Jakarta — Telkom University dan NUS Jalin Kemitraan Talenta Digital

Telkom University resmi menggandeng National University of Singapore (NUS) dalam sebuah kolaborasi strategis yang bertujuan memperkuat ekosistem talenta di

Jul 09, 2026 - 16:29
0 0
Jakarta — Telkom University dan NUS Jalin Kemitraan Talenta Digital

Telkom University resmi menggandeng National University of Singapore (NUS) dalam sebuah kolaborasi strategis yang bertujuan memperkuat ekosistem talenta digital dan inovasi global. Penandatanganan implementasi kerja sama ini berlangsung di Telkom University Kampus Jakarta, Senin (6/7), dan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak baru bagi dunia pendidikan tinggi nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di era ekonomi digital.

Momen bersejarah itu dihadiri oleh Direktur Strategic & Business Development Telkom Seno Soemadji dan Direktur IT Digital Telkom sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) Faizal Rochmad Djoemadi. Dari pihak akademik, turut hadir Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto dan Senior Vice Provost NUS Prof. Bernard C Y Tan, yang membubuhkan tanda tangan sebagai simbol dimulainya kolaborasi. Hadir pula Dr. Robert de Souza, Executive Director The Logistics Institute of National University of Singapore, serta Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Pujo Setio, menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan talenta digital nasional.

Menjembatani Kesenjangan Talenta Lewat Pendidikan Kelas Dunia

Fokus utama kemitraan ini adalah membangun jembatan akademik dan riset yang menghubungkan know‑how global NUS dengan kekuatan lokal Telkom University. Kolaborasi akan mencakup program pertukaran mahasiswa, riset bersama di bidang kecerdasan buatan, analitika data, logistik cerdas, serta pengembangan kurikulum berbasis industri 4.0. Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu bersaing di pasar tenaga kerja global yang kian terdigitalisasi.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah jembatan konkret yang akan mempertemukan talenta‑talenta muda Indonesia dengan standar pendidikan dan riset kelas dunia. Kami ingin mencetak inovator digital yang siap menjawab tantangan masa depan,” ujar Faizal Rochmad Djoemadi di sela‑sela acara.

Inovasi Global Berbasis Riset Terapan

Selain mendukung mobilitas mahasiswa, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan pusat inovasi bersama (joint innovation center) yang mempertemukan dosen dan peneliti dari kedua universitas. Dr. Robert de Souza mengungkapkan, NUS memiliki pengalaman panjang di bidang logistik dan manajemen rantai pasok, yang bisa disinergikan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara kepulauan. Ini adalah simbiosis yang saling menguntungkan: Indonesia mendapat akses pengetahuan mutakhir, sementara NUS dapat mengaplikasikan risetnya di pasar dengan skala nyata.

Prof. Bernard C Y Tan menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi NUS untuk menjadi kampus global yang memberikan dampak nyata di Asia. Telkom University dinilai sebagai mitra strategis karena rekam jejaknya dalam mencetak lulusan yang langsung terserap industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Kami sangat antusias dapat bekerja sama dengan Telkom University. Indonesia memiliki bonus demografi yang luar biasa, dan bersama‑sama kita bisa mengubah potensi itu menjadi keunggulan kompetitif di ranah digital,” kata Prof. Tan.

Dukungan Pemerintah dan Peran Telkom

Kehadiran Pujo Setio dari Kemenko Perekonomian menunjukkan bahwa pemerintah serius menjadikan pengembangan talenta digital sebagai prioritas nasional. Menurutnya, kolaborasi semacam ini akan mempercepat pencapaian target Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2030. Untuk itu, sinergi antara BUMN, perguruan tinggi, dan lembaga internasional menjadi kunci.

Direktur Strategic & Business Development Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa langkah ini merefleksikan komitmen Telkom dalam membangun human capital pipeline yang berkelanjutan. “Investasi di bidang pendidikan dan talenta adalah investasi jangka panjang yang paling berdampak. Hari ini kami menanam benih yang akan dipanen oleh Indonesia di masa depan,” ungkapnya.

Penandatanganan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Telkom University dan NUS siap menjalankan program kolaboratif secara bertahap, dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Seluruh pihak optimistis, sinergi ini akan melahirkan ekosistem yang subur bagi inovasi, riset, dan lahirnya para pemimpin digital baru dari Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User