Kecelakaan Tunggal di Batanghari, Mobil Travel Terjun ke Sungai Tewaskan Satu Penumpang
Batanghari, Jambi – Insiden kecelakaan tunggal yang menimpa sebuah kendaraan travel komersial terjadi di wilayah hukum Kabupaten Batanghari, tepatnya di Desa Benteng Rendah, Kecamatan Mersam, pada S...
Batanghari, Jambi – Insiden kecelakaan tunggal yang menimpa sebuah kendaraan travel komersial terjadi di wilayah hukum Kabupaten Batanghari, tepatnya di Desa Benteng Rendah, Kecamatan Mersam, pada Senin pagi (27/7/2026). Berdasarkan laporan yang diterima, mobil travel dengan trayek Padang–Jambi tersebut mengalami kecelakaan sekitar pukul 06.00 WIB dan berakhir dengan kendaraan terperosok masuk ke dalam aliran Sungai Batanghari. Seorang penumpang perempuan dewasa bernama Evi, berusia 50 tahun, dinyatakan meninggal dunia dalam musibah tersebut.
Data awal yang berhasil dikumpulkan oleh pihak berwenang menyebutkan bahwa kendaraan tersebut mengangkut satu orang sopir dan dua penumpang. Dua penumpang lainnya, Danil (48) dan Egi (47), dilaporkan selamat setelah berhasil keluar dari kabin kendaraan sebelum badan mobil sepenuhnya ditelan air sungai. Sementara itu, korban Evi tidak dapat melepaskan diri dari dalam kabin yang diduga terkunci akibat tekanan hidrostatik air yang masuk dengan cepat. Peristiwa ini menggemparkan masyarakat setempat yang segera berbondong-bondong ke lokasi untuk membantu sekaligus menyaksikan proses evakuasi.
Kronologi Detik-Detik Kecelakaan
Menurut keterangan sejumlah saksi dan hasil pendataan sementara aparat kepolisian, kendaraan travel tersebut bergerak dari Padang, Sumatera Barat, pada malam hari sebelumnya dan dijadwalkan tiba di Jambi pada Senin pagi. Diduga kuat pengemudi mengalami kelelahan berat setelah menempuh perjalanan non-stop sejauh ratusan kilometer. Kondisi fisik yang menurun itu menyebabkan sopir tidak mampu mengantisipasi tikungan landai di kawasan Desa Benteng Rendah. Akibatnya, kendaraan melaju lurus dan keluar dari badan jalan aspal, lantas meluncur turun ke arah sungai yang letaknya persis di samping kiri jalur.
Proses jatuhnya kendaraan berlangsung dalam hitungan detik. Badan mobil menghantam sejumlah semak dan bebatuan sebelum akhirnya masuk ke dalam air dengan posisi terbalik. Arus Sungai Batanghari yang pada pagi itu berkekuatan sedang turut menyeret kendaraan sejauh kurang lebih 10 meter dari titik awal masuknya. Dua penumpang yang duduk di bagian depan dan tengah kendaraan berhasil memecahkan kaca jendela dan menyelamatkan diri ke permukaan sebelum kendaraan tenggelam sepenuhnya. Mereka kemudian ditolong oleh warga yang kebetulan menggembala ternak di sekitar lokasi.
Mobilisasi Tim SAR Gabungan dan Peralatan
Kantor SAR Jambi yang merupakan unit pelaksana teknis Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan segera merespons laporan yang masuk sekitar pukul 06.30 WIB. Sebanyak enam personel Search and Rescue Unit (SRU) dikirim ke lokasi dengan membawa perlengkapan utama meliputi perahu karet, peralatan selam, alat komunikasi, dan peralatan medis lapangan. Dalam waktu kurang dari satu jam, personel SAR telah tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan komandan posko lapangan dari BPBD Batanghari.
Tim SAR gabungan yang terbentuk terdiri atas unsur BPBD Batanghari, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Mersam, personel Polsek Mersam, anggota Koramil Mersam, dan masyarakat sukarelawan. Rapat koordinasi singkat dilakukan di tepi sungai untuk menetapkan prosedur operasi dan pembagian sektor pencarian. Diputuskan bahwa pencarian akan difokuskan pada radius 20 meter dari titik jatuh dengan teknik penyelaman bergilir mengingat keterbatasan visibilitas bawah air.
Peralatan selam yang dikerahkan antara lain tabung oksigen, masker selam, fins, dan peralatan penerangan bawah air. Sementara itu, perahu karet digunakan untuk menyisir permukaan sungai guna mengantisipasi kemungkinan korban atau bagian kendaraan yang mungkin hanyut terbawa arus. Pendekatan ini merupakan prosedur standar penanganan kecelakaan di perairan yang telah diatur dalam pedoman operasi SAR.
Proses Pencarian dan Kendala Lapangan
Pencarian yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB segera menghadapi sejumlah kendala. Kedalaman air di titik kecelakaan diperkirakan mencapai 3 hingga 4 meter dengan suhu air yang cukup dingin. Selain itu, air sungai yang keruh akibat lumpur dan sedimentasi mengurangi jarak pandang penyelam hingga di bawah 50 sentimeter. Tim penyelam terpaksa melakukan pencarian dengan metode perabaan (search by feel) di sekitar dugaan posisi kendaraan. Meskipun demikian, berkat pengalaman dan koordinasi yang baik, tim berhasil mengidentifikasi letak kendaraan pada pukul 10.00 WIB.
Setelah titik pasti kendaraan diketahui, proses selanjutnya adalah upaya pengeluaran korban yang masih terjebak di dalam kabin. Tim harus bekerja ekstra hati-hati karena struktur kendaraan yang telah rusak berat dan pintu yang sulit dibuka. Peralatan pendobrak hidrolik digunakan untuk membuka paksa pintu samping kendaraan sehingga tim dapat mengakses bagian dalam kabin. Sayangnya, kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa. Evakuasi jasad dilakukan dengan menggunakan tandu khusus air dan dibawa perlahan ke permukaan.
Pernyataan Resmi dan Serah Terima Korban
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah, secara resmi memberikan keterangan kepada media di lokasi kejadian. "Korban atas nama Evi (50) ditemukan sekitar 10 meter dari titik awal jatuhnya kendaraan. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya dengan nada penuh simpati. Adah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim SAR gabungan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama lebih dari delapan jam demi menyelesaikan misi kemanusiaan ini.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis singkat oleh dokter dari Puskesmas Mersam, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga yang sudah menunggu di Posko Kesehatan yang didirikan di dekat lokasi. Suasana haru mewarnai saat ambulans membawa jasad menuju rumah duka di wilayah Jambi.
Penutupan Operasi dan Langkah Pencegahan
Pada pukul 15.00 WIB, setelah dipastikan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan dan serah terima sudah dilakukan, operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh personel dan peralatan ditarik kembali ke markas masing-masing. Kantor SAR Jambi secara resmi mengusulkan penutupan operasi kepada pimpinan Basarnas Pusat sebagai bentuk pertanggungjawaban administrasi.
Insiden ini membuka kembali perhatian publik terhadap standar keselamatan pada jasa angkutan travel yang kerap memacu kendaraan dalam waktu lama tanpa istirahat memadai. Pihak kepolisian berencana meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan di sejumlah titik strategis jelang musim liburan. Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Batanghari menyatakan akan mengkaji ulang aspek keamanan jalur lintas Mersam yang dinilai memiliki banyak titik rawan di dekat aliran sungai.
Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh faktor kelelahan pengemudi. Para pengelola jasa transportasi darat diimbau untuk menerapkan kebijakan pergantian sopir atau waktu istirahat yang ketat pada trayek jarak jauh, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan lalu lintas dan angkutan jalan.
Comments (0)