Sep 16, 2026
Lampung

LAMPUNG — Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa Menyikapi Kemarau dan Erupsi

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung secara resmi menggelar pelaksanaan Salat Istisqa serta doa bersama yang dipusatkan di Lapangan Korpr

LAMPUNG — Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa Menyikapi Kemarau dan Erupsi

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung secara resmi menggelar pelaksanaan Salat Istisqa serta doa bersama yang dipusatkan di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, pada Kamis (10/9/2026) pagi. Aksi ibadah massal ini dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual bersama dalam memohon petunjuk dan keturunan hujan yang membawa berkah di tengah gempuran kemarau panjang serta meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Lampung, jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta elemen masyarakat hadir memadati lapangan dengan penuh khidmat. Mereka memanjatkan doa agar musibah kekeringan dan ancaman kebencanaan alam yang melanda wilayah Bumi Ruwa Jurai dapat segera berakhir.

Ikhtiar Spiritual dan Introspeksi Diri

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa fenomena alam yang sedang dihadapi oleh Provinsi Lampung saat ini memerlukan pendekatan yang komprehensif. Selain memaksimalkan langkah-langkah mitigasi teknis dan penanganan darurat kebencanaan di lapangan, pemerintah daerah memandang perlu untuk melakukan pendekatan spiritual sebagai wujud penyandaran diri kepada Sang Pencipta.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza tersebut menegaskan bahwa situasi sulit ini seyogianya dijadikan momentum evaluasi serta penguatan ketakwaan seluruh warga Lampung.

"Beberapa waktu belakangan ini kita rasakan bersama bahwa daerah kita, Provinsi Lampung yang kita cintai ini, sedang diuji dengan erupsi Gunung Anak Krakatau dan juga kemarau yang panjang. Ini bukan hanya menuntut kita bergerak secara teknis, tetapi juga menjadi momentum untuk introspeksi diri dan memperkuat ketakwaan," ujar Rahmat Mirzani Djausal di hadapan jemaah.

Ia menekankan bahwa ketetapan alam yang memicu kekeringan di berbagai daerah serta dinamika vulkanik Krakatau merupakan ujian bersama yang harus dihadapi dengan ketabahan, kesiapsiagaan, dan ketundukan spiritual.

Ancaman Ujian Ganda di Bumi Ruwa Jurai

Kondisi geografis Lampung saat ini memang tengah menghadapi dua tantangan alam yang krusial secara bersamaan. Di satu sisi, fenomena kemarau panjang telah memicu penurunan debit air secara signifikan di berbagai daerah irigasi dan pemukiman warga, yang berpotensi mengganggu produktivitas sektor pertanian serta pasokan air bersih.

Di sisi lain, erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Perairan Selat Sunda turut menuntut kewaspadaan ekstra dari pihak berwenang dan masyarakat pesisir. Kombinasi dua peristiwa alam ini memicu perhatian serius dari jajaran Pemprov Lampung.

Beberapa dampak dan aspek utama yang menjadi perhatian pemerintah meliputi:

  • Krisis Pasokan Air: Menyusutnya cadangan air tanah dan sungai yang berdampak pada lahan pertanian masyarakat.
  • Ancaman Kebakaran Lahan: Cuaca terik dan vegetasi mengering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
  • Aktivitas Vulkanik: Erupsi Gunung Anak Krakatau yang membutuhkan pemantauan berkala dan kesiapan jalur evakuasi pesisir.

Penguatan Langkah Mitigasi Teknis

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa ini tidak menggantikan peran penanganan bencana secara fisik. Pemprov Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian, serta instansi terkait terus mengalirkan bantuan air bersih ke titik-titik terdampak kekeringan terparah.

Selain penyaluran bantuan air bersih, langkah siaga darurat juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi erupsi susulan Gunung Anak Krakatau. Pemprov mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di wilayah pesisir serta daerah rawan kekeringan.

Melalui perpaduan antara ikhtiar lahiriah berupa penanganan teknis dan ikhtiar batiniah berupa Salat Istisqa, masyarakat Lampung berharap hujan berkat segera turun untuk memulihkan kondisi lingkungan dan perekonomian warga setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User