London Buktikan Zona Emisi Rendah Efektif, Kota Lain Masih Ragu
Sepuluh tahun setelah London menerapkan zona emisi rendah (Low Emission Zone), bukti keberhasilannya semakin nyata: kualitas udara di ibu kota Inggris itu
Sepuluh tahun setelah London menerapkan zona emisi rendah (Low Emission Zone), bukti keberhasilannya semakin nyata: kualitas udara di ibu kota Inggris itu membaik secara signifikan. Namun di tengah kesuksesan itu, muncul pertanyaan besar — mengapa kota-kota di seluruh dunia masih begitu berhati-hati untuk mengikuti langkah serupa?
Alastair Harper, seorang advokat kesehatan anak, mengingat betul momen yang mengubah hidupnya satu dekade lalu. Saat itu ia sedang berada dalam rapat perencanaan kampanye polusi udara di London ketika teleponnya berdering tanpa henti. "Saya mengangkat telepon itu, lalu memberi tahu orang-orang di ruangan bahwa saya harus segera pergi," kenangnya.
"Saya harus pergi ke UCLH [salah satu rumah sakit besar London]. Anak saya sendiri dibawa ke sana dengan ambulans yang lampunya menyala karena kesulitan bernapas akibat udara beracun London," tutur Harper.
Keberhasilan yang Terukur
Sejak zona emisi rendah diberlakukan, berbagai penelitian menunjukkan penurunan konsentrasi polutan berbahaya seperti nitrogen dioksida di kawasan pusat kota London. Ribuan kasus penyakit pernapasan dan jantung yang berkaitan dengan polusi udara dilaporkan menurun, sementara kualitas hidup warga di kawasan tersebut meningkat.
Data resmi menunjukkan kadar nitrogen dioksida turun hingga puluhan persen di sejumlah titik pemantauan dalam beberapa tahun terakhir. Perbaikan itu berdampak langsung pada kesehatan, termasuk menurunnya angka rawat inap akibat asma pada anak-anak dan gangguan jantung pada orang dewasa.
Pemerintah London kemudian memperluas cakupan zona ini melalui kebijakan Ultra Low Emission Zone (ULEZ) yang mencakup hampir seluruh wilayah kota. Kebijakan itu mewajibkan kendaraan yang tidak memenuhi standar emisi untuk membayar biaya harian, dengan tujuan mendorong warga beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan atau transportasi umum.
Dari Barcelona hingga Bogotá
Inspirasi dari London pun menyebar. Barcelona menerapkan zona emisi rendah di kawasan pusatnya, sementara Bogotá di Kolombia mengembangkan jaringan transportasi dan pembatasan kendaraan untuk menekan polusi. Paris, Madrid, dan sejumlah kota di Belanda juga mengambil langkah serupa dengan tingkat ambisi yang berbeda-beda.
Namun, jumlah kota yang benar-benar berani menerapkan kebijakan ini masih jauh lebih sedikit dibandingkan kota-kota yang menunda atau membatalkannya. Para pengamat menilai ada tiga faktor utama yang membuat kota-kota dunia ragu: misinformasi, tekanan politik, dan kepentingan kelompok tertentu.
Misinformasi dan Kampanye Hitam
Kampanye menentang zona emisi rendah kerap memanfaatkan narasi yang menyesatkan, mulai dari tuduhan bahwa kebijakan ini hanya "pajak tersembunyi" hingga klaim bahwa kebijakan tersebut merugikan pedagang kecil dan masyarakat berpenghasilan rendah. Padahal, berbagai evaluasi menunjukkan dampak ekonomi negatif yang terjadi cenderung kecil dan bersifat sementara dibandingkan manfaat kesehatan yang dihasilkan.
Tekanan politik juga menjadi penghalang besar. Kebijakan lingkungan yang menyentuh kantong warga sering kali menjadi sasaran empuk dalam kontestasi politik, terutama menjelang pemilu. Sementara itu, kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan pada industri otomotif dan bahan bakar fosil dinilai aktif melobi untuk melemahkan atau menunda kebijakan tersebut.
Pelajaran dari London
Pengalaman London menunjukkan bahwa keberhasilan zona emisi rendah membutuhkan komitmen politik yang kuat, komunikasi publik yang jujur, dan pendampingan bagi kelompok yang paling terdampak. Harper, yang kini melihat anaknya tumbuh sehat, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar soal angka, melainkan soal nyawa.
- London menerapkan zona emisi rendah sejak satu dekade lalu dan memperluasnya melalui kebijakan ULEZ.
- Bukti menunjukkan penurunan polutan dan perbaikan kesehatan warga di kawasan zona emisi rendah.
- Barcelona, Bogotá, Paris, dan Madrid termasuk kota yang meniru langkah London dengan skala berbeda.
- Misinformasi, tekanan politik, dan kepentingan industri disebut sebagai penghalang utama adopsi kebijakan serupa.
Masa Depan Udara Bersih Dunia
Para ahli menilai momentum kini ada di tangan para pemimpin kota. Dengan bukti keberhasilan yang semakin kuat dari London dan kota-kota lain, alasan untuk menunda kebijakan udara bersih semakin sulit dipertahankan. Yang dibutuhkan, menurut mereka, adalah keberanian politik dan komunikasi yang lebih baik kepada publik.
Pertanyaan yang tersisa adalah: berapa lama lagi kota-kota dunia akan menunggu sebelum menempatkan udara bersih sebagai prioritas, bukan sekadar janji kampanye? Bagi keluarga seperti Harper, jawabannya harus secepat mungkin — karena setiap tahun penundaan berarti ribuan anak-anak yang tumbuh dengan udara yang tidak layak mereka hirup.
[SOCIAL_TWEET]: Sepuluh tahun berjalan, zona emisi rendah London terbukti memperbaiki kualitas udara. Lalu mengapa kota-kota dunia masih ragu? #ULEZ #PolusiUdara #London[SOCIAL_TG]: 🌍 ZONA EMISI RENDAH LONDON TERBUKTI BERHASIL — Namun kota-kota dunia masih ragu karena misinformasi, tekanan politik, dan kepentingan industri. Baca ulasan lengkapnya di Apaberita.com.
Comments (0)