Kemendikdasmen Resmi Rilis 10 Tema MPLS 2026, Pastikan Aman Bebas Perpeloncoan

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis sepuluh tema inspiratif untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sek

Jul 12, 2026 - 16:23
0 0

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis sepuluh tema inspiratif untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa MPLS berjalan secara aman, menyenangkan, dan terbebas dari praktik perpeloncoan yang selama ini menjadi momok bagi peserta didik baru.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2012, MPLS merupakan program wajib bagi setiap satuan pendidikan—mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)—untuk mengenalkan lingkungan sekolah serta menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa baru. “Kami ingin memastikan bahwa setiap detik dalam MPLS memberikan kesan pertama yang positif dan membangun karakter peserta didik, bukan menakut-nakuti apalagi melakukan kekerasan,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah Kemendikdasmen, Dr. Sutanto Mardiwijaya, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/6/2026).

Untuk mendukung hal tersebut, pihak Kemendikdasmen telah menyusun sepuluh tema MPLS yang dapat diadopsi oleh sekolah di seluruh Indonesia. Tema-tema ini dirancang tidak hanya sebagai slogan estetis pada spanduk atau baliho, melainkan sebagai roh kegiatan yang merefleksikan visi sekolah dalam menyambut generasi baru.

Deretan 10 Tema MPLS 2026 Rekomendasi Kemendikdasmen

  1. “Harmoni Belajar, Generasi Emas 2045” – Menekankan pentingnya sinergi antara siswa, guru, dan orang tua dalam membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas.
  2. “Sekolahku, Rumah Keduaku” – Menggambarkan lingkungan sekolah sebagai tempat yang nyaman, aman, dan penuh kasih sayang layaknya rumah sendiri.
  3. “Berani Bermimpi, Berani Berkarya” – Mendorong siswa baru untuk memiliki cita-cita tinggi dan berani menuangkan kreativitas sejak hari pertama.
  4. “Toleransi Tanpa Batas, Bersatu Dalam Perbedaan” – Menanamkan nilai-nilai kebhinnekaan dan saling menghargai di tengah keberagaman.
  5. “Literasi Digital, Jembatan Prestasi Masa Depan” – Membekali siswa dengan kecakapan digital sebagai fondasi belajar di era teknologi.
  6. “Disiplin dan Cinta Tanah Air Wujud Pelajar Pancasila” – Menyatukan semangat nasionalisme dengan pembentukan karakter disiplin.
  7. “Berbagi Bahagia, Mengukir Makna” – Mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan sosial dan kepedulian terhadap sesama sejak awal masuk sekolah.
  8. “Kreativitas Tanpa Henti, Inovasi Tiada Batas” – Merangsang pola pikir inovatif dan keberanian mencoba hal-hal baru.
  9. “Bergerak Bersama, Tumbuh Bersama” – Fokus pada kolaborasi dan kerja sama tim dalam setiap aktivitas MPLS.
  10. “Jejak Langkah Pertama, Jejak Prestasi Abadi” – Memberikan kesan bahwa hari pertama sekolah adalah awal dari perjalanan panjang meraih prestasi.

Setiap tema dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sekolah. Misalnya, sekolah yang berada di daerah pesisir bisa mengadopsi tema yang relevan dengan potensi maritim, sementara sekolah di perkotaan bisa lebih menekankan pada literasi digital.

Mengapa Tema Penting dalam MPLS?

Menurut psikolog pendidikan, Dr. Retno Wardhani, M.Psi., pemilihan tema yang tepat dapat menciptakan suasana psikologis yang positif bagi siswa baru. “Anak yang baru memasuki lingkungan asing cenderung cemas. Tema yang inspiratif dan kegiatan yang dikemas secara fun akan mengurangi tingkat kecemasan dan mempercepat adaptasi,” jelasnya saat dihubungi terpisah. Beliau menambahkan bahwa tema bukan sekadar kata-kata penghias, melainkan menjadi alat naratif yang membentuk persepsi siswa tentang sekolah mereka ke depannya.

Beberapa sekolah di Kota Tangerang, seperti yang diakui oleh Kepala SMAN 2 Tangerang, Ibu Sari Dewanti, sudah mulai menerapkan tema-tema ini sejak beberapa tahun sebelumnya dengan hasil yang positif. “Kami pernah menggunakan tema ‘Sekolahku Rumah Keduaku’ dan memang dampaknya luar biasa. Siswa baru merasa lebih cepat akrab, tidak takut, bahkan setelah MPLS mereka tampak lebih bersemangat mengikuti pelajaran,” tuturnya. Sekolah tersebut bahkan mengintegrasikan tema tersebut ke dalam seluruh rangkaian kegiatan selama satu pekan penuh, mulai dari ice breaking, tur lingkungan, hingga pentas seni.

Peran Guru dan Peserta Didik

Dalam implementasinya, Kemendikdasmen menegaskan bahwa kegiatan MPLS harus melibatkan guru dan semua komponen sekolah tanpa adanya dominasi senioritas yang berlebihan dari kakak kelas. Setiap permainan dan aktivitas wajib dipandu oleh guru demi mencegah terjadinya praktik perpeloncoan. “Kami sudah mengeluarkan surat edaran yang melarang keras segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal selama MPLS. Jika ditemukan pelanggaran, sekolah akan dikenai sanksi tegas,” tegas Sutanto.

Tak hanya itu, untuk pertama kalinya Kemendikdasmen mewajibkan setiap proposal kegiatan MPLS melampirkan tema dan deskripsi rinci aktivitas untuk diaudit oleh dinas pendidikan setempat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar seluruh kegiatan benar-benar edukatif dan sesuai dengan semangat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2012.

Sejumlah orang tua siswa menyambut baik kebijakan tersebut. “Saya trauma dulu waktu jadi siswa baru, disuruh-suruh yang aneh-aneh sama senior. Sekarang dengan aturan yang jelas dan tema-tema yang positif, saya lega anak saya bisa masuk sekolah dengan suasana yang menyenangkan,” ujar Ratna, wali murid dari salah satu SD di Jakarta Selatan. Kemendikdasmen pun membuka saluran pengaduan daring melalui laman aduan.kemdikdasmen.go.id bagi masyarakat yang menemukan adanya praktik perpeloncoan atau penyimpangan selama MPLS berlangsung.

Dengan adanya panduan tema dari Kemendikdasmen, diharapkan setiap sekolah dapat menjadikan MPLS bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai awal perjalanan pendidikan yang penuh makna, aman, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik baru di Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: Kemendikdasmen rilis 10 tema MPLS 2026 yang bebas perpeloncoan! Dari “Harmoni Belajar” hingga “Jejak Prestasi”, sekolah wajib wujudkan MPLS aman dan menyenangkan. #MPLS2026 #SekolahAman #NoPerpeloncoan[SOCIAL_TG]: 📣 MPLS 2026 resmi dibekali 10 tema anti perpeloncoan dari Kemendikdasmen! Mulai dari tema toleransi hingga literasi digital, semuanya menjamin sekolah jadi rumah kedua yang aman dan menyenangkan. Simak selengkapnya! ✨🏫

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User