Kebakaran Rumah di Kayu Putih Tewaskan Dua Saudara Kandung

Musibah kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Selasa (16/7/2024) dini hari, mengakibatkan dua orang anak meregang...

Kebakaran Rumah di Kayu Putih Tewaskan Dua Saudara Kandung

Musibah kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Selasa (16/7/2024) dini hari, mengakibatkan dua orang anak meregang nyawa. Korban adalah adik dan kakak yang ditemukan petugas dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah jajaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) berhasil memadamkan api yang menghanguskan sebuah rumah tinggal.

Kronologi Kejadian Nahas

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah, tepatnya dari area dapur, yang dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan. Material konstruksi yang didominasi kayu menyebabkan kobaran api sulit dikendalikan meskipun warga sekitar telah berupaya melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya.

Kedua korban, yang diketahui bernama Muhammad Rizki (10) dan Siti Aisyah (7), saat kejadian sedang tertidur di kamar mereka. Sang ibu, Ibu Suryati, sempat berusaha menyelamatkan anak-anaknya, namun terhalang oleh kepulan asap tebal dan api yang telah membesar. Ayah mereka, Bapak Suharno, saat itu sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan.

Respons Cepat Petugas Pemadam Kebakaran

Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur menerima laporan kebakaran pada pukul 02.35 WIB melalui pusat panggilan darurat 113. "Kami langsung menerjunkan 12 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 65 personel ke lokasi kejadian," ungkap Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dalam keterangan tertulisnya. Meskipun jarak dari posko pemadam terdekat hanya sekitar 2 kilometer, kemacetan akses jalan akibat parkir liar dan gang sempit sempat menghambat laju kendaraan.

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Api baru dapat dikendalikan sekitar pukul 03.15 WIB, dan pendinginan selesai pada pukul 04.00 WIB. Saat melakukan penyisiran, petugas menemukan dua jasad korban dalam posisi berpelukan di sudut kamar tidur. Kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Cipto Mangunkusumo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Pernyataan Duka dan Penanganan Pasca-Kebakaran

Camat Pulo Gadung, Drs. Haryanto, M.Si., menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. "Pemerintah Jakarta Timur turut berduka cita. Kami akan memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan psikososial dan bantuan darurat," tegasnya usai meninjau lokasi. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri juga dijadwalkan meninjau lokasi tersebut.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kebakaran ini menghanguskan seluruh bangunan seluas 60 meter persegi dan mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 450 juta. Tidak ada korban luka-luka di pihak lain. Lima keluarga yang tinggal di rumah kontrakan di samping bangunan, sempat mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari dampak.

Penyelidikan Intensif oleh Aparat

Polda Metro Jaya melalui Kepolisian Resor Jakarta Timur langsung menerjunkan tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Kapolsek Pulo Gadung, Kompol Andi Setiawan, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. "Kami telah memasang garis polisi dan memeriksa lima orang saksi kunci. Sampel abu dan barang bukti lainnya telah dikirim ke Labfor Mabes Polri untuk pengujian lebih lanjut," jelasnya saat ditemui di lokasi.

Kompol Andi menambahkan, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun pihaknya tidak akan berspekulasi. "Kami menunggu hasil resmi laboratorium forensik yang diperkirakan keluar dalam 3 sampai 5 hari ke depan. Mohon waktu, jangan ada spekulasi yang tidak bertanggung jawab," tandas perwira menengah lulusan Akpol 2005 itu.

Kebakaran ini menjadi yang ke-143 di wilayah Jakarta Timur sepanjang tahun 2023, menurut data Gulkarmat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga untuk memeriksa instalasi listrik dan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah masing-masing. Sosialisasi bahaya kebakaran akan ditingkatkan di wilayah padat penduduk. Tim terpadu berencana melakukan audit keselamatan bangunan di seluruh permukiman kumuh pada pekan mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User