Komisi IX DPR Minta BGN Pertimbangkan Usulan Pasien TBC Terima MBG

Jakarta, Apaberita.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk serius mempertimbangkan usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar para penderita

Jul 06, 2026 - 13:47
0 0
Komisi IX DPR Minta BGN Pertimbangkan Usulan Pasien TBC Terima MBG

Jakarta, Apaberita.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk serius mempertimbangkan usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar para penderita tuberkulosis (TBC) dimasukkan sebagai penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan ini disampaikan Yahya di Jakarta, Kamis (25/6/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang tepat sasaran.

Menurut Yahya, pemberian makanan bergizi gratis bagi pasien TBC merupakan langkah strategis yang dapat meringankan beban penyakit yang mereka derita. Pasalnya, penderita TBC seringkali mengalami malnutrisi yang memperburuk kondisi kesehatan dan memperlambat proses penyembuhan. Oleh karena itu, intervensi gizi dinilai sangat vital untuk membantu memutus rantai penularan sekaligus menurunkan angka kesakitan akibat penyakit menular tersebut.

“Saya menghargai permintaan Menkes untuk memberikan MBG kepada penderita TBC, karena akan meringankan beban penyakitnya. Ini adalah langkah kemanusiaan yang perlu didukung bersama,” kata Yahya kepada Apaberita.com.

Refocusing Penerima Manfaat

Saat ini, BGN tengah melakukan penyesuaian ulang atau refocusing terhadap penerima manfaat program MBG. Strategi ini dilakukan dengan mengurangi porsi bagi siswa dari keluarga mampu dan mengalihkannya kepada kelompok yang lebih membutuhkan, terutama kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah tersebut sejalan dengan salah satu tujuan utama program MBG, yaitu mencegah kenaikan angka stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia.

Yahya menegaskan bahwa penambahan penderita TBC ke dalam daftar prioritas tersebut seharusnya tidak membebani skema yang sedang berjalan. Sebaliknya, ia menilai penggabungan ini justru akan memperkuat efektivitas program karena ketiga kelompok (ibu hamil, ibu menyusui, balita) dan pasien TBC sama-sama berada dalam kondisi rentan yang sangat membutuhkan asupan gizi optimal.

Badan Gizi Nasional sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait usulan ini. Namun, Komisi IX DPR berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya kolaborasi antara BGN, Kementerian Kesehatan, dan kementerian terkait lainnya agar program MBG benar-benar dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk para pejuang TBC yang kerap luput dari perhatian.

Dukungan Lintas Sektor

Sebagai informasi, Indonesia masih menghadapi beban TBC yang cukup tinggi. Data global menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia. Karena itu, integrasi program gizi dengan penanganan penyakit menular menjadi semakin urgen. Dukungan lintas sektor, termasuk dari legislatif melalui peran penganggaran dan pengawasan, diharapkan dapat mempercepat realisasi usulan Menkes tersebut.

Dengan dimasukkannya pasien TBC ke dalam skema MBG, pemerintah dinilai mampu menjawab dua problem besar sekaligus: kekurangan gizi dan tingginya prevalensi tuberkulosis. “Kami dari Komisi IX DPR akan terus mengawal agar program ini berjalan tepat sasaran, tidak hanya mencegah stunting tetapi juga memperkuat daya tahan tubuh para penderita TBC,” tutup Yahya Zaini dalam pernyataannya kepada Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User