Kebakaran Pabrik Sepatu di Jinjiang Tewaskan 28 Orang, Xi Jinping Murka
Kota Jinjiang, Fujian — Kebakaran besar yang melanda pabrik sepatu Huiteng Shoes di zona industri Jinjiang, Provinsi Fujian, pada Kamis (9/7/2026) sore, me
Kota Jinjiang, Fujian — Kebakaran besar yang melanda pabrik sepatu Huiteng Shoes di zona industri Jinjiang, Provinsi Fujian, pada Kamis (9/7/2026) sore, menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai puluhan pekerja lainnya. Peristiwa ini langsung memicu kemarahan Presiden China Xi Jinping, yang menyebut insiden ini sebagai tamparan keras bagi upaya perlindungan tenaga kerja di negara tersebut. Api diduga berasal dari lantai tiga gedung bertingkat empat milik pabrik yang memproduksi alas kaki untuk merek domestik dan ekspor itu. Ratusan petugas pemadam kebakaran dikerahkan dari seluruh kota, namun kobaran api yang dipicu oleh tumpukan bahan mudah terbakar seperti sol karet, kulit sintetis, dan lem, membuat operasi pemadaman berlangsung lebih dari enam jam.
Menurut saksi mata, kepanikan terjadi saat alarm kebakaran berbunyi dan asap hitam pekat langsung memenuhi lorong. Sebagian pekerja yang berada di lantai atas terjebak karena akses tangga darurat di beberapa titik diduga rusak atau tertutup barang. “Saya melihat rekan-rekan berusaha memecahkan jendela, tetapi jeruji besi di luar gedung membuat mereka tidak bisa keluar. Jeritan minta tolong terdengar sebelum langit-langit ambruk,” ujar Li Min, seorang buruh yang selamat setelah berhasil turun melalui tangga utama yang belum sepenuhnya terhalang. Tim SAR menemukan sebagian besar korban tewas dalam posisi berdesakan di sudut ruang produksi, menunjukkan mereka gagal mencapai rute evakuasi.
Presiden Xi Jinping merespons cepat tragedi ini. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan televisi nasional pada Jumat dini hari, Xi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus mengeluarkan instruksi tegas. “Keselamatan rakyat adalah fondasi negara. Tidak boleh ada toleransi terhadap kelalaian yang merenggut nyawa para pekerja keras negeri ini. Saya perintahkan seluruh aparat pemerintah untuk mengusut tuntas siapa pun yang bertanggung jawab, dan segera lakukan pemeriksaan keselamatan di semua fasilitas produksi di seluruh China,” tegas Xi dengan nada tinggi. Wakil Perdana Menteri yang membidangi produksi dan keselamatan industri pun langsung diterjunkan ke lokasi untuk memimpin koordinasi tanggap darurat.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran
Berdasarkan rekaman CCTV pabrik, api pertama kali muncul di bagian perakitan sepatu pada pukul 14.30 waktu setempat. Percikan diduga berasal dari korsleting panel listrik yang berada di dekat area pengeleman. Bahan lem berbasis pelarut yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api ke tumpukan busa dan kain sintetis. Dalam waktu kurang dari lima menit, satu lantai penuh sudah dikuasai api. Sistem sprinkler otomatis tidak berfungsi secara maksimal karena tekanan air yang lemah, sebuah kondisi yang terungkap dari inspeksi awal pasca-kebakaran. Manajemen pabrik juga diduga mengunci beberapa pintu samping untuk mencegah pencurian—praktik ilegal yang kerap ditemukan di pabrik-pabrik kecil di China.
Investigasi dan Pelanggaran Keselamatan
Kementerian Manajemen Darurat telah membentuk tim investigasi khusus. Direktur utama Huiteng Shoes dan dua manajer operasional telah ditahan polisi setempat untuk dimintai keterangan. Kepala Biro Keselamatan Kerja Jinjiang, dalam konferensi pers, mengakui bahwa pabrik tersebut pernah mendapat peringatan tertulis terkait jalur evakuasi yang tidak memadai pada awal tahun 2026, namun belum ada perbaikan signifikan yang dilakukan. “Ini menunjukkan bahwa pengawasan rutin seringkali tidak diikuti dengan penindakan yang membuat efek jera. Pemilik usaha lebih khawatir pada tenggat produksi daripada nyawa pekerjanya,” ujar Prof. Li Wei, pakar keselamatan kerja dari Universitas Tsinghua yang dimintai pendapat oleh media lokal.
Rekor Kelam Industri dan Perbandingan Tragedi Serupa
Insiden di Huiteng Shoes menambah daftar panjang musibah kebakaran pabrik di China, khususnya di sektor padat karya. Data media pemerintah yang dikumpulkan Apaberita menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir, terdapat setidaknya empat kebakaran besar di pabrik alas kaki dan produk kulit di Provinsi Fujian saja. Secara nasional, masalah ini dinilai belum tertangani dengan baik.
| Tahun | Lokasi | Jenis Pabrik | Korban Jiwa |
|---|---|---|---|
| 2014 | Kunshan, Jiangsu | Logam (ledakan debu) | 75 |
| 2019 | Ningbo, Zhejiang | Plastik | 19 |
| 2021 | Putian, Fujian | Sepatu | 12 |
| 2022 | Fuzhou, Fujian | Tekstil | 23 |
| 2026 | Jinjiang, Fujian | Sepatu (Huiteng) | 28 |
Sementara itu, Federasi Serikat Buruh China mendesak agar pemerintah pusat tidak hanya mengandalkan inspeksi dadakan, melainkan memperkuat sistem pelaporan daring anonim sehingga pekerja berani melaporkan praktik berbahaya tanpa takut kehilangan pekerjaan. Tekanan publik di media sosial Weibo juga meningkat, dengan tagar #HuitengShoesFire telah diakses lebih dari 800 juta kali dalam 24 jam. Banyak warganet yang mempertanyakan komitmen perusahaan-perusahaan besar yang masih mempertahankan rantai pasok di pabrik-pabrik dengan standar keselamatan rendah.
Dampak pada Rantai Pasok Sepatu Global
Jinjiang merupakan jantung industri sepatu China, memasok sekitar 15% ekspor alas kaki dunia dan menjadi basis produksi bagi sejumlah merek global. Kebakaran yang menewaskan pekerja dalam jumlah besar diprediksi akan memicu audit keselamatan oleh pembeli internasional. Beberapa importir di Amerika Serikat dan Eropa telah menyatakan akan meninjau ulang kontrak dengan pemasok di kawasan tersebut jika tidak ada jaminan perbaikan menyeluruh. Dalam jangka pendek, ini bisa menjadi peluang bagi negara pesaing seperti Vietnam, Indonesia, dan Bangladesh untuk merebut pangsa pesanan yang tertunda.
Untuk memahami lebih lanjut, berikut rangkuman dalam bentuk tanya-jawab:
[SOCIAL_TWEET]: Kebakaran pabrik sepatu Huiteng di Jinjiang, Fujian, menewaskan 28 pekerja. Presiden Xi Jinping murka dan perintahkan investigasi nasional. Evakuasi gagal, pintu darurat diduga terkunci. China kembali disorot soal keselamatan kerja. [SOCIAL_TG]: Kebakaran Pabrik Sepatu di Jinjiang: 28 Tewas, Xi Jinping Murka Korsleting listrik diduga picu api di pabrik Huiteng Shoes, Fujian. Puluhan pekerja terjebak karena pintu darurat terkunci. Presiden Xi langsung perintahkan investigasi nasional. Tekanan publik meningkat di tengah lemahnya pengawasan keselamatan kerja. Apakah rantai pasok sepatu global akan terdampak? Baca selengkapnya di Apaberita.
Comments (0)