JPO Stasiun Bogor Dibongkar, Pelican Crossing Bakal Dibangun
Pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Stasiun Bogor, tepatnya di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, resmi dimulai. Ke depannya, area tersebut akan dilengkapi dengan pelican crossin
Pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Stasiun Bogor, tepatnya di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, resmi dimulai. Ke depannya, area tersebut akan dilengkapi dengan pelican crossing atau penyeberangan zebra cross yang terintegrasi dengan lampu lalu lintas khusus pejalan kaki.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, yang meninjau langsung proses pembongkaran pada Sabtu (27/6/2026), menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud transformasi kota menuju lingkungan yang lebih inklusif dan ramah pejalan kaki. Menurutnya, fasilitas JPO yang selama ini ada akan digantikan sepenuhnya dengan pelican crossing.
"Jadi, ini bagian dari upaya kita menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang ramah terhadap pejalan kaki. Nanti sudah tidak ada lagi JPO, akan ada pelican crossing atau zebra cross yang menjadi fasilitas utama bagi masyarakat untuk menyeberang," ujar Dedie.
Pelican crossing merupakan sistem penyeberangan yang memberi prioritas penuh pada pejalan kaki. Dengan menekan tombol, pejalan kaki dapat mengaktifkan lampu merah bagi kendaraan, dan lampu hijau untuk penyeberang. Konsep ini dinilai jauh lebih mudah diakses, terutama oleh lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, karena tidak perlu melalui tangga atau jalur landai yang curam seperti di JPO konvensional.
Selain mengganti model penyeberangan, Pemkot Bogor juga berencana memperbaiki trotoar di sepanjang Jalan Kapten Muslihat agar terhubung secara seamless dengan kawasan pedestrian stasiun. Dedie menambahkan, proyek ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga, sekaligus mendorong lebih banyak orang untuk berjalan kaki di pusat kota.
Meski begitu, rencana ini menuai beragam respons. Warga yang setuju menilai pelican crossing lebih modern dan memudahkan mobilitas. Sementara sebagian lain mengkhawatirkan potensi kemacetan karena kendaraan harus berhenti saat pejalan kaki menyeberang, terutama di jam sibuk. Pemerintah setempat memastikan akan ada rekayasa lalu lintas dan sosialisasi intensif kepada pengguna jalan agar transisi berjalan lancar.
Pengerjaan proyek diperkirakan memakan waktu beberapa bulan. Selama masa pembangunan, masyarakat diimbau memanfaatkan jalur penyeberangan alternatif yang sudah disediakan di sekitar lokasi. Informasi terbaru seputar perkembangan proyek ini bisa dipantau melalui laporan eksklusif dari Apaberita.com.
Comments (0)