Sep 16, 2026
Nasional

Kalteng Siapkan 500 Ribu Masker Hadapi Ancaman Kabut Asap Karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengambil langkah taktis cepat guna membentengi masyarakat dari dampak buruk polusi udara akibat ke

Kalteng Siapkan 500 Ribu Masker Hadapi Ancaman Kabut Asap Karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengambil langkah taktis cepat guna membentengi masyarakat dari dampak buruk polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menghadapi potensi penurunan kualitas udara yang kian mengkhawatirkan pada puncak musim kemarau, Pemprov Kalteng mengalokasikan sebanyak 500.000 lembar masker medis dan respirator untuk didistribusikan secara masif ke berbagai penjuru daerah terdampak.

Kabinet kerja di bawah Dinas Kesehatan bersama Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng mulai memetakan zona-zona merah yang menunjukkan indikasi peningkatan partikel debu halus berbahaya (PM2.5). Pasokan masker cadangan ini diarahkan tidak hanya bagi fasilitas pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga langsung disalurkan kepada pengguna jalan, pelajar, dan masyarakat umum yang beraktivitas di ruang terbuka.

Distribusi Terfokus pada Wilayah Rawan Bencana

Langkah penyaluran logistik kesehatan ini difokuskan pada kabupaten dan kota yang memiliki titik panas (hotspot) terbanyak serta intensitas kebakaran lahan gambut yang tinggi, seperti Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Pulang Pisau. Pendistribusian dilakukan melalui jejaring puskesmas, posko siaga karhutla, serta dibagikan langsung oleh petugas gabungan di titik-titik persimpangan strategis.

"Kesehatan masyarakat merupakan prioritas tertinggi kami. Pengadaan setengah juta masker ini adalah bentuk kesiapsiagaan cepat agar lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat kita tekan sedini mungkin sebelum kabut asap semakin pekat," tegas pejabat perwakilan Dinas Kesehatan Kalteng.

Karakteristik kebakaran gambut di Kalimantan Tengah kerap menghasilkan asap tebal yang sulit dipadamkan dan bertahan lama di lapisan udara dekat permukaan tanah. Hal ini meningkatkan risiko paparan gas beracun seperti karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan partikulat halus yang sangat berbahaya bagi sistem pernapasan manusia.

Tingkat Kualitas Udara dan Rekomendasi Perlindungan

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk secara berkala memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan menyesuaikan langkah pencegahan sesuai tabel protokol berikut:

Kategori ISPU Rentang Nilai Tindakan Pencegahan dan Proteksi
Sedang 51 - 100 Kelompok sensitif disarankan mengurangi aktivitas luar ruang berkepanjangan.
Tidak Sehat 101 - 200 Wajib menggunakan masker standar bedah/N95 di luar ruang; tutup ventilasi rumah.
Sangat Tidak Sehat/Berbahaya 201+ Hindari seluruh aktivitas luar ruangan; evakuasi kelompok rentan ke ruang aman berpenyaring udara.

Upaya Terpadu: Penanganan Medis dan Pemadaman Lapangan

Selain membagikan masker secara gratis, Pemprov Kalteng turut menginstruksikan pendirian posko kesehatan darurat bebas asap yang dilengkapi dengan pasokan tabung oksigen, tenaga medis siaga 24 jam, serta fasilitas pendingin udara dengan penyaring partikel HEPA. Langkah mitigasi kesehatan ini disinkronkan dengan tindakan pemadaman darat dan pemadaman udara (water bombing) oleh satgas gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan pemadam.

Masyarakat diminta proaktif menjaga kesehatan keluarga dengan langkah mandiri:

  • Mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup untuk menjaga hidrasi saluran napas.
  • Memperbanyak asupan makanan bergizi serta vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Menutup rapat wadah penampungan air minum agar tidak tercemar partikel abu sisa pembakaran.
  • Segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat jika mengalami gejala batuk, sesak napas, pusing, atau iritasi mata.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika iklim dan pergerakan asap demi memastikan keselamatan seluruh warga Kalimantan Tengah dari bahaya laten karhutla.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User