Sep 16, 2026
Hukum

Kapal Feri Terbakar di Filipina, Lima Tewas dan Puluhan Hilang

MANILA — Tragedi maritim kembali melanda perairan Filipina setelah sebuah kapal feri penumpang, MV June Aster, terbakar hebat di lepas pantai Provinsi Pala

Kapal Feri Terbakar di Filipina, Lima Tewas dan Puluhan Hilang

MANILA — Tragedi maritim kembali melanda perairan Filipina setelah sebuah kapal feri penumpang, MV June Aster, terbakar hebat di lepas pantai Provinsi Palawan. Insiden nahas yang terjadi pada Rabu malam tersebut mengakibatkan sedikitnya 5 orang tewas, 42 penumpang berhasil diselamatkan, sementara 87 korban lainnya masih dinyatakan hilang di tengah laut.

Peristiwa kebakaran terjadi saat kapal feri tersebut tengah berlayar di jarak sekitar 2,2 kilometer dari garis pantai, tepat di kawasan perairan yang dikenal sebagai destinasi wisata populer di Palawan. Kobaran api yang membesar dengan cepat memicu kepanikan massal di atas geladak, memaksa sejumlah penumpang melompat ke laut gelap gulita demi menyelamatkan diri.

Kronologi Kejadian Terbakarnya Kapal MV June Aster

Berdasarkan laporan awal dari otoritas penjaga pantai setempat, berikut adalah urutan peristiwa nahas yang melanda MV June Aster:

  1. Rabu Malam: Kapal feri MV June Aster berlayar melintasi perairan Palawan dengan membawa lebih dari seratus penumpang beserta awak kapal.
  2. Pukul 21.00 Waktu Setempat: Titik api dilaporkan pertama kali muncul di salah satu bagian kapal saat posisi armada berada sekitar 2,2 kilometer dari bibir pantai terdekat.
  3. Penyebaran Api: Api merambat dengan cepat akibat material kapal yang mudah terbakar dan hembusan angin laut, memutus jalur evakuasi utama penumpang menuju sekoci.
  4. Operasi Tanggap Darurat: Penjaga Pantai Filipina (PCG) bersama armada kapal nelayan lokal segera meluncurkan operasi Search and Rescue (SAR) darurat ke titik koordinat kebakaran.
"Prioritas utama kami saat ini adalah menyisir seluruh area perairan untuk menemukan 87 orang yang belum terdata. Tim penyelamat bekerja tanpa henti melawan arus laut malam demi mencari korban selamat," ujar pejabat operasi penyelamatan setempat.

Operasi Evakuasi dan Pencarian Skala Besar

Hingga Kamis pagi, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 42 orang yang selamat dari laut. Sebagian besar korban selamat ditemukan mengapung dengan mengenakan rompi pelampung atau berpegangan pada serpihan lambung kapal yang hangus. Para korban yang berhasil diselamatkan langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat di Palawan untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka bakar dan hipotermia.

Fokus operasi kini terpusat pada penyisiran radius beberapa mil laut dari lokasi insiden untuk mencari keberadaan 87 korban yang hilang. Kondisi laut serta minimnya pencahayaan pada saat insiden berlangsung menjadi tantangan terberat bagi regu penyelam dan kapal patroli.

Tantangan Keselamatan Maritim di Filipina

Kecelakaan kapal laut bukanlah hal baru di Filipina, sebuah negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi feri antarpulau untuk mobilitas warga dan distribusi barang. Catatan maritim mencatat berbagai faktor kerentanan yang kerap memicu insiden serupa:

  • Kepadatan Penumpang: Potensi manifes yang tidak akurat kerap menyulitkan penghitungan pasti jumlah korban di atas kapal.
  • Standar Pemeliharaan Armada: Usia kapal yang menua serta pemeriksaan kelayakan sistem kelistrikan dan mesin yang kerap terabaikan.
  • Kesiapsiagaan Darurat: Minimnya ketersediaan peralatan pemadam kebakaran dan sekoci penyelamat yang memadai di kapal-kapal rute domestik.

Pemerintah Filipina memastikan akan menggelar investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti timbulnya api di MV June Aster, sembari terus mengerahkan seluruh armada maritim untuk menuntaskan misi pencarian korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User