Kapolri Gandeng Tapak Suci Muhammadiyah Jaga Keamanan dan Lindungi Generasi Muda
APABERITA, JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak Tapak Suci Putera Muhammadiyah memperkuat kolaborasi dengan kepolisian dalam ...
APABERITA, JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak Tapak Suci Putera Muhammadiyah memperkuat kolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif. Ajakan itu disampaikan Kapolri dalam silaturahmi kebangsaan bersama jajaran pimpinan perguruan pencak silat yang bernaung di bawah Muhammadiyah tersebut.
Menurut Kapolri, tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak dapat diemban kepolisian seorang diri. Keterlibatan organisasi kemasyarakatan, termasuk perguruan pencak silat dengan basis kader yang luas, dinilai menjadi kekuatan strategis dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
"Polri membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Tapak Suci Putera Muhammadiyah memiliki kader di seluruh Indonesia. Ini potensi besar untuk bersama-sama menjaga keamanan negeri dan membentengi generasi muda," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kolaborasi Kepolisian dan Organisasi Kemasyarakatan
Kapolri menyatakan, kemitraan antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian dari pendekatan keamanan yang partisipatif. Polri, kata dia, selama ini menjalankan pembinaan masyarakat melalui satuan bimbingan masyarakat di seluruh tingkatan wilayah, mulai dari markas besar hingga kepolisian sektor di tingkat kecamatan.
Dalam kerangka itu, Tapak Suci Putera Muhammadiyah dipandang sebagai mitra strategis. Perguruan pencak silat ini ditetapkan sebagai organisasi otonom Muhammadiyah dan berdiri pada 31 Juli 1963 di Yogyakarta. Sebagai anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia, Tapak Suci memiliki jaringan cabang dan ranting yang tersebar di berbagai provinsi serta melahirkan atlet dan kader yang aktif di tengah masyarakat.
"Kehadiran perguruan silat di tingkat akar rumput sejalan dengan upaya kepolisian menghadirkan keamanan yang melibatkan partisipasi warga. Kami berharap kader Tapak Suci menjadi pelopor ketertiban di lingkungannya masing-masing," kata Kapolri menegaskan.
Pembinaan Karakter untuk Melindungi Generasi Muda
Selain aspek keamanan, Kapolri menyoroti pentingnya perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika, tawuran, kenakalan remaja, hingga paparan paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Ia menilai pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan wahana pembinaan disiplin, akhlak, dan semangat kebersamaan.
"Generasi muda yang tergabung dalam perguruan silat dilatih menjunjung sportivitas, menghormati sesama, dan menjauhi tindak kekerasan. Nilai-nilai itu menjadi benteng agar anak-anak muda kita tidak mudah terjerumus pada hal-hal negatif," ujar Kapolri.
Kapolri menuturkan, kepolisian siap menindaklanjuti kolaborasi tersebut melalui program pembinaan bersama, di antaranya kegiatan kepemudaan, penyuluhan bahaya narkotika, serta pelibatan kader Tapak Suci dalam kegiatan kemasyarakatan yang digelar jajaran kepolisian daerah. Ia meminta jajaran kepolisian daerah dan kepolisian resor menjalin komunikasi aktif dengan pimpinan wilayah dan cabang Tapak Suci di daerah masing-masing.
Sinergi Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat bagi berjalannya pembangunan nasional. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan keagamaan dan perguruan pencak silat, mengambil peran aktif dalam merawat kerukunan serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
"Keamanan negeri ini adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat persaudaraan dan nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa, kita jaga Indonesia tetap aman, damai, dan sejuk," kata Kapolri.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah beserta seluruh organisasi otonomnya, termasuk Tapak Suci, yang dinilai konsisten menyebarkan nilai moderat dan semangat kebangsaan melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan bela diri. Menurutnya, rekam jejak tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Kapolri berharap silaturahmi ini berlanjut pada kerja sama konkret di lapangan, baik dalam bentuk kegiatan pembinaan generasi muda maupun penguatan kemitraan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia. "Mari kita rapatkan barisan, bersama-sama menjaga negeri yang kita cintai ini," ucapnya.
Comments (0)