Suasana antusiasme pendidikan karakter keagamaan merambah bumi Karangasem, Bali. Sebanyak 52 siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai wilayah di kabupaten tersebut dipastikan siap bersaing dan unjuk bakat dalam ajang tahunan Festival Kreativitas Keagamaan Hindu. Kegiatan ini dirancang tak sekadar sebagai panggung kompetisi, melainkan sebuah ruang pembinaan mental, spiritual, dan keberanian bagi para generasi muda di era modern.
Kepastian jumlah peserta tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karangasem, I Nyoman Astawa, saat memberikan keterangan di ruang kerjanya yang berlokasi di Jalan Untung Surapati, Amlapura. Setelah melalui proses pendaftaran yang dibuka sejak 7 hingga 16 September 2026, puluhan anak tercatat siap melangkah ke tahap selanjutnya.
Wadah Pembinaan Karakter dan Mental Generasi Muda
Dalam keterangannya, I Nyoman Astawa menegaskan pentingnya wadah seni dan keagamaan bagi anak-anak tingkat sekolah dasar. Menurutnya, festival ini diproyeksikan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) serta menginternalisasi nilai-nilai ajaran Hindu secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini tidak sekadar berfokus pada kompetisi untuk meraih gelar juara. Lebih dari itu, kami ingin menyediakan ruang bagi anak-anak untuk melatih mental bertanding, mengasah keahlian public speaking, serta membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif pergaulan modern," ujar Astawa.
Ia menuturkan bahwa penanaman kesadaran sosial dan penguatan fondasi spiritual sejak dini menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan zaman. Melalui puji-pujian keagamaan, tutur kata dharmasastra, serta cerita keteladanan, anak-anak diajak memahami norma etik yang luhur demi membentuk kepribadian yang tangguh serta berakhlak mulia.
Skema Seleksi Hybrid dan Cabang Perlombaan
Festival Kreativitas Keagamaan Hindu tahun ini mengusung format seleksi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Mekanisme lomba diawali dengan babak penyisihan secara daring (online) melalui pengumpulan rekaman video dari para peserta, sebelum berlanjut ke babak final secara luring (offline).
Terdapat tiga cabang lomba utama yang dipertandingkan, mencakup kategori kelompok maupun individu putra dan putri. Seluruh cabang lomba disesuaikan dengan kurikulum keagamaan serta minat bakat siswa tingkat sekolah dasar.
| Cabang Lomba | Kategori Peserta | Tahapan & Jadwal Kegiatan |
|---|---|---|
| Puja Tri Sandhya | Kelompok / Regu | Pendaftaran: 7–16 September 2026 |
| Dharma Wacana | Individu (Putra & Putri) | Technical Meeting: 17 September 2026 |
| Cerita Keagamaan Hindu | Individu (Putra & Putri) | Pengumpulan Video: 18 Sept – 15 Okt 2026 |
Proses pengumpulan karya berupa rekaman video dijadwalkan berlangsung mulai 18 September hingga 15 Oktober 2026. Setelah seluruh karya video diterima oleh panitia, dewan juri yang terdiri dari para praktisi dan akademisi keagamaan akan melakukan penilaian tahap awal untuk memilih kontestan terbaik.
Menyaring Bakat Unggul Menuju Babak Final
Format penilaian bertahap ini sengaja diterapkan agar penyisihan berjalan efisien sekaligus memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi kreativitas penampilannya dalam format audio visual.
"Penilaian awal sepenuhnya dilakukan melalui rekaman video yang dikirimkan peserta. Setelah menyaring peserta hingga masuk sepuluh besar di setiap cabang, baru para siswa tersebut akan kami undang untuk tampil secara langsung di hadapan dewan juri," pungkas Astawa.
Melalui penyelenggaraan Festival Kreativitas Keagamaan Hindu ini, Kemenag Karangasem berharap dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual dan rasa percaya diri yang tinggi. Ajang ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam merawat tradisi dan nilai-nilai luhur keagamaan Hindu sejak dini.
Kantor Kemenag Karangasem menggelar ajang keagamaan Hindu tingkat sekolah dasar. Diikuti 52 peserta, kegiatan ini melombakan Puja Tri Sandhya, Dharma Wacana, dan Cerita Keagamaan Hindu dengan skema penilaian video daring hingga babak final luring. Baca berita lengkapnya di Apaberita.com!
Comments (0)