Sep 16, 2026
Nasional

Krakatau — KP Sanjaya Fokus Cari Jurnalis Hilang Saat Meliput Erupsi

Hembusan angin kencang yang membawa abu vulkanik menyelimuti kawasan perairan Selat Sunda ketika Kapal Polisi (KP) Sanjaya perlahan membelah gelombang ting

Krakatau — KP Sanjaya Fokus Cari Jurnalis Hilang Saat Meliput Erupsi

Hembusan angin kencang yang membawa abu vulkanik menyelimuti kawasan perairan Selat Sunda ketika Kapal Polisi (KP) Sanjaya perlahan membelah gelombang tinggi pada Sabtu sore. Di atas geladak kapal patroli milik Direktorat Polisi Perairan Korpolairud Baharkam Polri tersebut, puluhan personel penyelamat berdiri siaga memantau lautan lepas. Tim SAR gabungan kini memfokuskan seluruh daya dan upaya untuk melacak keberadaan seorang jurnalis serta tiga orang awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan tugas peliputan erupsi Gunung Krakatau.

Insiden hilangnya rombongan insan pers ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Krakatau yang memuntahkan kolom abu setinggi ratusan meter. Kapal kayu kecil yang mereka tumpangi terakhir kali terdeteksi radar navigasi berada pada jarak sekitar lima mil laut dari gugusan pulau vulkanik tersebut sebelum akhirnya kehilangan kontak radio secara mendadak pada Jumat malam.

Menembus Kabut Asap Erupsi Krakatau

Komandan Kapal Polisi Sanjaya menyatakan bahwa penyisiran pada hari kedua ini diperluas hingga radius 15 mil laut dari titik perkiraan hilang kontak (last known position). Penggunaan alat canggih seperti sonar pemindai bawah laut dan thermal imaging camera dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal maupun objek terapung di sekitar zona berbahaya tersebut.

"Fokus utama kami saat ini adalah menyisir seluruh titik koordinat potensial tempat kapal korban melintas. Kami mengerahkan seluruh sumber daya navigasi dan personel terbaik untuk menemukan jurnalis dan tiga ABK tersebut dalam kondisi selamat," tegas Komandan Polisi Perairan di atas geladak KP Sanjaya.

Operasi penyelamatan skala besar ini melibatkan berbagai unsur pertolongan gabungan, mulai dari Basarnas, Polairud Polda Banten, hingga armada nelayan lokal yang sangat memahami karakteristik arus laut Selat Sunda. Berikut rincian teknis operasi pencarian yang sedang berlangsung:

Parameter Operasi Rincian Detail Pencarian
Target Utama Pencarian 1 Jurnalis & 3 Awak Kapal (ABK) Hilang Kontak
Armada Utama KP Sanjaya 7017 & Rigid Inflatable Boat (RIB) Polairud
Sektor Pencarian Zona 1 hingga Zona 4 Perairan Gunung Krakatau
Fasilitas Deteksi Sonar Bawah Laut, Radar Navigasi, & Kamera Termal

Tantangan Cuaca dan Erupsi Susulan

Proses pencarian dan penyelamatan di lapangan menghadapi rintangan medan yang sangat berat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status waspada tinggi untuk Gunung Krakatau, dengan erupsi susulan yang terus terjadi secara berulang. Kondisi ini memaksa tim SAR untuk ekstra waspada terhadap potensi gelombang pasang vulkanik maupun embusan abu beracun.

Beberapa kendala utama yang dialami oleh tim penyelamat di lapangan antara lain:

  • Jarak Pandang Terbatas: Ketebalan abu vulkanik yang membumbung di udara mengurangi visibilitas pandangan mata hingga di bawah 50 meter.
  • Gelombang Laut Tinggi: Arus Selat Sunda yang dikenal ganas ditambah angin kencang menghasilkan gelombang setinggi 2,5 hingga 3 meter.
  • Gangguan Komunikasi: Aktivitas elektromagnetik dan tingginya kandungan material abu di udara mengganggu transmisi sinyal radio dan seluler.

Harapan Di Tengah Gelombang Selat Sunda

Kehilangan jurnalis yang bertugas di garda terdepan bencana ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, termasuk organisasi profesi pers nasional. Doa dan dukungan terus mengalir dari rekan sesama jurnalis yang berharap adanya keajaiban bagi keberadaan rekan mereka. Tugas jurnalistik di kawasan bencana memang penuh risiko, namun keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas paling utama.

Hingga berita ini diturunkan, KP Sanjaya beserta armada pendukung masih terus menyisir perairan sekitar Gunung Krakatau. Pihak otoritas mengimbau kepada seluruh kapal nelayan maupun kapal niaga yang melintas di Selat Sunda untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan serpihan kapal atau para korban yang hilang. "Harapan kami belum padam, pencarian akan terus dilakukan secara optimal selama masa operasi yang ditentukan," tutup perwira lapangan tersebut.

KP Sanjaya dikerahkan memimpin pencarian jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Krakatau. Tim SAR menghadapi kendala gelombang tinggi dan hujan abu tebal. Baca berita lengkapnya hanya di Apaberita.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User