Oct 16, 2026
Politik

Kebakaran Hanguskan Delapan Bangunan di Kebon Kosong Kemayoran

JAKARTA — Insiden kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kebon Kosong, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/10/2026). Peristiwa tersebut men...

Kebakaran Hanguskan Delapan Bangunan di Kebon Kosong Kemayoran

JAKARTA — Insiden kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kebon Kosong, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/10/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan bangunan yang terdiri dari rumah tinggal dan kios usaha ludes dilalap si jago merah. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dan petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kobaran api pertama kali terlihat warga sekitar pukul 14.30 WIB. Api dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan-bangunan di sekitarnya karena konstruksi rumah yang saling berdempetan serta banyaknya material mudah terbakar. Kepulan asap tebal berwarna hitam pekat terlihat jelas dari kejauhan dan sempat membuat panik warga yang tinggal di sekitar lokasi.

"Kami menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.35 WIB dari warga. Petugas langsung meluncur ke lokasi dengan mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran," ujar seorang petugas pos pemadam kebakaran setempat.

Proses Pemadaman Berlangsung Sekitar Dua Jam

Petugas Gulkarmat mengerahkan sedikitnya 12 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos terdekat untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih dua jam sebelum api berhasil dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 16.30 WIB. Kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah sempitnya akses jalan menuju lokasi sehingga mobil pemadam kesulitan bermanuver mendekati titik api.

"Akses jalan masuk cukup sempit, jadi kami harus menarik selang cukup panjang. Alhamdulillah api bisa kami lokalisir agar tidak merembet ke bangunan lain," tambah petugas tersebut.

Selain rumah tinggal, sejumlah kios yang menjual kebutuhan sehari-hari juga turut menjadi korban. Puing-puing sisa kebakaran terlihat berserakan di sepanjang gang permukiman. Sejumlah warga tampak berusaha menyelamatkan barang berharga mereka, sementara yang lain hanya bisa pasrah melihat bangunan tempat tinggalnya rata dengan tanah.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Ini

Berdasarkan laporan awal yang dihimpun dari otoritas setempat, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Puluhan kepala keluarga terpaksa harus mengungsi ke tempat kerabat maupun ke posko darurat yang didirikan di sekitar lokasi.

"Data sementara ada delapan bangunan yang terdampak. Untuk jumlah jiwa, alhamdulillah tidak ada korban meninggal. Saat ini kami masih mendata kerugian dan kebutuhan pengungsi," jelas seorang petugas kelurahan di lokasi.

Pihak kepolisian sektor setempat menyatakan akan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran. Polisi belum dapat memastikan apakah insiden ini disebabkan oleh korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor lainnya. "Penyebab masih dalam penyelidikan. Kami akan memeriksa saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara," ujar sumber kepolisian.

Pemerintah Diminta Antisipasi Kawasan Padat

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan kerentanan kawasan permukiman padat terhadap risiko kebakaran. Sejumlah pengamat tata kota menilai perlunya penataan ulang jaringan listrik dan penyediaan jalur evakuasi yang memadai di kawasan padat penduduk. Pasalnya, insiden serupa kerap terjadi di wilayah Jakarta dengan karakteristik permukiman yang serupa.

BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penggunaan peralatan listrik dan kompor. Warga juga diminta segera melaporkan potensi bahaya kebakaran kepada otoritas terkait agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

Saat ini, petugas gabungan dari kelurahan, kecamatan, dan instansi terkait masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan korban serta membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Bantuan logistik berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan kepada para pengungsi. Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti kebutuhan mendesak warga terdampak sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User