Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Brimob Kerahkan Tim SAR dan Water Cannon

JAKARTA — Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya melakukan pengamanan di kawasan Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta yang dilanda kebakaran pada Sabtu (8/8/2026). D...

Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Brimob Kerahkan Tim SAR dan Water Cannon

JAKARTA — Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya melakukan pengamanan di kawasan Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta yang dilanda kebakaran pada Sabtu (8/8/2026). Dalam operasi tersebut, kepolisian mengerahkan tim Search and Rescue (SAR) serta kendaraan taktis water cannon untuk mendukung proses pemadaman api dan pengamanan area di sekitar gedung.

Personel Brimob ditempatkan di sejumlah titik akses menuju lokasi kejadian guna menetapkan garis pengamanan. Langkah tersebut diambil agar petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta dapat bekerja secara maksimal tanpa gangguan dari kerumunan warga maupun kendaraan yang melintas di sekitar kawasan.

"Personel kami dikerahkan untuk mengamankan perimeter lokasi kebakaran dan memastikan proses pemadaman berjalan lancar. Kendaraan water cannon disiagakan sebagai dukungan teknis dalam penanganan kebakaran di gedung tersebut," ujar Kepala Satuan Brimob Polda Metro Jaya dalam keterangannya di lokasi kejadian.

Penetapan Garis Pengamanan di Sekitar Gedung

Berdasarkan pantauan di lapangan, aparat kepolisian memasang garis batas pengamanan pada radius tertentu dari gedung. Warga serta karyawan yang berada di sekitar lokasi diminta menyingkir demi alasan keselamatan. Sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan tersebut juga diberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Pengamanan dilakukan secara berlapis. Lapisan pertama berada di titik terdekat dengan sumber api dan dijaga personel bersama petugas pemadam kebakaran. Lapisan kedua ditempatkan di akses keluar-masuk kawasan guna mengatur pergerakan kendaraan taktis, ambulans, serta unit pemadam yang hilir-mudik membawa pasokan air.

"Kami menegaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga aset-aset penting di dalam kawasan. Masyarakat diminta tidak mendekat ke area yang telah diberi garis pengamanan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya.

Pengerahan Tim SAR dan Kendaraan Water Cannon

Dalam penanganan kebakaran ini, tim SAR Brimob diturunkan untuk membantu proses evakuasi dan penyisiran di dalam gedung. Tim tersebut bertugas memastikan tidak ada karyawan maupun warga yang terjebak di dalam bangunan. Penyisiran dilakukan secara bertahap sesuai standar prosedur operasional penyelamatan dengan tetap berkoordinasi bersama petugas Gulkarmat.

Sementara itu, kendaraan water cannon milik Korps Brimob disiagakan di sisi gedung. Kendaraan taktis tersebut dimanfaatkan untuk membantu menyemprotkan air dari jarak aman, terutama pada bagian bangunan yang sulit dijangkau unit pemadam konvensional. Kehadiran water cannon disebut mempercepat proses pendinginan struktur gedung seusai api berhasil dikendalikan.

Selain kedua unsur tersebut, kepolisian juga menyiapkan personel cadangan yang sewaktu-waktu dapat diperbantukan apabila situasi di lapangan membutuhkan penambahan kekuatan. Seluruh pergerakan pasukan dilakukan atas perintah dan kendali operasi yang terpusat di posko pengamanan.

Koordinasi Antarinstansi di Lokasi Kejadian

Penanganan kebakaran dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Polda Metro Jaya, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, serta unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Rapat Koordinasi singkat di posko lapangan untuk membagi tugas dan menetapkan prioritas penanganan. Koordinasi juga melibatkan petugas PLN guna memastikan aliran listrik di kawasan tersebut diputus demi mencegah risiko lanjutan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menindaklanjuti peristiwa ini dengan mengevakuasi dokumen serta aset negara yang masih dapat diselamatkan seusai lokasi dinyatakan aman oleh petugas. Pendataan terhadap seluruh pegawai yang berkantor di gedung tersebut juga dilakukan untuk memastikan keselamatan setiap individu.

"Seluruh unsur bergerak berdasarkan pembagian tugas yang jelas. Fokus utama saat ini adalah keselamatan jiwa, kemudian pemadaman tuntas, dan setelah itu pengamanan aset serta dokumen," ujar seorang pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada di posko penanganan.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Terkait penyebab kebakaran, Polda Metro Jaya menyatakan proses penyelidikan akan dilakukan seusai tahap pemadaman dan pendinginan selesai. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri bersama Satuan Reserse Kriminal akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui sumber api serta kronologi peristiwa secara pasti.

Kepolisian meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai peristiwa tersebut. Segala perkembangan resmi, termasuk mengenai dugaan penyebab kebakaran dan data korban, akan disampaikan secara berkala melalui keterangan resmi.

"Kami menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Masyarakat diminta menahan diri dari spekulasi dan menunggu hasil resmi dari tim yang bekerja di lapangan," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya.

Hingga berita ini disusun, proses pendinginan di lokasi masih berlangsung dan garis pengamanan tetap diberlakukan. Petugas gabungan terus bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di dalam gedung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User