Kampus Diarahkan Kembangkan Riset Industri Kapal Nasional

Jakarta — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta perguruan tinggi di seluruh Indones...

Kampus Diarahkan Kembangkan Riset Industri Kapal Nasional

Jakarta — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk memfokuskan diri pada penelitian dan pengembangan di sektor industri perkapalan. Arahan tersebut disampaikan Brian dalam sebuah forum diskusi di Jakarta, Rabu (9/7/2026).

Brian menegaskan bahwa Presiden memberikan penekanan khusus pada kebutuhan bangsa akan kemandirian teknologi maritim. "Presiden meminta kami untuk segera menyusun peta jalan riset industri kapal yang melibatkan universitas-universitas terbaik di Indonesia," ujar Brian saat memberikan keterangan kepada awak media.

Mobilisasi Dana dan Sumber Daya Manusia

Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, Kemendiktisaintek akan memobilisasi alokasi anggaran riset dari berbagai skema pendanaan nasional. Menurut Brian, tidak kurang dari 15 universitas dengan fakultas teknik dan kelautan terkemuka telah diidentifikasi untuk terlibat dalam proyek strategis ini. Beberapa di antaranya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Total investasi awal yang sedang kami kaji mencapai Rp450 miliar untuk tiga tahun pertama. Angka ini akan digunakan untuk membangun laboratorium bersama, pengadaan perangkat lunak desain kapal, serta program pengiriman peneliti ke galangan kapal utama dunia," jelas Brian. Ia juga menyebutkan bahwa skema pendanaannya melibatkan kerja sama antara pemerintah, BUMN strategis seperti PT PAL Indonesia, dan sektor swasta.

Kolaborasi Triple Helix Jadi Kunci

Pemerintah mendorong model kolaborasi triple helix yang melibatkan kampus, industri, dan pemerintah secara simultan. Profesor Brian mencontohkan bahwa nantinya setiap riset yang dilakukan di lingkungan kampus harus langsung terkoneksi dengan kebutuhan riil di galangan kapal. "Kita tidak mau riset berhenti di jurnal ilmiah saja. Harus ada purwarupa, harus ada paten, dan harus segera masuk ke lini produksi," tegasnya.

Dalam skema tersebut, PT PAL Indonesia akan menjadi mitra utama yang menyediakan mentorship teknis sekaligus menjadi tempat uji coba hasil inovasi mahasiswa dan dosen. Selain itu, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan juga akan dilibatkan untuk memastikan standar keselamatan dan kualitas produk sesuai dengan regulasi internasional.

Target Konkret: Kapal Perang hingga Kapal Niaga

Berdasarkan paparan yang disampaikan, fokus riset tidak hanya pada kapal niaga dan kapal penumpang, tetapi juga pada pengembangan kapal perang ringan untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri. "Kita memiliki target spesifik. Pada tahun 2030, Indonesia harus sudah mampu memproduksi secara penuh komponen utama kapal perang jenis korvet tanpa bergantung pada impor," ungkap Brian.

Untuk mencapai target tersebut, Kemendiktisaintek akan membentuk konsorsium riset yang dipimpin langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama konsorsium perguruan tinggi teknik. Seluruh hasil riset akan dikelola dalam satu sistem basis data nasional untuk menghindari duplikasi dan mempercepat proses komersialisasi.

Brian menambahkan bahwa arahan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang didukung oleh sumber daya manusia unggul lulusan kampus dalam negeri. "Ini bukan sekadar proyek riset biasa, ini adalah mandat kebangsaan untuk mewujudkan kedaulatan teknologi kelautan," tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User