Sep 16, 2026
Hukum

KUTA — Pemotor Nekat Gunakan Trotoar, Pengawasan Pantai Kuta Diperketat

Suasana sore di sepanjang jalur pedestrian Pantai Kuta, Badung, Bali, yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi para wisatawan lokal maupun mancan

KUTA — Pemotor Nekat Gunakan Trotoar, Pengawasan Pantai Kuta Diperketat

Suasana sore di sepanjang jalur pedestrian Pantai Kuta, Badung, Bali, yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara, mendadak ternoda oleh aksi tidak terpuji oknum pengendara sepeda motor. Sebuah rekaman video yang viral di berbagai platform media sosial memperlihatkan keberanian sejumlah pemotor melintasi trotoar secara ugal-ugalan demi menembus himpitan kemacetan di kawasan ikonik tersebut. Pemandangan ini langsung memicu gelombang keresahan publik serta dinilai mencederai citra pariwisata Bali yang berupaya menjunjung tinggi kenyamanan pejalan kaki.

Menanggapi kegaduhan yang meluas di ruang publik digital, otoritas keamanan kawasan setempat langsung mengambil sikap tegas. Meskipun belum memegang identitas pasti dari oknum pelanggar dalam video tersebut, langkah preventif dan represif kini tengah disiapkan guna memastikan fasilitas umum tersebut kembali pada fungsi utamanya.

Respon Otoritas dan Skema Patroli Terpadu

Ketiga dihubungi untuk mengonfirmasi kejadian tersebut, Ketua LPM Kelurahan Kuta, I Putu Adnyana, memberikan penjelasan mendalam terkait maraknya sorotan publik terhadap pelanggaran lalu lintas di atas pedestrian tersebut. Ia mengakui bahwa informasi mengenai pelanggaran ini justru lebih dahulu mencuat dan menyebar luas melalui media sosial sebelum ada laporan formal yang masuk dari wisatawan di lapangan.

“Kalau wisatawan yang masuk ke kami belum ada yang sampai secara terang-terangan mengeluh. Sampai saat ini belum ada keluhan dari wisatawan terkait pelanggaran di trotoar,” ujar I Putu Adnyana saat memberikan keterangan pada wartawan.

Kendati belum menerima aduan tertulis dari para pelancong, Adnyana menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan trotoar di kawasan Pantai Kuta sebenarnya sudah menjadi agenda rutin mingguan dan harian. Setiap hari, pengamanan kawasan melibatkan kolaborasi elemen pengamanan lokal yang terdiri dari Jagabaya, Bakamda, Satgas Pantai, hingga personel Linmas. "Tiap hari ada pengawasan. Saat patroli itu pasti dilakukan pengawasan," tegasnya, sembari menambahkan bahwa inspeksi mendadak (sidak) akan diintensifkan secara berkala.

Dilema Keterbatasan Personel dan Evaluasi Pengawasan

Realitas di lapangan menunjukkan adanya tantangan geografis dan teknis yang cukup berat. Garis Pantai Kuta yang membentang sangat panjang tidak berbanding lurus dengan jumlah personel keamanan yang bersiaga di lokasi pada satu waktu. Petugas terpaksa menerapkan pola pemantauan dinamis, yakni berpindah dari satu titik ke titik lainnya secara bergiliran.

Ketiadaan petugas di titik tertentu secara konstan kerap dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Pola pelanggaran yang terjadi tergolong aksi kucing-kucingan: saat petugas berada di lokasi, ketertiban dapat tercipta; namun saat petugas bergeser patroli ke area lain, trotoar kembali 'dijajah' oleh kendaraan roda dua.

Indikator Pengawasan Kondisi Saat Ada Petugas Kondisi Tanpa Petugas
Tingkat Pelanggaran Trotoar Sangat Rendah (Nihil) Tinggi (Oknum Menerobos)
Kenyamanan Pejalan Kaki Terjamin dan Aman Terganggu dan Berisiko
Arus Lalu Lintas Pedestrian Lancar dan Teratur Terhambat Sepeda Motor

Komitmen Penegakan Hukum demi Citra Pariwisata Bali

Menghadapi fenomena pelanggaran yang berulang, pihak LPM Kelurahan Kuta berjanji untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan. Keterbatasan jumlah personel tidak akan dijadikan alasan untuk membiarkan fasilitas publik beralih fungsi. Pengetatan penjagaan akan difokuskan pada titik-titik krusial dan jam-jam rawan kemacetan, terutama saat arus kunjungan wisatawan sedang meningkat drastis pada sore hari.

Integrasi pengawasan antara lembaga adat dan aparat keamanan daerah menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan ini. Harapannya, tindakan tegas serta sidak maraton yang dirancang dapat memberikan efek jera kepada para pengendara nakal. Kenyamanan serta keselamatan pejalan kaki harus menjadi prioritas mutlak demi menjaga marwah pariwisata Internasional di Bali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User