Jakarta — Prabowo Sambut Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi di Bandara Halim

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung menyambut kedatangan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Pangkalan TNI Angkat

Jul 08, 2026 - 04:19
0 0
Jakarta — Prabowo Sambut Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi di Bandara Halim

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung menyambut kedatangan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu pagi. Kunjungan kenegaraan ini menandai babak baru penguatan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.

Modi tiba di Jakarta sekitar pukul 09.30 WIB menggunakan pesawat khusus Air India One. Presiden Prabowo yang mengenakan setelan safari khasnya tampak berjabat tangan hangat dengan Modi di landasan pacu. Upacara penyambutan berlangsung khidmat dengan barisan pasukan kehormatan dari TNI dan dentuman meriam 19 kali sebagai bentuk penghormatan kepala negara sahabat. Sejumlah pejabat tinggi negara turut mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan.

Kunjungan Modi ke Indonesia merupakan bagian dari rangkaian lawatan Asia Tenggara yang juga mencakup Singapura dan Malaysia. Kunjungan terakhir PM India ke Indonesia terjadi pada tahun 2018, saat Modi menghadiri KTT G20 di Bali. Diplomasi tingkat tinggi ini dinilai strategis mengingat kedua negara sama-sama merupakan anggota G20, memiliki populasi besar — India dengan lebih dari 1,4 miliar jiwa dan Indonesia sekitar 280 juta jiwa — serta sama-sama menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Analisis Diplomatik: Mengapa Kunjungan Ini Penting?

Hubungan India-Indonesia memiliki akar historis yang kuat, berlandaskan solidaritas Asia-Afrika dan semangat Konferensi Bandung 1955. Dalam konteks geopolitik terkini, kunjungan Modi membawa agenda strategis yang mencakup kerja sama pertahanan, ekonomi digital, ketahanan pangan, dan konektivitas maritim. Kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar.

Di bidang ekonomi, India merupakan mitra dagang utama Indonesia. Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun fiskal 2024-2025 ditargetkan menembus USD 40 miliar, meningkat dari capaian tahun sebelumnya sekitar USD 38 miliar. Indonesia mengekspor batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan mineral ke India, sementara India memasok produk farmasi, mesin, dan komponen otomotif ke pasar Indonesia.

Tahun Fiskal Nilai Perdagangan (USD) Ekspor Indonesia ke India Impor Indonesia dari India
2022-2023 32,7 miliar Batu bara, CPO, mineral Farmasi, mesin, elektronik
2023-2024 38,1 miliar Batu bara, CPO, baja Farmasi, otomotif, tekstil
2024-2025 (proyeksi) 40 miliar+ Energi, komoditas pertanian Teknologi, farmasi, infrastruktur digital

"Kunjungan PM Modi ke Jakarta adalah sinyal kuat bahwa India menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan. Di tengah dinamika persaingan AS-Tiongkok, kedua negara dapat membangun poros kekuatan menengah yang memperjuangkan kepentingan negara berkembang," ujar Dr. Rizal Sukma, pengamat hubungan internasional dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Kerja sama pertahanan menjadi salah satu fokus utama pembicaraan bilateral. India dan Indonesia telah memiliki mekanisme latihan militer bersama seperti Garuda Shakti untuk angkatan darat dan Samudra Shakti untuk angkatan laut. Kedua negara juga menjajaki potensi alih teknologi pertahanan, termasuk pengembangan rudal Brahmos yang diproduksi bersama India dan Rusia. Indonesia berkepentingan memperkuat postur pertahanan maritimnya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Di sektor ekonomi digital, India menawarkan pengalaman transformasi digital melalui program India Stack yang mencakup sistem identitas digital Aadhaar dan infrastruktur pembayaran UPI. Indonesia yang tengah mengembangkan GovTech dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dapat menarik pelajaran berharga dari keberhasilan India mendigitalisasi layanan publik.

Isu ketahanan pangan juga mencuat dalam agenda bilateral. India sebagai produsen beras terbesar dunia dan Indonesia sebagai konsumen beras signifikan dapat menjajaki mekanisme kerja sama pangan yang stabil, terutama setelah India beberapa kali memberlakukan larangan ekspor beras pada tahun 2023 yang sempat memengaruhi pasar global. Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan dan diversifikasi sumber pasokan.

Seusai upacara penyambutan di Halim, kedua pemimpin dijadwalkan menggelar pertemuan tête-à-tête di Istana Merdeka sebelum melanjutkan pembicaraan tingkat delegasi. Sejumlah nota kesepahaman (MoU) di bidang kesehatan, energi terbarukan, dan pendidikan tinggi diperkirakan akan ditandatangani sebagai keluaran konkret kunjungan ini.

Menteri Luar Negeri RI menyatakan optimismenya terhadap kemitraan strategis kedua negara. "India dan Indonesia adalah dua demokrasi besar yang memiliki nilai-nilai dan kepentingan yang selaras. Kunjungan ini akan semakin memperdalam kemitraan komprehensif kita," ujarnya kepada awak media.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User