Karawang — Presiden Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50
Karawang, 9 Juli 2026 — Presiden Prabowo Subianto meresmikan implementasi penuh bahan bakar biodiesel B50 di kawasan industri Karawang, Jawa Barat, Kamis (
Karawang, 9 Juli 2026 — Presiden Prabowo Subianto meresmikan implementasi penuh bahan bakar biodiesel B50 di kawasan industri Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7). Acara ini menandai lompatan besar dari B35 ke campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis sawit pada seluruh bahan bakar diesel domestik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi langsung kepala negara dalam seremoni yang digelar di area filling station terintegrasi milik PT Pertamina Patra Niaga. Peluncuran ini diproyeksikan menekan impor solar hingga 12 juta kiloliter per tahun dan menghemat devisa sekitar Rp 140 triliun.
Rangkaian Acara: Dari Instruksi Presiden hingga Uji Coba Kendaraan
Seremoni berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dengan rangkaian kegiatan yang menekankan transparansi teknis dan dampak ekonomi. Berikut kronologi yang dihimpun Apaberita di lokasi:
- Presiden Prabowo tiba di lokasi pada pukul 08.55 WIB dan disambut Menteri Bahlil, Direktur Utama Pertamina, serta pejabat Kementerian Perindustrian.
- Pukul 09.10 WIB, Menteri Bahlil memaparkan kesiapan 12 kilang blending yang telah dimodifikasi untuk memproduksi B50, mencakup kapasitas total 22 juta kiloliter per tahun.
- Presiden menekan tombol launching button tepat pada pukul 09.30 WIB, disaksikan 300 undangan dari kalangan pengusaha sawit, asosiasi transportasi, dan perwakilan petani plasma.
- Setelah peresmian, Presiden dan rombongan melakukan test drive bus listrik berbahan bakar B50 sejauh 4 kilometer ke pusat logistik terdekat, untuk membuktikan performa mesin tanpa modifikasi besar.
- Acara diakhiri dengan penanaman perdana 200 hektare kebun sawit plasma di area penyangga pada pukul 10.45 WIB, sebagai komitmen pemenuhan CPO berkelanjutan.
Data Teknis dan Strategi Hilirisasi
Dalam konferensi pers usai peresmian, Menteri Bahlil mengungkapkan sejumlah angka kunci. Kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) untuk B50 mencapai 18,5 juta ton per tahun—naik 35 persen dari alokasi B35. Pemerintah menjamin pasokan melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) yang direvisi dengan harga indeks khusus biodiesel. “Kami sudah uji jalan sejauh 120.000 kilometer pada 15 jenis kendaraan. Hasilnya, tak ada penurunan tenaga signifikan dan emisi karbon turun 28 persen dibanding B35,” papar Bahlil. Selain itu, sektor transportasi darat akan mencatat penghematan konsumsi solar fosil sebesar 40 persen mulai triwulan ketiga 2026.
Dampak Ekonomi dan Target Selanjutnya
Peluncuran B50 merupakan tahapan menuju B100 yang dicanangkan rampung pada 2028. Dengan mandatori baru ini, serapan tenaga kerja di sektor perkebunan dan pengolahan diperkirakan bertambah 250.000 orang. Dari sisi neraca perdagangan, penghentian impor solar bernilai USD 8,2 miliar per tahun akan langsung memperkuat cadangan devisa. Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan, “Ini bukan sekadar ganti bahan bakar. Ini kedaulatan energi. Dana subsidi yang tadinya bocor ke luar kini berputar di petani sawit dan pabrik dalam negeri.”
[TAGS]: B50, Prabowo Subianto, Bahlil Lahadalia, biodiesel sawit, Karawang [SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan biodiesel B50 di Karawang. Hemat impor solar 12 juta kiloliter/tahun & emisi turun 28%. Implementasi penuh mulai hari ini di seluruh SPBU Jawa-Bali. #B50 #EnergiNasional #Sawit [SOCIAL_FB]: Kabar baik dari Karawang! Presiden Prabowo resmi meluncurkan B50, campuran 50 persen bahan bakar nabati dari sawit. Devisa negara selamat Rp140 triliun, petani sawit makin sejahtera. Klik untuk detail lengkapnya. [SOCIAL_TG]: 🚛⚡ B50 resmi diluncurkan! Penghematan besar-besaran dan emisi makin rendah. Klik berita selengkapnya!
Comments (0)