Infantino Marahkan Anggota Concacaf Usai Membajak Rapat CFU
Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menjadi pusat kontroversi di tengah upaya pencalonannya kembali sebagai ketua organisasi sepak bola dunia. Ia ditu
Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menjadi pusat kontroversi di tengah upaya pencalonannya kembali sebagai ketua organisasi sepak bola dunia. Ia dituding membajak rapat Caribbean Football Union (CFU) yang berlangsung di Republik Dominika untuk mengumumkan program pembangunan bantuan FIFA senilai jutaan dolar AS, sebuah program yang sebenarnya telah tertunda berbulan-bulan.
Sejumlah sumber yang menghadiri rapat CFU tersebut menyebut banyak anggota Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) merasa geram dengan perilaku Infantino. Kekesalan itu dinilai makin dalam karena presiden FIFA tersebut sebenarnya telah diminta untuk tidak hadir oleh Presiden Concacaf, Victor Montagliani.
Manuver di Tengah Perburuan Dukungan
Langkah Infantino itu dinilai sejumlah pengamat sebagai manuver politik yang berisiko, mengingat ia tengah gencar menggalang dukungan dari negara-negara anggota Concacaf untuk pemilihan presiden FIFA yang akan datang. Kawasan Karibia selama ini dikenal sebagai blok suara yang solid dan sering menjadi penentu dalam berbagai pemilihan di tubuh FIFA.
Alih-alih mematuhi permintaan Montagliani, Infantino justru menggunakan forum rapat CFU sebagai panggung untuk mengumumkan proyek-proyek pembangunan sepak bola yang didanai FIFA untuk kawasan tersebut. Proyek itu bernilai jutaan dolar, namun menurut para sumber, dana tersebut sudah lama tertunda dan baru diumumkan pada momen yang sangat politis.
"Banyak delegasi merasa tidak dihormati. Ia diminta untuk menjauh, tetapi justru hadir dan mengubah agenda rapat menjadi panggung kampanye. Ini benar-benar memicu kemarahan," ujar seorang sumber yang hadir dalam rapat tersebut.
Hubungan yang Kian Menegang
Ketegangan antara Infantino dan Montagliani sebenarnya bukan hal baru. Keduanya kerap berbeda pandangan dalam sejumlah kebijakan FIFA, termasuk soal kalender pertandingan internasional yang semakin padat serta distribusi pendanaan pembangunan ke berbagai konfederasi.
Montagliani sendiri merupakan salah satu tokoh yang cukup vokal dalam menyuarakan kepentingan asosiasi sepak bola di kawasan Amerika Utara dan Karibia. Permintaan agar Infantino tidak menghadiri rapat CFU dinilai sebagai sinyal kuat bahwa hubungan keduanya berada pada titik terendah.
Konteks ini menjadi semakin peka karena Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — tiga anggota Concacaf — akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Dengan turnamen terbesar di dunia itu di depan mata, setiap gesekan politik antara FIFA dan kawasan tersebut berpotensi memengaruhi atmosfer kerja sama menjelang turnamen.
Program yang Tertunda dan Pertanyaan Baru
Yang membuat situasi semakin rumit adalah fakta bahwa program pembangunan yang diumumkan Infantino sebenarnya telah lama dinantikan negara-negara anggota CFU. Banyak asosiasi sepak bola di Karibia mengeluhkan lambatnya pencairan dana FIFA untuk pembangunan infrastruktur, pelatihan, dan kompetisi usia muda.
Dengan mengumumkannya di tengah rapat yang bukan agenda resminya, Infantino dinilai mencoba mengambil keuntungan politik atas program yang seharusnya diumumkan melalui jalur resmi. Beberapa sumber menyebut langkah ini justru kontraproduktif dan dapat mengikis dukungan yang selama ini dinikmatinya di kawasan tersebut.
- Infantino memanfaatkan rapat CFU di Republik Dominika untuk mengumumkan program bantuan FIFA senilai jutaan dolar.
- Presiden Concacaf Victor Montagliani sempat meminta Infantino untuk tidak menghadiri rapat tersebut.
- Banyak anggota Concacaf menilai langkah Infantino sebagai manuver kampanye pemilihan ulang.
- Program pembangunan itu dilaporkan telah tertunda berbulan-bulan sebelum akhirnya diumumkan.
Dampak terhadap Peta Dukungan
Kekesalan anggota Concacaf ini berpotensi mengubah peta dukungan dalam pemilihan presiden FIFA mendatang. Meski Infantino masih dianggap sebagai kandidat terkuat, hilangnya dukungan dari blok Karibia dapat menjadi sinyal bahwa kepemimpinannya mulai dipertanyakan.
Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut. Sementara itu, CFU dan Concacaf juga belum berkomentar mengenai insiden yang terjadi di Republik Dominika tersebut.
Kontroversi ini menambah daftar panjang kritik terhadap gaya kepemimpinan Infantino yang kerap dianggap otoriter dan mengabaikan protokol. Pertanyaannya kini sederhana: apakah manuver politik semacam ini akan menguatkan posisinya, atau justru menjadi bumerang bagi ambisinya untuk kembali memimpin FIFA?
[SOCIAL_TWEET]: Infantino dituding membajak rapat CFU di Republik Dominika demi mengumumkan proyek FIFA senilai jutaan dolar yang tertunda. Anggota Concacaf dilaporkan geram. #FIFA #Infantino #SepakBola[SOCIAL_TG]: 🚨 INFANTINO KEMBALI BERPOLITIK — Presiden FIFA membajak rapat CFU di Republik Dominika untuk umumkan program bantuan jutaan dolar yang tertunda. Anggota Concacaf geram, Montagliani memintanya tidak hadir. Baca selengkapnya di Apaberita.com.
Comments (0)