JEMBRANA — Aparat kepolisian bersama unsur TNI, perangkat desa, satuan perlindungan masyarakat (Linmas), dan petugas keamanan adat (Pecalang) menggelar operasi terpadu guna menindak potensi aksi balap liar di kawasan Pantai Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali. Langkah preventif ini diambil guna memastikan ketertiban serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang tengah beraktivitas di pesisir pantai.
Sebanyak 25 personel gabungan diterjunkan langsung ke lapangan dalam penyisiran intensif tersebut. Operasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Kota Jembrana, Ipda Ngurah Agus Dwi Widiatmika Putra, didampingi Ps. Kanit Intelkam Aiptu I Ketut Agustina, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan perangkat Desa Yeh Kuning.
Kronologi Penertiban dan Pola Pengamanan Terpadu
Penertiban di pesisir Yeh Kuning dilakukan menyusul laporan warga yang resah terhadap aktivitas sekelompok remaja bermotor. Rangkaian tindakan petugas berjalan dengan urutan berikut:
- Penyisiran Titik Rawan: Petugas gabungan bergerak menyusuri akses jalan pantai dan hamparan pasir yang kerap dimanfaatkan sebagai arena pacu kendaraan non-resmi pada jam-jam rawan sore hari.
- Pembubaran Kerumunan Remaja: Mendapati indikasi persiapan aksi adu kecepatan (trek-trekan), personel segera menghentikan kerumunan anak muda yang berkumpul di pinggir pantai.
- Pemeriksaan Kelengkapan dan Edukasi: Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan, menertibkan pengendara tanpa helm, dan memberikan pembinaan humanis di lokasi agar tidak mengulangi perbuatan yang membahayakan publik.
Kapolsek Kota Jembrana Ipda Ngurah Agus Dwi Widiatmika Putra menegaskan bahwa kehadiran petugas gabungan merupakan wujud respons cepat Polri terhadap keluhan masyarakat sekitar pantai.
"Kami bersama TNI, perangkat desa, Linmas, dan Pecalang hadir untuk mencegah terjadinya balap liar sekaligus memberikan pembinaan kepada anak-anak muda agar tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengunjung pantai lainnya. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," ujar Ipda Dwi Widiatmika.
Sinergi Aparat dan Kearifan Lokal Pecalang
Pelibatan Pecalang dan perangkat desa menjadi kunci pendekatan persuasif dalam menciptakan ketertiban wilayah. Keberadaan aparat adat memperkuat pengawasan sosial sehingga ruang gerak aksi balap liar di kawasan pesisir dapat dipersempit secara efektif.
Dalam patroli tersebut, petugas gabungan menitikberatkan pengawasan pada sejumlah aspek penting:
- Kepatuhan Aturan Berlalu Lintas: Mengingatkan para pemuda agar selalu mengenakan helm berstandar SNI dan melengkapi surat-surat kendaraan bermotor.
- Penolakan Knalpot Brong: Mengantisipasi kebisingan berlebih yang berpotensi merusak ketenangan tempat wisata dan pemukiman warga setempat.
- Keberlanjutan Patroli Rutin: Melanjutkan pemantauan berkala di lokasi-lokasi pesisir lainnya yang berpotensi beralih fungsi menjadi sirkuit balap liar.
Melalui pengawasan terpadu berbasis sinergi aparat dan kearifan lokal ini, kawasan Pantai Yeh Kuning dipastikan tetap menjadi destinasi rekreasi publik yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Comments (0)