Jakarta — Rombongan Bersenjata Datangi Polda Metro, TNI Bantah Kerahkan Prajurit

Jakarta — Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah pria berambut cepak, mengenakan seragam loreng hijau, dan membawa senjata mendatangi Markas Polda Metr

Jul 09, 2026 - 14:04
0 0
Jakarta — Rombongan Bersenjata Datangi Polda Metro, TNI Bantah Kerahkan Prajurit

Jakarta — Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah pria berambut cepak, mengenakan seragam loreng hijau, dan membawa senjata mendatangi Markas Polda Metro Jaya pada malam hari mendadak viral di sejumlah platform media sosial. Kemunculan rombongan tak dikenal itu langsung memicu spekulasi publik tentang dugaan keterlibatan personel militer, hingga akhirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan bantahan tegas.

Kronologi Kemunculan Video

  1. Video pertama kali beredar luas di grup-grup percakapan dan media sosial pada Rabu malam (8/7/2026) hingga Kamis dini hari (9/7/2026).
  2. Rekaman berdurasi singkat itu menunjukkan sedikitnya 15 pria berambut cepak berdiri di area halaman terbuka yang diidentifikasi sebagai lingkungan Polda Metro Jaya.
  3. Seluruh pria dalam video tampak mengenakan seragam loreng hijau lengkap—mirip dengan pakaian dinas lapangan—dan sebagian secara jelas terlihat membawa senjata laras panjang.
  4. Mereka tidak terlihat melakukan tindakan agresif, tetapi keberadaan mereka di dalam markas kepolisian pada jam-jam malam langsung memunculkan pertanyaan besar.
  5. Hingga saat ini, waktu perekaman video secara pasti belum dapat dikonfirmasi, namun konteks pencahayaan dan latar menunjukkan peristiwa terjadi pada malam hari dalam rentang 24 jam terakhir.

Bantahan Resmi TNI

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigadir Jenderal Muhammad Nas, dengan tegas membantah keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa yang terekam dalam video tersebut. Saat dimintai konfirmasi pada Kamis (9/7/2026), Brigjen Nas menyatakan bahwa tidak ada penugasan maupun pergerakan personel TNI menuju Polda Metro Jaya pada malam yang dimaksud.

"Tidak benar TNI mendatangi Polda," kata Nas singkat. Ia menambahkan bahwa bantahan ini diberikan langsung untuk menepis spekulasi liar yang berkembang di masyarakat, terutama setelah video itu menyebar dengan narasi "prajurit TNI mengepung Polda Metro."

Respons Polda Metro Jaya dan Identifikasi Awal

Polda Metro Jaya sampai saat berita ini diturunkan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa pihak Polda sedang melakukan penelusuran internal dan berkoordinasi dengan satuan terkait untuk mengidentifikasi identitas para pria dalam rekaman.

Dugaan sementara yang mengemuka di kalangan aparat adalah bahwa rombongan tersebut kemungkinan merupakan individu sipil yang mengenakan pakaian serupa seragam atau anggota organisasi non-militer yang memiliki atribut mirip. Tim investigasi juga sedang memeriksa rekaman CCTV internal Polda untuk mendapatkan kronologi lengkap masuknya kelompok tersebut ke area markas.

Reaksi Publik dan Langkah Lanjutan

Video yang telah ditonton ratusan ribu kali ini memicu diskusi panas di ranah digital. Warganet terbelah antara yang mempertanyakan pengamanan Polda dan yang meminta klarifikasi lebih komprehensif. Pihak TNI menegaskan bahwa setiap klaim yang menyebutkan keterlibatan prajurit adalah informasi keliru atau disinformasi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada konten viral yang belum terverifikasi kebenarannya. Jika ada yang menyebarkan informasi palsu dengan mengatasnamakan TNI, akan kami tindak sesuai ketentuan hukum," tegas Brigjen Nas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User