruntuhan dinding. Bangunan madrasah yang bersebelahan mengalami kerusakan serupa; buku, meja belajar, dan perlengkapan ibadah tertimbun lumpur tebal. Dua rumah warga juga runtuh sebagian besar, dan tidak dapat lagi ditempati karena konstruksi utama ambruk. Beruntung, berdasarkan laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jabar, tidak ditemukan korban jiwa dalam kejadian ini. Sebanyak 23 jiwa yang sebelumnya menempati bangunan-bangunan tersebut berhasil keluar sebelum longsor sepenuhnya menghantam. Satu warga lanjut usia mengalami luka ringan akibat tersandung saat berlari dan sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukasari.
Penanganan Darurat dan Respon Pemerintah
BPBD Kota Bandung segera mengerahkan satu regu reaksi cepat beranggotakan 12 personel yang tiba di lokasi pada pukul 16.10 WIB, dilengkapi peralatan search and rescue ringan. Proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan menggunakan dua unit alat berat jenis mini-excavator dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung yang didatangkan pada pukul 19.00 WIB, mengingat akses jalan sempit dan dikelilingi permukiman padat. Pemerintah Kelurahan Gegerkalong membuka posko darurat di Aula Kantor Kelurahan dan menyiapkan tenda pengungsian di Lapangan RW 09 untuk menampung sementara para korban. Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa 50 paket sembako, 30 selimut, matras, dan perlengkapan dapur umum. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, dalam keterangan tertulisnya, menyatakan bahwa status tanggap darurat skala terbatas diberlakukan selama tiga hari ke depan untuk memastikan keamanan lokasi dan percepatan pendataan kerusakan. "Kami mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng bukit untuk sementara mengungsi jika hujan deras kembali terjadi, mengingat potensi longsor susulan sangat tinggi," ujarnya.
Imbauan Kewaspadaan dan Upaya Mitigasi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Bandung Raya yang berlaku hingga 21 Juli 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan masih akan mengguyur, khususnya pada sore hingga malam hari. Menindaklanjuti hal itu, BPBD Kota Bandung memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas dengan mengaktifkan sirine di tiga titik rawan longsor di Kecamatan Sukasari. Warga diminta segera menghubungi nomor darurat 112 atau Pusdalops 022-7232680 jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru, rembesan air keruh, atau pohon dan tiang listrik yang tiba-tiba miring. Gegerkalong sendiri merupakan salah satu dari 42 titik rawan longsor yang dipetakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan Kota Bandung. Kepada media, Camat Sukasari menegaskan bahwa pihaknya bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana Kelurahan akan segera melakukan verifikasi ulang terhadap bangunan-bangunan di zona merah dan menyosialisasikan rencana relokasi bertahap bagi rumah tangga yang berada di tebing dengan kestabilan tanah rendah. Kejadian ini menambah panjang catatan bencana hidrometeorologi di Bandung sepanjang musim kemarau basah tahun 2026, yang sebelumnya didominasi banjir bandang di Dayeuhkolot dan pergerakan tanah di Lembang. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen mengalokasikan dana Tidak Terduga sebesar Rp2,3 miliar untuk penanganan darurat dan rehabilitasi pascabencana di wilayah tersebut.
Comments (0)