KSP Dorong Program Ketahanan Pangan Kemenimipas Jadi Percontohan Nasional

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ketahanan pangan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Dukungan ini disamp

Jul 08, 2026 - 19:26
0 0
KSP Dorong Program Ketahanan Pangan Kemenimipas Jadi Percontohan Nasional

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ketahanan pangan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Dukungan ini disampaikan atas langkah strategis kementerian tersebut dalam mengoptimalkan lahan-lahan tidur atau tidak produktif yang berada di area fasilitas pemasyarakatan.

Dudung menilai upaya ini sejalan dengan salah satu program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kedaulatan pangan di Indonesia. Transformasi lahan menganggur menjadi area produktif pertanian dinilai sebagai langkah nyata yang berdampak langsung bagi ketahanan pangan nasional.

Rangkaian pernyataan tersebut disampaikan Dudung setelah menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Pemanfaatan Lahan Idle untuk Mendukung Ketahanan Pangan' yang digelar di Gedung Kemenimipas, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyaksikan langsung komitmen kementerian dalam memberikan kontribusi bagi kemandirian pangan melalui pendekatan pembinaan.

Model Pembinaan Terintegrasi

"Hari ini saya hadir di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyaksikan jalannya Focus Group Discussion tentang bagaimana pembinaan masyarakat binaan. Banyak hal yang dilakukan oleh Pak Menteri, bahwa lahan-lahan yang ada di sekitar lapas betul-betul dimanfaatkan untuk peningkatan program ketahanan pangan," jelas Dudung.

Dudung menekankan bahwa sinergi antara pengelolaan lahan dan program pembinaan warga binaan merupakan model yang berpotensi untuk direplikasi secara lebih luas. Keberadaan lahan di sekitar lembaga pemasyarakatan, yang sebelumnya terbengkalai, kini dialihfungsikan menjadi pusat-pusat produksi pangan yang melibatkan partisipasi aktif narapidana dalam proses pengelolaannya.

Langkah ini membawa dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, Kemenimipas turut mengamankan rantai pasok pangan nasional. Di sisi lain, warga binaan mendapatkan pengalaman dan pelatihan keterampilan pertanian yang berguna sebagai bekal saat kembali ke masyarakat nanti. Program ini diharapkan mampu mengurangi angka residivisme melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi.

Melalui laporan yang dihimpun Apaberita.com, diskusi yang berlangsung di lingkungan Kemenimipas tersebut turut membahas strategi perluasan program ke berbagai unit pemasyarakatan di daerah. Potensi lahan tidur yang dimiliki oleh seluruh jajaran di bawah naungan kementerian ini dinilai sangat besar sebagai modal dasar untuk menciptakan pusat-pusat lumbung pangan baru di tingkat regional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User