Perang Dagang AS-Kanada Pecah, Trump Sebut Kanada Ingin Jadi Negara Bagian

WASHINGTON — Hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan Kanada resmi memasuki babak perang tarif setelah negosiasi tingkat tinggi di Washington gagal total p

Aug 24, 2026 - 03:27
0 0
Perang Dagang AS-Kanada Pecah, Trump Sebut Kanada Ingin Jadi Negara Bagian

WASHINGTON — Hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan Kanada resmi memasuki babak perang tarif setelah negosiasi tingkat tinggi di Washington gagal total pada Jumat (21/8/2026). Kedua negara kini saling mengenakan tarif terhadap produk-produk andalan masing-masing, sebuah eskalasi yang oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney disebut sebagai serangan terhadap negaranya.

"Kami diserang," kata Carney dalam pernyataan resminya, merujuk pada pemberlakuan tarif AS yang langsung dijawab dengan tarif balasan dari Ottawa. Barang-barang yang terdampak bahkan mencakup komoditas sederhana seperti stik hoki (hockey sticks) dan penekan lidah (tongue depressors), sebuah sinyal bahwa cakupan sengketa ini sangat luas hingga menyentuh kebutuhan rumah tangga warga kedua negara.

Kronologi Runtuhnya Perundingan

Perundingan di Washington itu sejatinya menjadi harapan terakhir kedua negara untuk meredakan ketegangan dagang yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Namun, pembahasan yang alot berujung pada kebuntuan tanpa satu pun kesepakatan yang ditandatangani. Berikut kronologi peristiwa yang membawa kedua negara ke jurang perang dagang:

  1. Jumat, 21 Agustus 2026 — Putaran final negosiasi digelar di Washington dengan agenda utama tarif dan akses pasar.
  2. Delegasi Kanada menuntut penghapusan tarif AS atas produk baja, aluminium, dan kayu, sementara pihak AS mendesak konsesi di sektor pertanian.
  3. Negosiasi berakhir tanpa kesepakatan setelah kedua delegasi gagal menemukan titik temu pada sore hari.
  4. AS segera mengumumkan pemberlakuan tarif atas sejumlah barang asal Kanada.
  5. Kanada merespons dengan tarif balasan yang berlaku efektif pada periode yang sama, memicu perang dagang terbuka.

Trump Menyerang Balik

Presiden AS Donald Trump akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak negosiasi runtuh. Dalam unggahan di platform media sosialnya, Trump meluapkan kemarahannya dengan nada sarkastis:

"Kanada menginginkan keuntungan menjadi sebuah Negara Bagian, tanpa benar-benar menjadi salah satunya!!!"

Pernyataan itu bukan kali pertama Trump melontarkan wacana semacam ini. Sebelumnya, ia beberapa kali menyinggung gagasan menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS, yang selalu ditolak keras oleh Ottawa. Namun, unggahan kali ini muncul di tengah kondisi paling tegang dalam hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa dekade terakhir, sehingga langsung memicu reaksi luas di media dan bursa saham. Para analis menilai pernyataan tersebut semakin mempersempit ruang kompromi di antara kedua pemerintah.

Carney: "Kami Diserang"

Di sisi lain, Mark Carney tidak tinggal diam. Perdana Menteri Kanada itu menyebut tindakan AS sebagai serangan terhadap ekonomi negaranya dan menegaskan Ottawa tidak akan menyerah begitu saja. "Kami diserang, dan kami akan membela kepentingan rakyat Kanada," ujarnya dalam konferensi pers, sebagaimana diberitakan media internasional.

Carney juga menekankan bahwa tarif balasan Kanada dirancang untuk memberikan dampak maksimal kepada produk-produk AS yang selama ini bergantung pada pasar Kanada, sambil tetap berupaya melindungi konsumen domestik dari lonjakan harga. Langkah ini, menurut para pengamat, merupakan sinyal bahwa Kanada siap bertahan dalam perang dagang yang berlarut-larut, meskipun ukuran ekonomi Kanada jauh lebih kecil dibandingkan AS.

Dampak terhadap Ekonomi Kedua Negara

Eskalasi ini diprediksi membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi kedua negara. Beberapa poin penting yang perlu dicermati:

  • Kanada merupakan salah satu mitra dagang terbesar AS, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai ratusan miliar dolar AS setiap tahunnya.
  • Produk yang terkena tarif mencakup barang sehari-hari seperti stik hoki dan penekan lidah, serta komoditas industri seperti baja dan aluminium.
  • Analis memperkirakan konsumen di kedua negara akan merasakan kenaikan harga akibat biaya tarif yang diteruskan ke rantai pasok.
  • Sejumlah analisis media internasional bahkan memperingatkan bahwa negosiasi lanjutan mungkin tidak akan membuahkan hasil dan bisa berakhir sia-sia di tengah sikap kedua pemimpin yang sama-sama keras.

Para ekonom menilai perang tarif ini berisiko memicu inflasi di kedua negara, mengingat rantai pasok AS dan Kanada yang saling terintegrasi sangat erat, terutama di sektor otomotif, energi, dan pertanian. Jika eskalasi terus berlanjut, harga pangan dan kebutuhan industri di kedua sisi perbatasan diprediksi naik dalam beberapa pekan mendatang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada jadwal baru untuk melanjutkan perundingan. Pelaku pasar dan pelaku industri di kedua negara kini bersiap menghadapi ketidakpastian yang berkepanjangan, sementara warga biasa menjadi pihak yang paling mungkin merasakan dampak kenaikan harga dalam waktu dekat.

[SOCIAL_TWEET]: Perang dagang AS-Kanada resmi pecah! Negosiasi di Washington gagal, Trump sebut Kanada "ingin jadi negara bagian". Carney: "Kami diserang." 🚨 #PerangDagang #Trump #Kanada[SOCIAL_TG]: 💥 BREAKING: Perang dagang AS-Kanada pecah. Negosiasi gagal Jumat lalu, tarif balasan langsung berlaku. Trump: "Kanada ingin jadi negara bagian tanpa menjadi bagian." Simak kronologi lengkapnya di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User