Peserta Kalteng Raih Skor Lari Tertinggi di Seleksi Akpol 2026
Semarang — Seorang calon taruna Akademi Kepolisian asal Kalimantan Tengah, Jonathan Putra Siregar, menorehkan prestasi gemilang dalam rangkaian Seleksi Penerimaan Terpadu Akpol Tahun Anggaran 2026. ...
Semarang — Seorang calon taruna Akademi Kepolisian asal Kalimantan Tengah, Jonathan Putra Siregar, menorehkan prestasi gemilang dalam rangkaian Seleksi Penerimaan Terpadu Akpol Tahun Anggaran 2026. Pada tes kebugaran jasmani yang digelar di kampus Akpol, Semarang, Senin (27/7/2026), Jonathan berhasil meraih skor tertinggi untuk nomor lari jarak 12 menit.
Berdasarkan data resmi yang dirilis panitia seleksi, putra daerah asal Palangka Raya itu mampu menempuh jarak 3.575 meter dalam durasi 12 menit. Pencapaian tersebut menempatkannya sebagai peserta dengan nilai sempurna pada butir uji lari, sekaligus menjadi yang terbaik di antara ribuan pendaftar yang lolos ke tahap pemeriksaan fisik tingkat pusat.
Unggul Jauh dari Standar Minimal
Panitia Pusat Seleksi Akpol menetapkan standar minimal kelulusan nomor lari 12 menit pada kisaran 2.400 meter untuk calon taruna pria. Jonathan melampaui ambang tersebut dengan selisih signifikan lebih dari satu kilometer. Catatan 3.575 meter dalam 12 menit juga menandakan kecepatan rata-rata mendekati 5 meter per detik, suatu indikator daya tahan kardiorespirasi yang sangat baik.
"Kami mengapresiasi luar biasa atas capaian saudara Jonathan. Ini bukan sekadar lolos, tapi menunjukkan potensi fisik yang langka. Di sepanjang sejarah seleksi Akpol dalam lima tahun terakhir, baru kali ini ada peserta yang mampu menyentuh angka di atas 3.500 meter," ujar Kepala Sub-Panitia Kesehatan dan Jasmani Seleksi Akpol, Komisaris Besar Polisi dr. Aditya Nugroho, saat ditemui usai pengumuman hasil tes.
Selain lari, Jonathan juga dinyatakan unggul pada rangkaian tes lain, termasuk pull-up, push-up, dan renang gaya bebas. Meski demikian, pihak panitia menekankan bahwa kelulusan akhir tetap bergantung pada sejumlah faktor seperti integritas moral, psikotes, dan pemeriksaan kesehatan lanjutan.
Profil dan Latar Belakang
Jonathan Putra Siregar, 18 tahun, merupakan lulusan SMA Negeri 2 Palangka Raya tahun ajaran 2025/2026. Sejak duduk di bangku SMP, ia telah aktif mengikuti klub atletik serta ajang kejuaraan lari tingkat provinsi. Ibunya, Maria Yulianti, yang mendampingi saat tes, menuturkan bahwa putranya memang terbiasa berlatih di lintasan alam sekitar kota serta pantai Tanjung Puting.
"Sejak kecil dia senang lari. Setiap pagi sebelum subuh, dia menyempatkan jogging lima sampai delapan kilometer. Tidak ada paksaan, semua murni karena kegemarannya," kata Maria.
Ayah Jonathan, Sersan Satu TNI AD (Purn) Anton Siregar, menambahkan bahwa sosok anaknya selalu disiplin menjaga pola hidup. "Dia tidak pernah merokok, tidak pernah minum minuman keras, dan sangat menjaga asupan gizi. Saya hanya mendukung niatnya menjadi perwira polisi," ujarnya.
Jonathan sendiri mengaku tidak menyangka akan mencatat skor setinggi itu. "Target awal saya hanya ingin lolos passing grade. Namun saat tes berlangsung, saya terus memacu karena cuaca cerah dan treknya nyaman. Alhamdulillah, hasilnya di luar ekspektasi," ungkapnya singkat.
Proses Seleksi dan Persaingan Ketat
Tahun ini, Akpol menerima lebih dari 12.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi administrasi dan verifikasi di tingkat daerah, sekitar 1.200 peserta berhak mengikuti tes fisik pusat. Dari jumlah itu, hanya sekitar 350 kursi yang disediakan untuk calon taruna baru. Dengan demikian, ketatnya persaingan menuntut setiap individu menunjukkan keunggulan maksimal.
Ketua Panitia Seleksi Terpadu, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Bambang Priyanto, M.Si., menegaskan bahwa seluruh proses seleksi menggunakan sistem gugur berbasis peringkat. "Kami tidak bisa mengabaikan aspek fisik. Namun potensi seperti yang ditunjukkan Jonathan tetap harus diimbangi dengan integritas dan kemampuan akademik. Kami berharap dia bisa menjaga konsistensi di tahap selanjutnya," jelas Bambang dalam jumpa pers.
Seleksi tingkat pusat Akpol sendiri masih akan berlangsung hingga awal Agustus 2026 dengan serangkaian ujian meliputi akademik, psikotes, kesehatan jiwa, dan wawancara panel. Hasil akhir akan diumumkan secara daring pada pertengahan bulan Agustus.
Harapan dan Pelajaran
Prestasi Jonathan menjadi cerita positif di tengah pelaksanaan seleksi yang kerap diwarnai kekhawatiran akan praktik percaloan. Pihak kepolisian menekankan bahwa capaian murni berbasis kompetensi seperti ini membuktikan bahwa jalur prestasi tetap terbuka lebar. Sementara itu, pengamat pendidikan kepolisian dari Universitas Indonesia, Dr. Hadi Sutrisno, M.Si., menilai catatan lari itu sebagai tolok ukur standar baru. "Angka 3.575 meter dalam 12 menit setara dengan kemampuan atlet nasional. Jika Akpol bisa merekrut individu seperti ini, maka kualitas fisik perwira polisi di masa depan akan semakin baik," ujarnya.
Sementara itu, Jonathan bertekad melaju hingga tahap terakhir. "Saya ingin mengabdi sebagai perwira polisi yang kuat dan berintegritas. Ini baru langkah awal, saya akan berusaha lebih keras lagi," pungkasnya.
Comments (0)