Sep 16, 2026
Nasional

JAKARTA — Manfaat Ekonomi Jadi Ukuran Utama Keberhasilan Indonesia di BRICS

APABERITA.COM, JAKARTA — Keberhasilan partisipasi dan integrasi Indonesia dalam blok ekonomi BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) pasca-Konfe

JAKARTA — Manfaat Ekonomi Jadi Ukuran Utama Keberhasilan Indonesia di BRICS

APABERITA.COM, JAKARTA — Keberhasilan partisipasi dan integrasi Indonesia dalam blok ekonomi BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) pasca-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dinilai harus diukur dari capaian konkret di sektor ekonomi nasional. Diplomasi multilateral yang dilakukan pemerintah tidak boleh berhenti pada seremonial politik, melainkan harus menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas.

Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menegaskan bahwa indikator utama efektivitas posisi Indonesia dalam forum geopolitik tersebut adalah seberapa besar kontribusinya terhadap peningkatan volume perdagangan, diversifikasi pasar ekspor, dan masuknya investasi strategis ke dalam negeri.

Analisis Dampak Strategis dan Peluang Ekonomi

Bergabungnya Indonesia ke dalam lingkaran BRICS membuka akses langsung ke pasar raksasa yang mencakup lebih dari 3,2 miliar jiwa atau sekitar 41 persen dari total populasi dunia. Blok ini juga menguasai lebih dari 28 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) global. Menurut Rezasyah, potensi pasar yang luar biasa besar ini harus mampu dimanfaatkan secara optimal oleh sektor industri nasional.

"Keikutsertaan Indonesia di BRICS jangan sekadar menjadi pelengkap panggung diplomasi. Ukuran keberhasilannya sangat jelas, yaitu neraca perdagangan yang semakin positif, masuknya investasi berkualitas di bidang hilirisasi, serta kemudahan akses produk UMKM kita ke negara-negara anggota," ujar Teuku Rezasyah saat memberikan analisisnya.

Berikut adalah perbandingan potensi kerja sama ekonomi Indonesia dalam skema BRICS dibandingkan dengan mitra tradisional:

Indikator Potensi Blok BRICS Mitra Tradisional (Barat/OECD)
Cakupan Pasar Populer Sangat Tinggi (>40% Populasi Dunia) Sedang (~15% Populasi Dunia)
Pertumbuhan Ekonomi Progresif & Negara Berkembang Stabil & Negara Maju
Fokus Kerja Sama Infrastruktur, Hilirisasi, Transaksi Matuang Lokal Standar Regulasi, Investasi Hijau, Teknologi High-End
Tingkat Ketergantungan Dolar Tren De-dolarisasi (Mata Uang Lokal) Dominasi Dominan (USD/EUR)

Tantangan Diplomasi: Menjaga Keseimbangan Bebas Aktif

Meskipun peluang ekonomi terbuka lebar, langkah Indonesia di arena BRICS juga membawa tantangan geopolitik tersendiri. Pemerintah dituntut untuk terus konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Kehadiran Indonesia di BRICS tidak boleh diartikan sebagai bentuk keberpihakan total pada salah satu poros kekuasaan global, melainkan sebagai langkah pragmatis demi kepentingan nasional.

Rezasyah merekomendasikan beberapa langkah strategis yang perlu diakselerasi oleh pemerintah pasca-KTT:

  1. Penyusunan Peta Jalan Perdagangan: Memetakan komoditas unggulan Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar negara anggota BRICS, seperti produk kelapa sawit, manufaktur, dan hasil perikanan.
  2. Penguatan Penggunaan Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction): Mendorong transaksi perdagangan menggunakan rupiah dan mata uang negara mitra untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang utama serta menekan biaya transaksi internasional.
  3. Penarikan Investasi Hilirisasi: Menggaet investor dari BRICS untuk memperkuat ekosistem hilirisasi industri mineral dan energi terbarukan di tanah air.

Langkah Konkret Pasca-KTT

Pemerintah Indonesia diharapkan segera membentuk tim kerja lintas kementerian yang bertugas mengeksekusi berbagai kesepakatan bisnis (business-to-business) maupun antar-pemerintah (government-to-government) yang telah dirintis. Nilai potensi kerja sama investasi yang diproyeksikan mencapai US$ 25 miliar dalam beberapa tahun ke depan harus ditranslasikan menjadi proyek nyata yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Dengan eksekusi kebijakan yang terukur dan berorientasi pada hasil, integrasi Indonesia dalam BRICS dipastikan bakal menjadi mesin penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User