KARAWANG — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara

Dalam sambutannya, Bahlil menekankan bahwa program B50 merupakan lompatan strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor solar. Acara yang

Jul 10, 2026 - 01:35
0 0
KARAWANG — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara

Dalam sambutannya, Bahlil menekankan bahwa program B50 merupakan lompatan strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor solar. Acara yang digelar di kawasan industri Karawang tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian ESDM, pelaku industri kelapa sawit, dan perwakilan asosiasi produsen biodiesel.

"Hari ini kita buktikan bahwa Indonesia mampu memproduksi dan menggunakan B50 secara masif. Ini bukan sekadar capaian teknis, tetapi kedaulatan energi yang nyata," ujar Bahlil dalam sambutannya.

Latar Belakang dan Urgensi B50

Program B50 merupakan peningkatan signifikan dari mandatori B35 yang telah berjalan sebelumnya. Jika B35 mengandung 35 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit, B50 meningkatkan komposisi tersebut menjadi 50 persen. Langkah ini ditempuh pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan akibat impor minyak mentah dan solar yang selama ini membebani fiskal negara.

Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa konsumsi solar nasional mencapai sekitar 35 juta kiloliter per tahun. Dengan implementasi B50 secara penuh, kebutuhan solar impor diproyeksikan turun hingga 17,5 juta kiloliter, menghasilkan penghematan devisa yang signifikan.

Uji Coba dan Kesiapan Infrastruktur

Sebelum peluncuran ini, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas telah melakukan serangkaian uji laboratorium dan uji jalan pada kendaraan bermesin diesel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) pada solar tidak menimbulkan gangguan berarti pada performa mesin, selama spesifikasi teknis kendaraan memenuhi standar yang direkomendasikan.

Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan 24 badan usaha bahan bakar nabati yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) untuk memastikan kapasitas produksi dan distribusi mencukupi. Total kapasitas terpasang industri biodiesel nasional saat ini tercatat 18,4 juta kiloliter per tahun, melebihi kebutuhan program B50 yang diperkirakan sekitar 15,7 juta kiloliter.

Dampak Ekonomi dan Sektor Hulu Sawit

Peluncuran B50 di Karawang juga dinilai akan memberikan efek berganda bagi perekonomian, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit. Dengan peningkatan serapan minyak sawit untuk biodiesel, harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani diharapkan lebih stabil. Kementerian ESDM memperkirakan program ini akan menyerap tambahan 4,5 juta ton CPO per tahun dibandingkan skema B35.

Bahlil, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi, menambahkan bahwa pelaksanaan B50 juga membuka peluang investasi baru di sektor hilir sawit dan energi terbarukan.

"Kami mengundang investor untuk membangun pabrik biodiesel dan infrastruktur pendukung. Target kami, Indonesia menjadi pusat bioenergi dunia," tegasnya.

Poin-Poin Penting Peluncuran B50

  • Waktu dan Tempat: Kamis, 9 Juli 2026, di Karawang, Jawa Barat.
  • Kandungan: 50% biodiesel (FAME) dicampur 50% solar fosil.
  • Target Penghematan: Potensi pengurangan impor solar hingga 17,5 juta kiloliter.
  • Kapasitas Produksi: Industri biodiesel nasional 18,4 juta kiloliter vs kebutuhan B50 sekitar 15,7 juta kiloliter.
  • Serapan CPO: Tambahan 4,5 juta ton per tahun dari skema sebelumnya.

Dengan diluncurkannya B50, Indonesia semakin memantapkan posisi sebagai negara dengan mandatori biodiesel tertinggi di dunia. Langkah ini sekaligus menjadi pilar transisi energi nasional menuju Net Zero Emission yang ditargetkan pemerintah.

[TAGS]: Bahlil Lahadalia, B50, biodiesel, Kementerian ESDM, energi terbarukan [SOCIAL_TWEET]: Menteri ESDM Bahlil resmi luncurkan Biodiesel B50 di Karawang. Campuran 50% sawit ini targetkan penghematan impor solar 17,5 juta kiloliter per tahun. Indonesia kini jadi pemilik mandatori biodiesel tertinggi di dunia. #BiodieselB50 #EnergiTerbarukan #BahlilLahadalia [SOCIAL_FB]: Indonesia resmi masuk era B50! Menteri Bahlil luncurkan program biodiesel dengan campuran 50% minyak sawit — langkah konkret menuju kedaulatan energi. Berapa penghematan devisa yang ditargetkan? Simak selengkapnya. [SOCIAL_TG]: 🚀 Menteri Bahlil resmi luncurkan Biodiesel B50 di Karawang! Campuran 50% sawit, target hemat impor solar 17,5 juta kiloliter. RI makin kokoh sebagai pusat bioenergi dunia. 🇮🇩

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User