Oct 08, 2026
Politik

Kericuhan di Gedung MK Akibat Klaim Keluarga Saksi Demokrat

Jakarta — Sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota keluarga dari saksi Partai Demokrat bernama Sulaiman menciptakan kericuhan di lingkungan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, pada Kamis. P...

Kericuhan di Gedung MK Akibat Klaim Keluarga Saksi Demokrat

Jakarta — Sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota keluarga dari saksi Partai Demokrat bernama Sulaiman menciptakan kericuhan di lingkungan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, pada Kamis. Peristiwa bermula saat rombongan tersebut mendatangi area Gedung I Mahkamah Konstitusi dan menyampaikan keberatan terkait proses pemeriksaan saksi yang melibatkan kerabat mereka, sebelum akhirnya dihalau petugas keamanan setempat.

Data kunci: rombongan yang terdiri dari sekitar belasan orang datang dengan membawa spanduk berisi tuntutan, dan sempat terjadi dorong-mendoran dengan petugas pengamanan di pintu masuk utama gedung.

Kronologi Kedatangan dan Bentrok dengan Petugas

Berdasarkan pantauan di lokasi, rombongan tiba di kawasan gedung Mahkamah Konstitusi pada pagi hari, saat agenda persidang jalur sengketa pilpres sedang berlangsung. Mereka terlihat berkumpul di pelataran depan Gedung I sembari meneriakkan tuntutan agar permohonan keberatan mereka didengar oleh panitera pengganti.

Petugas pengamanan dalam gedung kemudian meminta rombongan meninggalkan area terlarang karena tidak memiliki surat tugas maupun identitas kegiatan yang terdaftar. Permintaan itu tidak diindahkan. Sebagian anggota rombongan justru menerobos barrier pengaman, sehingga petugas terpaksa membentuk barisan untuk menghalau akses masuk.

Situasi memanas ketika seorang pria berbaju biru mendorong petugas yang berdiri di barisan terdepan. Dorongan itu memantik respons serupa dari rombongan di belakangnya. Beberapa orang lainnya berteriak menuntut agar Sulaiman — yang disebut sebagai saksi dari Partai Demokrat — dipertemukan dengan keluarganya di dalam ruang pemeriksaan.

“Kami keluarga saksi, kami minta kejelasan soal pemeriksaan saudara Sulaiman. Kenapa kami dilarang masuk?” ujar salah seorang perempuan yang mengaku kerabat dekat saksi tersebut, saat berdebat dengan petugas di lokasi kejadian.

Petugas keamanan menjelaskan bahwa akses ke ruang pemeriksaan hanya dibuka bagi pihak yang memiliki keterangan resmi dari sekretariat Mahkamah Konstitusi. Setelah negosiasi berlangsung sekitar dua puluh menit, rombongan akhirnya mundur ke area parkir dan tidak lagi melakukan percobaan masuk.

Penjelasan Resmi Mahkamah Konstitusi

Humas Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa peristiwa tersebut tidak mengganggu jalannya sidang yang berlangsung di dalam ruang persidangan. Menurut keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media, protes keluarga saksi sudah masuk ke meja panitera dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur persidangan.

Mahkamah menegaskan bahwa setiap pihak yang merasa dirugikan dalam proses pemeriksaan saksi dapat menyampaikan keberatan melalui kuasa hukum yang terdaftar, bukan melalui unjuk rasa di area gedung. Berdasarkan aturan persidangan, ruang lingkup pemeriksaan saksi dibatasi bagi pengurus perkara dan penasehat hukum yang telah mengantongi surat kuasa.

Pernyataan kunci: pihak Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa kericuhan tersebut murni merupakan persoalan administratif keamanan gedung, dan tidak memengaruhi substansi pertimbangan hakim terkait materi gugatan yang sedang disidangkan.

Sementara itu, Partai Demokrat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Ketika dikonfirmasi, seorang pengurus DPP menyatakan pihaknya sedang memverifikasi status Sulaiman sebagai saksi serta hubungan keluarga dengan orang-orang yang datang ke gedung. Menurut pengurus tersebut, apabila terbukti terdapat pelanggaran prosedur, Partai siap menindaklanjuti melalui jalur hukum yang berlaku.

Konteks Pemeriksaan Saksi dalam Persidangan

Kehadiran saksi dari parpol dalam persidangan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi bukan hal yang baru. Setiap Fraksi maupun pihak pemohon berhak menghadirkan saksi untuk memperkuat alat bukti yang diajukan, dengan catatan saksi wajib menjalani pemeriksaan silang di hadapan majelis hakim.

Dalam sidang-sidang sebelumnya, Mahkamah Konstitusi telah berulang kali mengingatkan agar proses penghadiran saksi tidak dibarengi dengan aktivitas yang mengganggu ketertiban gedung. Keputusan terkait pengamanan gedung berada sepenuhnya pada aparat keamanan internal yang berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

Insiden ini menambah catatan tersendiri dalam agenda persidangan sengketa pilpres. Sebelumnya, pihak pengamanan gedung sempat mengeluarkan peringatan tertulis kepada sejumlah organisasi masyarakat yang berencana berorasi di sekitar kompleks Mahkamah Konstitusi selama masa persidangan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di gedung Mahkamah Konstitusi dinyatakan kondusif. Petugas keamanan menambah jumlah personel di pintu masuk utama guna mencegah terulangnya insiden serupa pada hari-hari persidangan berikutnya. Pihak berwenang menegaskan bahwa seluruh agenda persidangan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitera Mahkamah Konstitusi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User