Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal agar tidak mendatangi kawasan terdampak banjir bandang di sepanjang daerah aliran Sungai Bhote Koshi, termasuk Rasuwa, Dhading, Nuwakot, dan Trisuli. Imbauan tersebut disampaikan setelah banjir menerjang sejumlah wilayah Nepal pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 08.30 waktu setempat, dengan kondisi bencana dilaporkan menimbulkan lumpur dan mengganggu permukiman warga.
Imbauan keselamatan bagi WNI
KBRI Dhaka menegaskan bahwa keselamatan WNI menjadi perhatian utama dalam menghadapi situasi bencana tersebut. WNI yang sedang berada di Nepal diminta tetap tenang, menghindari perjalanan menuju daerah terdampak, serta tidak melakukan aktivitas wisata, perjalanan darat, atau pendakian di sekitar jalur sungai dan lokasi yang berpotensi mengalami banjir susulan.
“Kami mengimbau kepada WNI yang berada di Nepal agar tetap tenang dan menghindari perjalanan ke daerah bencana,” demikian keterangan KBRI Dhaka.
Daerah yang berada di sekitar aliran Sungai Bhote Koshi mencakup wilayah yang memiliki jalur perjalanan dan pendakian. Karena itu, KBRI meminta WNI untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke kawasan tersebut sampai terdapat informasi resmi mengenai kondisi keamanan dan akses transportasi.
WNI juga diminta memantau perkembangan keadaan melalui kanal informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi cuaca, status jalan, akses evakuasi, serta kemungkinan adanya peringatan lanjutan dari otoritas Nepal.
Hotline dibuka untuk keadaan darurat
Dalam rangka menindaklanjuti kebutuhan pelindungan warga negara, KBRI Dhaka menyediakan saluran komunikasi bagi WNI yang menghadapi keadaan darurat atau mengetahui adanya WNI lain yang terdampak banjir bandang. Informasi mengenai lokasi, kondisi kesehatan, kebutuhan evakuasi, dan kendala komunikasi dapat disampaikan melalui nomor hotline yang telah ditetapkan.
Hotline KBRI Dhaka: +880 1614 444 552 dan +880 1713 084 402. Selain itu, WNI dapat menghubungi Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Kathmandu melalui nomor +977 980 1190 989.
KBRI meminta laporan disampaikan secara jelas dengan mencantumkan nama pelapor, jumlah WNI yang berada di lokasi, titik keberadaan, kondisi terkini, serta bentuk bantuan yang diperlukan. Data tersebut akan membantu perwakilan diplomatik melakukan pemantauan dan menentukan langkah pelindungan sesuai keadaan di lapangan.
WNI yang masih dapat berkomunikasi juga dianjurkan menyampaikan kabar kepada keluarga di Indonesia. Langkah itu penting untuk memastikan keberadaan mereka tercatat dan mengurangi kesimpangsiuran informasi selama proses penanganan bencana berlangsung.
Agen perjalanan diminta melaporkan keberadaan peserta
Imbauan KBRI Dhaka juga ditujukan kepada kelompok perjalanan, perusahaan agen perjalanan, dan pihak yang memberangkatkan WNI ke Nepal. Mereka diminta segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI yang sedang melakukan perjalanan, wisata, atau pendakian di wilayah Nepal, khususnya di kawasan yang terdampak banjir bandang.
Pelaporan tersebut diperlukan agar perwakilan Indonesia dapat memperbarui data warga negara, menilai kebutuhan bantuan, dan memberikan pelindungan apabila terdapat peserta perjalanan yang terjebak atau mengalami gangguan akses akibat bencana. Kelompok perjalanan juga diminta tidak mengarahkan peserta menuju wilayah yang telah menerima peringatan keselamatan dari otoritas setempat.
Koordinasi antara WNI, agen perjalanan, keluarga, serta perwakilan Republik Indonesia menjadi bagian penting dalam penanganan keadaan darurat di luar negeri. Setiap laporan yang diterima dapat menjadi dasar bagi KBRI untuk menindaklanjuti informasi kepada pihak berwenang Nepal apabila diperlukan.
Peristiwa banjir bandang di kawasan aliran Sungai Bhote Koshi terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026. Sejumlah wilayah, antara lain Rasuwa, Dhading, Nuwakot, dan Trisuli, dilaporkan terdampak. KBRI Dhaka menyatakan pemantauan terhadap situasi dan kondisi WNI akan terus dilakukan berdasarkan informasi yang tersedia serta perkembangan di lapangan.
Comments (0)