SURABAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda merilis laporan prakiraan cuaca terkini untuk seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur pada Jumat, 18 September 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, sebagian besar kabupaten dan kota di Jawa Timur diproyeksikan akan didominasi oleh cuaca cerah hingga cerah berawan, disertai dengan hembusan angin yang relatif kencang di sejumlah titik kawasan pesisir dan dataran terbuka.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk tetap waspada terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) yang intens pada siang hari, serta potensi peningkatan kecepatan angin yang dapat memicu debu dan risiko kebakaran lahan selama puncak musim kemarau.
Kronologi Perubahan Cuaca Jawa Timur Sepanjang Hari
BMKG Juanda merinci perkembangan kondisi cuaca dari pagi hingga dini hari di wilayah Jawa Timur sebagai berikut:
- Pagi Hari (06.00 – 11.00 WIB): Cuaca diprediksi cerah merata di hampir seluruh kawasan, termasuk wilayah metropolitan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Suhu udara berangsur naik dengan kelembapan berkisar antara 60 hingga 75 persen.
- Siang hingga Sore Hari (12.00 – 17.00 WIB): Terik matahari cukup menyengat dengan tutupan awan minim di kawasan pesisir utara dan selatan. Kecepatan angin mulai meningkat dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 30 hingga 40 km/jam.
- Malam Hari (18.00 – 23.00 WIB): Kondisi langit terpantau cerah berawan. Suhu udara mulai menurun secara signifikan, terutama di kawasan lereng pegunungan seperti Malang Raya, Batu, dan Magetan.
- Dini Hari (00.00 – 05.00 WIB): Udara terasa lebih dingin dan kering (bediding) di dataran tinggi, sementara wilayah pesisir tetap berawan dengan hembusan angin yang stabil.
Variasi Suhu Udara dan Peringatan Kecepatan Angin
Secara umum, suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 14 hingga 35 derajat Celsius. Wilayah dataran rendah dan pesisir seperti Kota Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo mencatatkan suhu tertinggi hingga 35 derajat Celsius pada siang hari, sementara kawasan pegunungan seperti Kota Batu mencatatkan suhu terendah hingga mencapai 14 derajat Celsius pada dini hari.
"Kondisi atmosfer saat ini didominasi oleh massa udara kering dari Benua Australia yang bergerak melintasi Jawa Timur. Hal ini menyebabkan tutupan awan sangat minim sehingga intensitas radiasi matahari sangat tinggi di siang hari, disertai peningkatan kecepatan angin permukaan," tulis BMKG Juanda dalam keterangan resminya.
Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat dan Sektor Maritim
Merespons dinamika cuaca cerah dan berangin tersebut, BMKG mengeluarkan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat dan pelaku aktivitas luar ruangan:
- Hindari Pembakaran Sampah dan Lahan: Mengingat kelembapan udara yang rendah dan angin kencang, percikan api kecil berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sulit dikendalikan.
- Jaga Hidrasi Tubuh: Masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih dan menggunakan pelindung tabir surya (sunscreen) saat beraktivitas di bawah terik matahari.
- Kewaspadaan Gelombang Laut: Bagi nelayan dan transportasi laut, tinggi gelombang di Selat Madura diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter, sedangkan di perairan Samudra Hindia selatan Jawa Timur dapat mencapai 2,5 meter.
Comments (0)