Kemensos Gandeng INABA Perkuat Sekolah Rakyat untuk Entaskan Kemiskinan
JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Indonesia Membangun (INABA) untuk memperkuat kolaborasi pengentasan ...
JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Indonesia Membangun (INABA) untuk memperkuat kolaborasi pengentasan kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat. Penandatanganan dilakukan di Jakarta sebagai tindak lanjut arahan pemerintah untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, di seluruh wilayah Indonesia.
Kesepakatan tersebut menandai babak baru sinergi antara kementerian dan perguruan tinggi dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Melalui kerja sama ini, kedua lembaga sepakat mengintegrasikan kebijakan perlindungan sosial dengan penguatan sumber daya manusia berbasis pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Berdasarkan dokumen nota kesepahaman, kolaborasi Kemensos dan INABA mencakup sejumlah bidang strategis. Pertama, pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik Sekolah Rakyat. Kedua, pelibatan sivitas akademika dalam pendampingan sosial, pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga penerima manfaat.
Selain itu, kerja sama juga meliputi penelitian bersama, kajian kebijakan, pertukaran data, serta penyusunan rekomendasi program pengentasan kemiskinan yang berbasis bukti. Mahasiswa INABA nantinya dapat terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, magang, dan kuliah kerja nyata tematik di lingkungan Sekolah Rakyat maupun sentra layanan sosial di bawah naungan Kemensos.
Sekolah Rakyat Menjadi Tulang Punggung
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan instrumen utama pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu menyelenggarakan pendidikan berasrama secara cuma-cuma bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pusat pembangunan manusia. Anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan berkualitas, gizi yang memadai, serta pembinaan karakter. Keterlibatan perguruan tinggi seperti INABA akan memperkuat kualitas layanan dan tata kelola program ini," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangannya.
Ia menyatakan, pemerintah terus memperluas jangkauan Sekolah Rakyat dengan memanfaatkan aset-aset negara yang direvitalisasi menjadi fasilitas pendidikan. Hingga kini, program tersebut telah beroperasi di sejumlah provinsi dan ditargetkan menjangkau lebih banyak daerah pada tahun-tahun mendatang.
Peran Strategis Perguruan Tinggi
Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Membangun menyatakan kesiapan lembaganya mengerahkan seluruh kapasitas akademik untuk menindaklanjuti nota kesepahaman tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk hadir dalam upaya penyelesaian persoalan bangsa, termasuk kemiskinan.
"Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kementerian Sosial. Melalui tridarma perguruan tinggi, kami akan menghadirkan riset terapan, pendampingan, dan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Rektor INABA.
Sebagai langkah awal, kedua pihak akan membentuk tim teknis gabungan yang bertugas menyusun rencana aksi, indikator kinerja, serta jadwal implementasi program. Tim tersebut juga akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala agar setiap kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menindaklanjuti Target Nasional
Kerja sama ini sejalan dengan target pemerintah menurunkan angka kemiskinan secara signifikan serta menuntaskan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan nasional menunjukkan tren penurunan, namun pemerataan akses pendidikan dan layanan dasar masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
Kemensos menegaskan bahwa pendekatan pengentasan kemiskinan tidak dapat lagi mengandalkan bantuan sosial semata, melainkan harus dipadukan dengan intervensi pendidikan dan pemberdayaan jangka panjang. Kolaborasi dengan dunia kampus dinilai menjadi kunci untuk memastikan kebijakan sosial dirancang berdasarkan data dan kajian ilmiah yang kuat.
Ke depan, Kemensos membuka peluang kerja sama serupa dengan perguruan tinggi lain di berbagai daerah. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pembangunan sosial yang melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari kementerian dan lembaga, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat sipil.
Comments (0)